Bank DKI Berhasil Cetak Laba Rp477 Miliar

Rabu, 23/07/2014

NERACA

Jakarta - PT Bank DKI kembali mencetak pertumbuhan kinerja mengesankan sepanjang Januari-Juni 2014. Hal itu terlihat dari perolehan laba pada Juni 2014 yang tercatat mencapai Rp477 miliar, meningkat 15,5% dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp413 miliar.

Direktur Utama Bank DKI, Eko Budiwiyono, menjelaskan bahwa pertumbuhan laba tersebut didorong oleh laba operasional yang meningkat 23,16% dari Rp380 miliar pada Juni 2013 menjadi Rp468 miliar per Juni 2014. “Pendorong utama laba operasional ini adalah pendapatan bunga bersih Bank DKI yang pada Juni 2014 mencapai RpRp906 miliar, tumbuh 23,27% dari periode Juni 2013 yang sebesar Rp735 miliar,” kata dia, saat paparan kinerja Bank DKI di Jakarta, Senin (21/7).

Pendapatan bunga yang tinggi juga sejalan dengan komitmen Bank DKI dalam menjalankan fungsi intermediasi yang baik. Tercatat keberhasilan Bank DKI dalam menyalurkan kredit selama Januari-Juni 2014 sebesar Rp21,49 triliun dengan porsi kredit untuk segmen produktif di atas 50%. Kinerja kredit tersebut tumbuh signifikan hingga mencapai 31,12% dari periode Juni 2013 senilai Rp16,39 triliun.

Eko menegaskan, peningkatan kinerja kredit menunjukkan tingkat kepercayaan nasabah kepada Bank DKI dalam mengelola dana mereka. Adapun dana nasabah (dana pihak ketiga/DPK) yang dipercayakan ke Bank DKI hingga Juni2014 mencapai Rp23,46 triliun, tumbuh 6.89% dari periode yang sama pada 2013.

Komposisi DPK Bank DKI antara lain didominasi oleh deposito yang mencapai 46,39% atau Rp10,89 triliun, tumbuh 5,52% dari total deposito Juni 2013 senilai Rp10,32 triliun. Portofolio giro mengikuti dengan besaran mencapai Rp8,73 triliun atau 37,21% dari total DPK, meningkat 8,22% dari total giro Juni 2013 yang mencapai Rp8,07 triliun. Terakhir adalah tabungan dengan besaran Rp3,85 triliun atau 16,40% dari total DPK, tumbuh 7,88% dari saldo tabungan per Juni 2013 yang mencapai Rp3,56 triliun.

Optimistis target laba tercapai

Pertumbuhan kredit yang lebih signifikan dari pertumbuhan DPK mendorong rasio LDR Bank DKI per Juni 2014 di kisaran 85,65%. Kendati demikian, Eko menyatakan bahwa Bank DKI tetap menerapkan manajemen kredit yang teliti dan ketat sehingga pertumbuhan kredit yang signifikan ini juga dibarengi oleh menurunnya rasio kredit bermasalah (NPL).

“NPL Grosspada Juni 2014 tercatat turun menjadi 2,50% dari posisi 3,61% per Juni 2013. RasioNPL Nettjuga dipangkas menjadi 1,68% per Juni 2014 dari posisi 2,71% per Juni 2013,” jelasnya. Pengelolaan kinerja keuangan yang baik pada akhirnya mendorong peningkatan aset Bank DKI per Juni 2014 mencapai Rp33,48 triliun, atau tumbuh 16,90% jika dibanding periode Juni 2013 yang masih Rp28,64 triliun.

Oleh karena itu, dengan pencapaian kinerja paruh pertama 2014 yang sangat baik ini dirinya optimistis mampu mencapai target laba di akhir 2014 menjadi Rp1 triliun.Keyakinan ini terutama dengan adanya dukungan pemegang saham berupa penambahan modal disetor dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebesar Rp1 triliun, sehingga total modal disetor menjadi Rp2,93 triliun.

Adapun posisi CAR Bank DKI per Juni 2014 adalah 18,45%. Dukungan likuiditas yang kuat ini membuat Bank DKI siap bersaing dan semakin kuat di masa datang. Bank DKI saat ini juga sedang mempersiapkan peluncuran mobile banking and internet banking yang saat ini sedang menanti ijin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). [kam]