Fenomena Mudik Gratis Semakin Merebak - CSR, Evolusi Marketing

Seolah sedang merebut hati dari para pelanggannya dengan memberikan kemudahan untuk tradisi acara pulang kampung, perusahaan-perusahaan memobilisasi dana CSR‎ mereka untuk m‎enggelar mudik bersama, b‎aik dengan menggunakan bus, kereta api dan kendaraan lainnya.

NERACA

Diperkirakan, Hari Raya Idul Fitri 1435 Hijriyah akan jatuh pada 28-29 Juli 2014 mendatang. Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1435 Hijriyah tersebut, fenomena mudik saat Lebaran di Indonesia menjadi kegiatan eksodus tahunan terbesar di dunia. Hampir seluruh masyarakat Indonesia khususnya warga Ibu Kota melakukan mudik lebaran untuk merayakan lebaran bersama orang tua dan sanak saudaranya.

Melihat fenomena ini, berbagai macam perusahaan berebut menarik masa untuk memfasilitasi mereka yang tidak mampu agar bisa mudik dengan baik dan aman hingga tujuan dengan program mudik gratis. Dari tahun ke tahun semakin banyak perusahaan yang menggelar acara mudik bareng. Selain untuk promosi dan meningkatkan image, penyediaan program mudik gratis tersebut dimaksudkan untuk memberikan timbal balik kepada karyawan maupun konsumennya melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).

Awalnya “Mudik Gratis” ini dilakukan oleh PT.Sido Muncul yang menyediakan ratusan armada bus untuk mengangkut pedagang jamu gendong beserta keluarganya. Sejak 1991 hingga sekarang ini, setidaknya sudah ratusan ribu pedagang jamu yang difasilitasi pulang ke kampung halamannya saat Lebaran oleh Sidomuncul melalui program mudik gratis ini. program mudik gratis Lebaran, merupakan wujud rasa syukur dan terima kasih dari perusahaan kepada para pedagang jamu yang membantu memasarkan produk Sidomuncul.

Besarnya dampak positif dari evolusi marketing yang diterima, membuat perusahaan-perusahaan lainnya untuk turut menggelar program serupa. Bahkan target pun tidak hanya untuk karyawan dan keuarga tapi meluas untuk masyarakat umum.

Tahun ini, selain PT Sido Muncul, tradisi “mudik gratis” juga diberikankepada pedagang mie rebus oleh Indoofood, PT Sinde Budi Sentosa, Gudang Garam, dan operator telekomunikasi seperti Telkomsel, Indosat, dan Excelcomindo (XL). Dunia perbankan pun tak mau ketinggalan. PT Bank Negara Indonesia (BNI) juga mempunyai program mudik gratis bagi setiap nasabahnya. Melalui, BNI Rejeki Mudik 2014, terdapat 6.050 pemudik diantarkan ke berbagai kota dengan menggunakan transportasi berupa bus dan kereta api.

Mudik gratis telah dilaksanakan sejak 2005, ini untuk 10 kalinya dilakukan sebagai bentuk komitmen berkelanjutan yang dibangun BNI untuk memberikan kontribusi pada pembangunan nasional sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Terdapat sekira 106 bus yang akan mengangkut 5.300 pemudik dan 15 gerbong kereta yang melayani 750 pemudik tahun ini. Kota-kota tujuan mudik yang menggunakan bus kali ini adalah Cirebon, Purwokerto, Semarang, Yogyakarta, Solo, Surabaya, Malang, Lampung, Palembang-Sumatera Selatan, dan Padang-Sumatera Barat dan oleh kereta adalah Yogyakarta, Solo, dan Surabaya.

