Menggali Potensi Ekonomi Syariah - Prudential Tingkatkan Sosialisasi Literasi Keuangan

NERACA

Dewasa ini, ekonomi syariah berkembang semakin luas. Sistem ekonomi yang berasal dari ajaran Islam ini mulai dipertimbangkan di Eropa karena dianggap sebagai salah satu sistem ekonomi yang dapat bertahan atas pengaruh krisis dari belahan dunia manapun.

Di Indonesia, yang merupakan satu negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, berbagai penyedia jasa keuangan berbasis syariah bermunculan, terlebih dengan adanya inisiatif “gerakan ekonomi syariah” (gres!) dari pemerintah.

Sebagai penyedia jasa asuransi terdepan di Indonesia, Prudential Indonesia mencatat pertumbuhan yang cukup signifikan pada produk asuransi berbasis syariahnya, PRUsyariah. Pertumbuhan ini merupakan salah satu penanda semakin populernya pilihan terhadap produk-produk syariah.

Direktur Corporate Marketing & Communications Prudential Indonesia, Nini Sumohandoyo, mengatakan sejak Prusyariah diluncurkan pada September 2007 bisnisnya selalu mengalami peningkatan. Untuk meningkatkan pertumbuhan, Prudential juga bekerja sama dengan lima bank di Indonesia.

“Sampai dengan sekarang Prusyariah pertumbuhannya lebih dari 20% dari tahun lalu. Ke depannya untuk bekerja sama dengan bank lain kalau ada peluang ke sana, kami akan gali,” ujar Nini.

Pemahaman Minim

Indonesia dengan populasi penduduk muslim terbesar dinilai sebagai suatu fase luar biasa bagi industri jasa keuangan syariah termasuk asuransi. Namun, pemahaman masyarakat terutama pada produk asuransi syariah dan edukasi masih dirasa kurang. Atas dasar inilah,Prudential Indonesia berinisiatif untuk menyebarluaskan informasi keuangan atas dasar prinsip-prinsip syariah serta nilai-nilai universal yang terkandung di dalamnya.

Sebagai langkah edukasi konsumer mengenai asuransi syariah, Prudential menjajaki kerjasama dengan salah satu organisasi untuk mengadakan roadshow ke enam kota terkait literasi keuangan syariah. Untuk mendukung program tersebut, edukasi masif mengenai Prusyariah yang kontinu tetap dilakukan oleh para agen.

Saat ini lebih dari 60 ribu agen Prudential telah memiliki lisensi asuransi syariah, sehingga mereka dapat memasarkan produk Prusyariah. Lisensi ini telah menjadi komplemen bagi agen yang ingin mengambil ijin memasarkan asuransi syariah, selain lisensi dari Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) yang telah menjadi suatu kewajiban bagi agen asuransi. Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI) telah mewajibkan agen yang ingin memasarkan produk asuransi syariah untuk memperoleh lisensi agen asuransi syariah

BERITA TERKAIT

SOSIALISASI OMBUDSMAN

SOSIALISASI OMBUDSMAN : Wakil Ketua Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Lely Pelitasari Soebekty (kedua kiri) berbincang dengan anggota ORI Ninik Rahayu,…

Standar Keamanan Produk Perluas Ekspor Mamin - Tingkatkan Daya Saing

NERACA Jakarta – Pengembangan inovasi dan penerapan standar keamanan produk mampu memacu daya saing industri makanan dan minuman (mamin) nasional…

HM Sampoerna Perkuat Jaringan Kemitraan - Tingkatkan Daya Saing Agro Industri

NERACA Jakarta - Dalam rangka meningkatkan daya saing sektor agro industri nasional, PT HM Sampoerna Tbk sebagai produsen rokok terus…

BERITA LAINNYA DI KEUANGAN

Mengajari Anak Menabung, Berbelanja, dan Berbagi

Oleh: Yulius Ardi Head, Managed Investment Product Standard Chartered Bank   Akhir musim sekolah telah diambang pintu dan anak-anak akan…

Sukuk Bisa Sebagai Alternatif Pembiayaan Daerah

Direktur Pembiayaan Syariah Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Suminto mengatakan penerbitan obligasi berbasis syariah atau sukuk bisa…

Keuangan Syariah: - Akan Stagnan Atau Butuh Terobosan

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Muliaman Hadad meminta inovasi dan terobosan pelaku industri untuk mengembangkan keuangan syariah, karena tanpa…