Tiga Poin Utama Ditunggu Investor - Pemimpin Baru Terpilih

NERACA

Jakarta - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, Mahendra Siregar, menilai pengumuman KPU memang sudah ditunggu oleh para investor. Namun, lebih daripada itu adalah kebijakan apa yang bisa diambil dalam jabatannya.

Ia menjelaskan, ada tiga tahapan yang menjadi pandangan dari investor. Pertama adalah berjalannya proses pemilu atau pilpres. Tahapan ini yang tengah berlangsung pada hari ini. "Pertama adalah apakah prosesnya berjalan baik. Tahap hari ini kan kita dalam kerangka itu," katanya di Jakarta, Selasa (22/7).

Kedua adalah bagaimana proses pembentukan kabinet. Karena menurutnya lewat hal tersebut dapat diproyeksikan arah kebijakan yang berpengaruh besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. "Apakah kemudian hasil dari proses yang baik itu juga menghasilkan kepemimpinan dan katakanlah kabinet yang mampu mendorong terus pertumbuhan," jelasnya.

Ketiga adalah kebijakan ini tersebut dapat berjalan atau tidak. Investor, kata Mahendra akan terus memantau setiap kebijakan yang dihasilkan. "Ketiga adalah apakah hasilnya juga baik. Jadikan tidak bisa hasilnya semata-mata lalu terus selesai semua masalah ke depan," sebut Mahendra.

Secara keseluruhan, Mahendra menambahkan kebutuhan investor adalah kepastian ekonomi yang stabil dalam jangka panjang. Terutama untuk investasi langsung ataudirect investment. "Kalau investasi langsung biasanya tidak lihat dari hari ke hari tapi lihat dari fundamental perekonomian kita yang tetap solid," terangnya.

Sama halnya Mahendra, Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia Firmanzah mengatakan, tertib dan terkendalinya stabilitas politik, keamanan dan ketertiban semasa kampanye merupakan pertanda berjalan baiknya pembangunan ekonomi suatu negara, ada beberapa faktor yang mendasari pendapatnya. Pertama, dengan hadirnya presiden dan kabinet baru akan meningkatkan ekspektasi dari masyarakat dan dunia usaha.

“Presiden dan kabinet baru dipastikan mengusung tema perubahan dan perbaikan dari periode sebelumnya. Selain itu juga, presiden dan kabinet baru akan berusaha sekuat tenaga mewujudkan janji-janji politik semasa kampanye Pilpres,” jelas Firmanzah.

Kedua, lanjut Firmanzah, terjaganya situasi aman dan tertib akan semakin meningkatkan kepercayaan investor terhadap perekonomian Indonesia. Ia mengingatkan, investor baik di pasar modal maupun sektor riil sangat sensitif terhadap stabilitas politik karena dapat mengganggu perencanaan dan imbal balik investasi mereka. “Terlebih investasi di sektor riil dan infrastruktur yang bersifat jangka panjang,” tuturnya.

Ketiga, tegas Staf Khusus Presiden bidang Ekonomi dan Pembangunan itu, dengan terjaganya situasi aman dan tenang selama Pilpres maka akan semakin menegaskan bahwa Indonesia menjadi negara tujuan investasi penting di Asia-Pasifik.

Menurut Firmanzah, seiring dengan semakin membesarnya jumlah kelas menengah, kebijakan industrialisasi dan hilirisasi, pembangunan infrastruktur serta strategi pengelolaan inflasi yang terpadu akan mendorong ke dua sisi aspek ekonomi baik dari sisi permintaan maupun pasokan.

“Capital-inflowbaik untuk pasar modal maupun investasi juga diprediksi akan semakin meningkat. Hal ini juga diperkuat dengan komitmen yang tinggi dari Pemerintah untuk terus menjaga fundamental perekonomian nasional,” ujar Firmanzah.Karena itu, Firmanzah mengharapkan, siapapun presiden terpilih harus kita dukung bersama karena dihasilkan dari proses yang demokratis. [agus]

BERITA TERKAIT

Tiga Penyebab Rupiah Menguat

      NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) mengungkapkan tiga penyebab nilai tukar rupiah menguat dalam waktu relatif…

Investor Pasar Modal di Kalsel Capai 22,26%

Direktur Pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 9 Kalimantan, M Nurdin Subandi mengatakan, jumlah investor pasar modal di Kalimantan Selatan…

BEI Catatkan Rekor Baru Emiten Terbanyak

NERACA Jakarta – Tahun 2018 menjadi catatan sejarah bagi PT Bursa Efek Indonesia (BEI). Pasalnya, sepanjang tahun ini ada 50…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Tol Trans Jawa, Jakarta-Surabaya Ditempuh 10 Jam

    NERACA   Surabaya - Waktu tempuh antara Jakarta ke Surabaya yang berjarak 760 kilometer dapat ditempuh paling lama…

93 Juta Sedotan Digunakan Setiap Harinya

    NERACA   Jakarta - Sebanyak 93 juta batang sedotan plastik digunakan dalam sehari di seluruh Indonesia yang akan…

Sebelum ERP Diterapkan, Ganjil Genap Tetap Berlaku

      NERACA   Jakarta - Kepala Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Bambang Prihantono menyatakan kebijakan ganjil-genap akan terus belaku…