Berburu Kuliner di Malam Hari

Sabtu, 20/08/2011

NERACA. Berburu kuliner di malam hari memang sangat menyenangkan. Apalagi di saat umat Islam menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan seperti saat ini. Pastinya, akan menambah suasana santap sahur kita. Bagi Anda yang ingin bersantap sahur, atau ingin mempersiapkan makan sahur Anda di rumah, Sate Sambas layak menjadi pilihan utama. Ya, pedagang sate yang terkenal di bilangan Blok M ini memiliki daya tarik tersendiri untuk dikunjungi pada malam hari.

Letaknya, di Jl. Panglima Polim, atau lebih tepatnya dibelakang taman Sambas Blok M. Rasanya, kawasan ini tak asing lagi di telinga penduduk Jakarta Selatan. Pasalnya, sate yang disediakan memiliki citarasa tersendiri. Dilokasi ini terdapat tiga gerai penjual sate yang kualitasnya tidak jauh berbeda. Karena, ketiganya memang telah berlakon sebagai penjual sate sejak tahun 70-an. Asal muasal nama Sate Sambas dikarenakan, mereka berdagang di sekitar taman Sambas.

Kepulan asap dari warung Sate Sambas akan mulai terlihat pada petang hingga malam hari. Jadi bukan hanya untuk berbuka saja, untuk sahur pun bisa Anda lakukan di sini. Tetapi, pada malam hari daya tarik lokasi ini mulai terlihat. Karena kalau di sore hari, pengunjungnya kebanyakan berasal dari karyawan kantor saja. Berbeda kalau malam hari, pelanggan sate Madura yang datang berasal dari berbagai lapisan masyarakat. Dari masyarakat biasa sampai kalangan artis, pengusaha, dan pejabat negara.

"Kalau sore hari yang datang adalah pekerja kantoran yang sekadar mampir sebelum meneruskan perjalanan pulang, kalau malam hari pelanggannya adalah orang-orang yang sedang menikmati suasana dan hiburan malam di kawasan Blok M. Kalau malam biasanya berombongan datang. Dan, mereka biasanya memang berniat untuk makan di Sate Sambas," ucap Bari, salah seorang pelayan.

Kalau dilihat dari tampilannya, pedagang sate Sambas tidak berbeda dengan pedagang yang berkeliling. Mereka sama-sama menggunakan grobak, yang dikelilingi sejumlah kursi plastik. Gerobak itupun hanya dipajang di emperan jalan. Uniknya, tidak ada meja di sana. Para pembelinya menikmati hidangan Sate Sambas sambil duduk di atas kursi dengan langsung memegang piringnya. Tapi jangan salah. Meski Sate Sambas terkesan ala kadarnya, Rasa kualitas sate di sini boleh dibilang jempolan. "Sate di sini enak, pertama dari potongan dagingnya yang besar, bumbunya juga tak kalah hebat," ujar Novan, salah satu pengunjung.

Bagaimana tidak, dengan mengeluarkan uang sebesar Rp. 15.000-22.000 Anda bisa menikmati nikmatnya Sate Sambas sambil mengarungi dinginnya udara malam. Makanya jangan heran, semakin larut lokasi ini akan semakin ramai disesaki pelanggan yang ingin menikmati lezatnya sate Madura khas Sambas ini.

Di mata para penggemarnya, Sate Sambas memang begitu istimewa. Menurut mereka hal yang paling istimewa adalah dari hasil bakaran sate. Meski sate tak tampak kehitaman karena gosong, daging ayam atau kambing yang berada di dalam benar-benar matang dan lembut di mulut. Belum lagi resapan bumbu yang dioleskan pada proses pembakaran dan bumbu saus kacang yang pas rasanya. Paduan rasa dan aroma yang betul-betul mantap.

Makanya, Anda harus bersabar kala ingin menyantapnya. Karena pengunjung harus rela mengantri sebelum menikmati kelezatan Sate Sambas ini. Saran dari kami, jika Anda tidak mau bersabar, rasanya jangan pernah mau mencicipi Sate Sambas. Maklum saja pengunjung yang datang ke lokasi ini terus berdatangan silih berganti. Penasaran kan? Tenang, setiap harinya Sate Sambas beroperasi dari pukul 16.30 hingga 01.00 dini hari. Nah, khusu Ramadhan jam tutupnya lebih lama lagi.