Jasa Marga Berharap Jembatan Comal Cepat Selesai

Rabu, 23/07/2014

NERACA

Jakarta - Perusahaan jalan tol milik pemerintah, PT Jasa Marga Tbk, mengaku khawatir amblesnya Jembatan Comal di Pemalang, Jawa Tengah berdampak pada kemacetan di jalan tol. Pasalnya, saat ini dampak kemacetan sudah menjangkau jarak 100 kilometer dari jembatan yang menghubungkan jalur Pekalongan-Pemalang di Jalur Pantai Utara (Pantura) ini.

Menurut Direktur Utama Jasa Marga, Adityawarman, dirinya mendapat laporan bahwa kemacetan sudah sampai di daerah Purwokerto. Dia khawatir dampak kemacetan ini akan sampai di Cirebon, Jawa Barat.

"Agak jauh sekitar 100 Km pasti berdampak yang selama ini lancar. Kita belum tahu, belum pernah kasus itu, ini vital menuju Jawa Tengah. Kondisi kerusakan ruas Jembatan Comal ini semoga dapat diselesaikan besok (Kamis, 24/7) untuk arus mudik. Sedangkan arus balik arah menuju Jakarta belum diselesaikan," ujar Adityawarman di Jakarta, Senin (21/7).

Lebih lanjut dirinya menuturkan, kenaikan calon pemudik pada tahun ini diperkirakan tipis sebesar 5,17% atau 2,317 juta dari tahun sebelumnya yang sebanyak 2,204 juta. Kenaikan ini dikarenakan lalu lintas darat seperti kereta api sudah membaik seiring dengan adanya jalur ganda atau double track serta penambahan gerbong.

Selain itu, kenaikan ini merupakan kenaikan jumlah kendaraan di gerbang-gerbang tol yang dilintasi kendaraan pemudik ke arah Jawa Tengah. Gerbang Tol tersebut seperti GT Sadang, GT Cikopo dan GT Ciperna Utama.

Oleh karena itu, untuk menghadapi arus mudik lebaran kali ini, Jasa Marga telah melakukan persiapan, mulai H-7 sebelum Idul Fitri sampai dengan H+7 pasca Lebaran, jalur Jalan Tol Cikampek akan beroperasi sebagai jalur keluar dengan 14 gardu transaksi.

Jumlah kendaraan yang akan melintas di ruas tol ini diprediksi akan meningkat 87,68% menjadi 123 ribu kendaraan perhari selama arus mudik, dibanding hari biasanya yang rata-rata 65.538 kendaraan per harinya.

"Pada kondisi puncak arus mudik tahun lalu,jumlah kendaraan yang melinta di GT Cikarang Utama (entrance) arah cikampek mencapai 106.867 kendaraan. Jadi tahun ini kami perkirakan akan naik 15,1% menjadi sekitar 123 ribu kendaraan," lanjut Adityawarman.

Guna memperlancar arus mudik,Jasa Marga telah menyiapkan tiga jalur alternatif yang bisa dipergunakan untuk arus mudik dan balik. Jalur pertama meliputi Jakarta, Cikampek, Pamanukan, Jatibarang, dan Cirebon.

Jalur kedua yang merupakan jalur tengah melintasi Jakarta, Dawuan Junction, Jalan Tol Sadang-Subang, Cikamurang, Kadipaten, dan Cirebon. Sementara jalur ketiga, jalur selatan meliputi Jakarta, Cipularang, Padalarang Barat, Cileunyi, Sumedang, Kadipaten, dan Cirebon.

"Jasa Marga akan memberikan layanan terbaik kepada para pemudik,sehingga mereka bisa sampai ke tujuan guna merayakan Lebaran bersama keluarganya dengan sehat dan selamat," tandasnya. [ardi]