Penjualan Agung Podomoro Turun 5,37%

Kinerja Semester Pertama

Rabu, 23/07/2014

NERACA

Jakarta –Emiten properti, PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) mencatatkan penurunan penjualan selama semester pertama tahun ini turun 5,37% menjadi Rp 2,29 triliun jika dibandingkan dengan penjualan priode yang sama tahun lalu Rp 2,42 triliun. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Disebutkan, penurunan tersebut mendorong penurunan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk menjadi Rp355,2 miliar atau mengalami penurunan sektar 20,61% dari Rp447,4 miliar pada semester I-2013. Kendati demkian, perseroan membukukan pertumbuhan pendapatan berulang sebesar 33,3% terhadap periode yang sama tahun lalu dengan memberikan kontribusi sebesar 28,2% dari total penjualan dan pendapatan usaha pada semester I 2014. Pada semester I tahun 2013, kontribusi dari pendapatan berulang mencapai 20%.

Pertumbuhan pendapatan berulang utamanya didukung peningkatan kinerja dari Central Park, Emporium Pluit dan Hotel Amaris Thamrin City, serta mulai berkontribusinya Baywalk Mall dan Sofitel Bali Nusa Dua Beach Resort yang diluncurkan pada kuartal IV-2013. Pada tahun ini perseroan menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp5,7 triliun. Sebagian akan berasal dari penerbitan obligasi sedangkan sisanya dari marketing sales.

Sekedar informasi, emiten properti ini sebelumnya berencana menerbitkan obligasi sebesar Rp750 miliar dengan kupon 12,25% dan tenor lima tahun. Direktur Keuangan APLN, Cesar M Dela Cruz mengungkap, dana tersebut akan digunakan untuk membiayai sejumlah proyek dan atau mengakuisisi lahan baru.“Kami telah menunjuk tiga penjamin emisi dalam penerbitan obligasi tersebut, yakni Indo Premier Securities, Mandiri Securities dan CIMB Securities,”kata Cesar.

Belum lama ini, bisnis properti perseroan berkembang pesat dengan diakuisisinya sebidang tanah di Chinatown, Jakarta pada Desember 2013. Dijelaskan, perseroan telah menandatangani perjanjian jual bersyarat dan perjanjian jual beli untuk mengakuisisi 69% saham PT Wahana Sentra Sejati (WSS) dengan investasi sekitar Rp166 miliar.

Sementara PT Pandega Citraniaga (PCN), anak perusahaan APLN juga melakukan ground breaking untuk memulai pembangunan proyek Borneo Bay Residences di atas lahan seluas 5 ha. Proyek ini akan memiliki dua menara, yakni Kartanegara dan Marthadipura Mansion.

Anak usahanya, PT Bali Perkasa Sukses menggandeng InterContinental Hotels Group (IHG) untuk menggarap Hotel Indigo Bali Seminyak di Indonesia. Hotel dengan 280 kamar itu akan menjadi yang pertama untuk brand Indigo di Pulau Bali. Untuk meningkatkan penjualannya, Agung Podomoro juga melakukan penetrasi pasar ke wilayah Surabaya. Hal ini disebut-sebut tidak lepas dari pengembangan lima proyek prestisius di Metro Park, Jakarta, Vimala Hills Resort di Kawasan Bogor, Borneo Bay Superblok di Balikpapan dan Orchad Park di Batam.

Dengan adanya kantor pemasaran ini, setidaknya warga Surabaya dan Jatim ingin mendapatkan informasi soal properti tidak harus datang ke Jakarta. APLN berharap, pembukaan kantor cabang di Surabaya yang menggandeng agen penjualan properti, Pro/Max, bisa lebih banyak merangkul konsumen Jatim bahkan Indonesia Timur. “Ini hanya kantor marketing cabang kami, tapi kami belum membangun produk di Jatim, tapi minat. Untuk melakukan pengembangan di Jatim memang ada, tapi belum sekarang,” paparnya. (bani)