Elnusa Kantungi Kontrak Baru Rp 430 Miliar

Rabu, 23/07/2014

NERACA

Jakarta – PT Elnusa Tbk (ELSA) mengklaim telah memperoleh kontrak baru hingga mencapai sebesar Rp430 miliar sampai dengan semester I-2014 ini. Disebutkan, sebagian kontrak baru tersebut berasal dari kontrak driling and oilfield services (dos),” Sebagian besar kontrak yang kami miliki itu berasal dari kontrak driling and oilfield services (dos) sebagian lagi dari kontrak jasa seismik,”kata Investor Relation Elnusa, Rifqi Prasetyo di Jakarta, kemarin.

Menurut Rifqi, pada 2014 ini perseroan menargetkan dapat memperoleh kontrak baru hingga sebesar US$ 600 juta. Meski begitu, Rifqi melanjutkan bahwa perseroan pada tahun ini kemungkinan memprediksikan pendapatannya akan naik tipis dibandingkan pada 2013 lalu.“Tahun ini revenue kita akan flat, kalau pun naik hanya sedikit tidak banyak,” terangnya.

Tercatat, pada 2013 lalu, pendapatan ELSA sebesar Rp4,11 triliun turun dibandingkan pendapatan selama 2012 yang sebesar Rp4,7 triliun. Sementara, laba bersih 2013 sebesar Rp238 miliar atau naik 86% dibandingkan pada 2012 senilai Rp127,9 miliar.

Sebagai informasi, perseroan yang juga anak usaha PT Pertamina (Persero) berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp918 miliar pada kuartal pertama tahun ini. Dengan pendapatan tersebut menghasilkan laba bersih sebesar Rp 54,2 miliar,”Perolehan laba perseroan mengalami pertumbuhan 56% atau dari Rp34,7 miliar menjadi Rp54,2 miliar. Pencapaian ini merupkan komitmen performa bisnis pada jasa hulu migas,”kata VP of Corporate Secretary Elnusa, Fajriah Usman.

Dia juga mengungkapkan, utang Elnusa turun tipis. Utang tersebut dinilai termasuk cukup besar untuk menjalankan aksi korporasi. Padahal, utang perseroan pada 2011 termasuk melesat tinggi sebesar Rp1 triliun, “Pada kuartal pertama ini, perseroan mencatatkan utang mencapai Rp545 miliar. Angka ini turun sekitar 43% dibandingkan periode sama tahun lalu, utang kami sebesar dari Rp945 miliar,”ujarnya.

Disamping itu, realisasi belanja modal atau capital expenditure (capex) pada kuartal pertama 2014 sebesar US$50 juta atau 41,66% dari total belanja modal tahun ini mencapai US$ 120 juta atau sekitar Rp 1,2 triliun. Disebutkan, dana sebesar US$ 50 juta telah dibangun untuk membangun Driling dan Oilfeild Services (DOS).

Kata VP Corporate Finance, Aditya Dewobroto, anggaran belanja modal tahun ini naik 365% dari realisasi capex tahun lalu yang hanya sebesar Rp328 miliar,”Dana capex ini akan digunakan sebesar Rp400 miliar untuk bisnis baru perseroan, DOS Rp550 miliar, geosciences sebesar Rp200 miliar dan subsidiaries Rp50 miliar. Adapun untuk pendanaanya sendiri akan diperoleh dari kas internal perseroan dan pinjaman dari beberapa bank,”ungkapnya.

Dari belanja modal tersebut, Elnusa juga akan mendanainya untuk ekspansi bisnis ke biodiesel dengan rencana mengakuisisi perusahaan yang bergerak di bidang pengelolaan biodiesel. Vice President New Venture PT Elnusa Tbk, Sri Nirbito pernah bilang, perseroan telah menyiapkan dana sekitar US$ 15 juta untuk mengakuisisi perusahaan pengolahan biodiesel. Dimana dana akuisisi termasuk dalam penyediaan belanja modal perusahaan pada tahun ini sebesar Rp1,2 triliun,”Saat ini kami sedang melakukan studi kelayakan,”ujarnya. (bani)