Mari Bersatu, Bergandeng Tangan Dukung Presiden Terpilih Demi Indonesia yang Lebih Baik

Oleh: Mariyatun Nusantari,  Relawan Garuda Emas untuk Indonesia Bersatu, aktif pada Kelompok Diskusi Nusantara Bersatu

Kamis, 24/07/2014

Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden yang dilaksanakan pada 9 Juli 2014 telah usai dilaksanakan dengan sukses aman dan damai sesuai harapan cita – cita demokrasi, yaitu cita-cita kita semua, walau masih terdapat berbagai masalah, namun hal tersebut tidaklah terlalu berpengaruh secara signifikan terhadap hasil Pemilihan Presiden, namun tetap harus diselesaikan dengan sebaik – baiknya sesuai dengan aturan berlaku. KPU pada 22 Juli 2014 baru saja mengumumkan hasil Pilpres 2014 dengan menetapkan pasangan nomor urut 2 Jokowi-JK sebagai pemenang dan sebagai Presiden Indonesia terpilih periode 2014-2019. Hal yang perlu menjadi catatan bagi KPU sebagai penyelenggara Pemilu serta pihak yang paling bertanggungjawab dengan otoritasnya harus tetap dan segera menyelesaikan berbagai masalah, baik itu masalah hukum terkait indikasi kecurangan yang ada dengan berpegang teguh pada regulasi yang ada serta bersikap adil agar memberikan efek jera terhadap pihak-pihak yang melanggar guna menjadikan Pemilu kedepan lebih baik, sedangkan terkait dengan sengketa pemilu jika ada maka sebagaimana yang diatur dalam UU pihak MK yang akan menyelesaikan sesuai ketentuan yang ada, karena hal tersebut akan berdampak besar terhadap pelaksanaan demokrasi pada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) serta akan menciptakan situasi dan kondisi yang lebih baik ke depan untuk NKRI.

Pemilu yang telah berlangsung dengan baik, secara demokratis dan damai, seperti mengutip pernyataan Kapolri Jenderal Polisi Sutarman, bahwa pemilihan presiden secara umum telah berlangsung dengan aman, hal ini menunjukan masyarakat Indonesia dewasa dan telah matang berdemokrasi, serta dewasa dalam menyikapi pesta 5 ( lima ) tahunan guna memilih dan menentukan masa depan Indonesia. Pesta demokrasi untuk memilih Presiden dan wakil presiden Republik Indonesia periode 2014 – 2019 yang telah berjalan dengan aman dan sukses , telah menghasilkan Jokowi dan Jusuf Kalla sebagai Presiden dan Wakil Presiden dengan raihan suara sebesar 70.997.833 suara atau 53,15 persen dari total suara sah 133.574. Calon yang diusung PDIP bersama Partai Nasdem dan didukung Partai Kebangkitan Bangsa ( PKB), Partai Hati Nurani Rakyat ( Hanura), Partai PKPI, berhasil memenangkan Pilpres 2014 sesuai keputusan KPU melalui hasil real qount KPU, yang sebelumnya juga sudah diprediksi oleh sebagian besar lembaga survey berintegritas melalui quickqount , kemenangannya ini patut kita apresiasi bersama sebagai kemenangan bangsa Indonesia, kemenangan rakyat Indonesia.

Mengingat pemilu telah usai dan hasilnya juga telah didapat, hendaknya semua pihak, baik kandidat presiden nomor urut 1 Prabowo-Hatta yang diusung oleh Gerindra, PAN, PPP, Golkar,PKS,PBB, maupun Capres Nomor urut 2 Jokowi – JK, dan masing – masing TIM Sukses calon, serta para pendukung, akademisi, seniman, politisi, birokrat, dan semua masyarakat harus bergandengan tangan, bersatu untuk Indonesia lebih baik dan jangan terpecah – pecah hanya karena suksesi presiden dan wakil presiden. Persaingan dalam pemilihan Presiden dan wakil presiden haruslah selesai dalam “lapangan kompetisi saja” jangan sampai keluar dari “lapangan pertandingan”.

Kita harus belajar dari tim sepak bola pada piala dunia, bagaimana para pemain sepak bola bersaing ketat dalam pertandingan membela Negaranya masing – masing, namun begitu pertandingan membela negara masing – masing usai, para pemain ini bersatu kembali dalam Klub masing – masing. Profesional dan kedewasaan dalam persaingan sangat dibutuhkan, seperti yang digambarkan dalam pertandingan sepak bola saat piala dunia, para pemaian saling bertanding, penuh intrik, serius dan sering berseteru satu sama lain, namun begitu piala dunia selesai, para pemain ini bisa bekerjasama dengan baik dan akrab dalam klub. Hal ini sangatlah baik untuk kita tiru, bagaimana perbedaan dan persaingan sebagai Capres dan Cawapres serta Tim sukses masing – masing saling bertentangan dan saling berjuang memenangkan calon masing – masing, namun begitu Pilpres usai dan sudah mendapatkan hasil, maka semua harus mau dan berani untuk bergandengan tangan dan melupakan “warna” perbedaan selama kompetisi berlangsung. Bergandengan tangan demi membangun Indonesia jauh lebih baik lagi, demi ketenangan dan kedamaian kita bermasyarakat sehari – hari.

Semua komponen Bangsa saat ini terus mendorong rekonsiliasi dua “kutub” yang bersaing memperebutkan tiket RI 1, mulai dari Tokoh – Tokoh Lintas Agama, Tokoh Pemuda, Mahasiswa, dan semua komponen masyarakat mendorong agar terciptanya keharmonisan para calon Presiden dan Wakil Presiden. Dan hal ini juga direspon positif oleh masing – masing kandidat, dengan mendeklarasikan pentingnya pemilu damai. Kita memberikan apresiasi yang luar biasa kepada para kandidat, dan hal ini perlu untuk diikuti oleh semua tim sukses dan semua masyarakat, lupakan perbedaan, saatnya bergandengan tangan membangun Indonesia yang kita cintai.

Gerakan deklarasi kampanye damai terus di lakukan oleh masyarakat, mulai deklarasi di Tugu Proklamasi oleh tokoh Lintas Agama, deklarasi oleh Para Rektor dan Akedemisi, serta deklarasi pemilu damai Ormas-ormas keagamaan, dan lainnya. Semua ini dilakukan semata – mata demi Indonesia lebih baik pasca pemilu. Seruan dan dorongan serta doa dari pemuka – pemuka agama diharapkan bisa di dengar dan di ikuti oleh semua umat beragama, semua masyarakat untuk menjaga keamanan dan kedamaian di masyarakat. ***