Dinsos Banten Tarik Anak Jalanan Kembali ke Sekolah

NERACA

Seiring dengan kemajuan Kota Serang yang merupakan Ibu Kota Provinsi Banten, dimana perkembangan pada aspek infrastruktur, perdagangan dan jasa menstimulasi meningkatnya jumlah anak jalanan (Anjal). Keberadaan anak jalanan (Anjal) pun acap kali menimbulkan permasalahan.

Terdapat berbagai faktor penyebab seorang anak pada akhinya menjadi anak jalanan, diantaranya: kemiskinan, keretakan keluarga (keluarga yang tidak harmonis), Orang tua tidak mampu memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga, keinginan sendiri, akibat kekerasan keluarga, hingga kecenderungan ingin hidup bebas.

Untuk itu Dinas Sosial (Dinsos) di beberapa daerah melakukan program demi mengembalikan mereka ke sekolah melalui pembinaan yang dilakukan oleh Dinas Sosial dan pihak ketiga. Seperti Dinsos Kabupaten Pandeglang, Banten misalnya.

Sejak pemerintah menggulirkan program pengurangan pekerja anak (PPPA), 180 anak jalanan di Pandeglang, Banten kembali bersekolah. PPA digulirkan Kementerian Sosial. Dalam program itu pemerintah memberikan bantuan berupa uang tunai sebesar Rp800 ribu per anak serta seragam sekolah dan perlengkapan pendidikan lainnya.

"PPA digulirkan dalam lima tahun terakhir ini, dan untuk di Pandeglang sekitar 180 anak yang sebelumnya menjadi pekerja, bisa kembali bersekolah. Kami berharap program ini terus digulirkan, dan Pandeglang bisa mendapat kuota setiap tahun, sehingga akan lebih banyak anak putus sekolah dapat kembali melanjutkan pendidikannya," kata Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Sosial Kabupaten Pandeglang, Banten, Anwar Fauzan.

Anwar mengatakan, PPA merupakan program nasional yang dituangkan dalam rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN) 2010-2014, dan dilaksanakan di seluruh Indonesia. Program ini bisa membantu pemerintah daerah dalam mengurangi jumlah anak putus sekolah karena alasan ekonomi.

“Dalam pelaksanaannya, program tersebut dilakukan secara koordinasi dengan melibatkan berbagai pihak terkait, baik pemerintah nonpemerintah, serta lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang peduli terhadap masalah sosial,” ungkap dia.

Menurut Anwar, anak-anak yang mendapat bantuan tersebut, yakni yang saat ini menjadi pekerja anak. Mereka bekerja karena tidak bisa melanjutkan pendidikan karena faktor ekonomi keluarga.

Saat ini setiap anjal yang terjaring razia, biasanya akan langsung dibina oleh Dinsos yang kemudian setelah proses pembinaannya selesai, mereka akan dikembalikan lagi ke orang tua mereka masing-masing dan disekolahkan.

"Mereka akan ditarik dari tempat kerjanya kemudian ditempatkan di shelter untuk diberikan pendampingan, setelah itu disekolahkan," kata dia.

Mengenai asal anak yang akan mendapat bantuan tersebut, menurut dia, dari beberapa kecamatan di antaranya Mandalawangi, Cadasari, Karang Tanjung, Koroncong, Majasari, Cimanuk , dan Saketi.

BERITA TERKAIT

Kedua Kalinya, KPPU Akan Kembali Gelar JICF

Kedua Kalinya, KPPU Akan Kembali Gelar JICF NERACA Jakarta - Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), untuk kali kedua akan menyelenggarakan…

Grand Eschol Residences & Aston Karawaci Hotel Kembali Dibangun - Sempat Tertunda

    NERACA   Jakarta - PT Mahakarya Agung Putera, pengembang Grand Eschol Residence & Aston Karawaci City Hotel, menegaskan…

Erajaya Bikin Anak Usaha di Singapura

Disamping agresif menambah gerai baru, PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) juga ekspansi bisnisnya hingga ke Singapura dengan mendirikan anak usaha…

BERITA LAINNYA DI PENDIDIKAN

UI Ada Di Peringkat 54 Top Asia

      Peringkat Universitas Indonesia (UI) di Asia berdasarkan lembaga pemeringkat bergengsi dunia "Quacquarelli Symonds" (QS) meningkat 13 poin…

Wahai Pemuda Pemudi, Cintailah Bahasa Indonesia

    “Kami, Putra dan Putri Bangsa Indonesia menjunjung bahasa persatuan, Bahasa Indonesia,” itulah yang menjadi salah satu potongan dari…

Publikasi Ilmiah Indonesia Diatas Rata-rata Dunia

    Salah satu lembaga pengindeks publikasi ilmiah internasional, Islamic World Science Citation Center (ISC), mencatat pertumbuhan publikasi ilmiah Indonesia…