Ada juga perusahaan yang unik memberikan mudik gratis secara eksklusif, yakni PT Trans Retail Indonesia (Carrefour) yang memberikan sebagian dari para pemudik ini menunggangi kendaraan eksklusif, yaitu Toyota Alphard. Format mudik gratis ini terdiri satu paket mobil, sopir, dan bensin khusus untuk 44 keluarga pemenang undiannya. Kegiatan mudik gratis dengan Alphard yang digelar Carrefour ini adalah kali kedua. Sebelumnya, Carrefour telah mengadakan mudik gratis dengan bus, kereta api, kapal laut, dan pesawat.

Bahkan partai politik pun tak ketinggalan mengelar tradisi ini. Misalnya, PDIP. Partai yang berhasil memenangkan Joko widodo dan Jusuf Kalla sebagai Presiden dan Wakil Presiden ini pernah mencatat Rekor MURI lantaran memberangkatkan 425 bus untuk rombongan mudik gratis yang dilakukan oleh Pramono Anung.

Selain PDIP, Partai Demokrat juga turut andil dalam memberangkatkan para pemudik yang pulang kampung dengan jumlah 6000 peserta pemudik dari berbagai wilayah Jabotabek. Peserta mudik gratis bersama Partai Demokrat ini menggunakan 110 Bis. Sementara itu tidak hanya mudik gratis yang diselenggarakan Partai Demokrat menghadapi Lebaran, namun juga menyiapkan posko lebaran atau mudik gratis. Posko mudik gratis akan di ditempatkan titik jalur yang dilintasi para mudik. Seperti dikatakan Ketua Divisi Tanggap Darurat DPP Partai Demokrat Umar Arsal posko mudik yang didirikan akan hadir sebelum memasuki lebaran 2014.

Tentu saja fenomena sangat menguntungkan masyarakat luas karena tak perlu mengeluarkan biaya untuk pulang kampung. Tapi sejauh mana pengaruhnya bagi perusahaan? Di lihat dari sudut aspek Penjualan tentu mudikgratis tidak menguntungkan perusahaan, tetapi perlu dilihat dari segi reputasi dan citra perusahaan di tengah masyarakat dan calon konsumen. Karena citra positif perusahaan merupakan aset perusahaan yang tak ternilai sebagai daya tarik utama bagi para pelanggan, karyawan, dan tentu saja pemodal. Sehingggga CSR dalam kemasan mudik gratis, dalam jangka panjang dapat menjadi investasi yang menguntungkan bagi perusahaan.

BERITA TERKAIT

Aksi CSR, B.Braun Indonesia Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis

NERACA Jakarta - Berkomitmen untuk melindungi dan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat di seluruh dunia, B. Braun Indonesia menyelenggarakan kegiatan penyuluhan…

Jelang Topping Off, UHR Diklaim Semakin Diminati

  NERACA Jakarta - Urban Heights Residences (UHR) yang mengusung konsep The Evolution of Urban Living, deskripsi tentang keterikatan Property…

Arief Harapkan Kerjasama Tangerang-DKI Semakin Efektif

Arief Harapkan Kerjasama Tangerang-DKI Semakin Efektif NERACA Tangerang - Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah berharap agar kerjasama dengan Pemprov…

BERITA LAINNYA DI CSR

Jangkau Luas Rumah Layak Huni - Lagi, Yayasan Intiland Gandeng Habitat

Melanjutkan kesuksesan dalam menyediakan rumah layak huni kepada masyarakat yang tidak mampu, perusahaan properti PT Intiland Development Tbk, melalui Yayasan…

Ringkan Beban Disabilitas Tuna Rungu - Mensos Serahkan 424 Alat Bantu Dengar di Sulsel

Dalam rangka memudahkan komunikasi bagi penyadang disabilitas yang kurang mampu, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menyerahkan 425 alat bantu dengar…

Menaklukan Soal Matematika - Siswa di Daerah Pun Kini Lebih Percaya Diri

Percaya atau tidak, terkadang sumpah serapah ada kalanya bisa menjadi kenyataan. Hal inilah yang menggambarkan pengalaman Adit, guru privat di…