Jasa Marga Bukukan Laba Tumbuh 6,6% - Kinerja Semester Pertama

NERACA

Jakarta – Pada semester pertama tahun ini, emiten operator jalan tol PT Jasa Marga Tbk (JSMR) membukukan kenaikan laba bersih sebesar 6,6% menjadi Rp811,59 miliar dibanding periode yang sama tahun sebelumnya Rp761,31 miliar. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Disebutkan, naiknya laba tersebut didukung melonjaknya pendapatan usaha mencapai 5,67% menjadi Rp4,49 triliun dibanding periode yang sama tahun lalu Rp4,76 triliun. Pendapatan usaha perseroan dikontribusi dari pendapatan tol sebesar Rp3,17 triliun, naik 14.03% dibanding semester I tahun lalu Rp2,78 triliun; pendapatan konstruksi Rp1,05 triliun menyusut 42,31% dari Rp1,82 triliun; pendapatan usaha lainnya Rp259,19 miliar meningkat 67,47% dibanding periode yang sama tahun lalu Rp154,77 miliar.

Sementara pada enam bulan pertama tahun ini, operator jalan tol tersebut berhasil menekan beban sekitar 12,65% menjadi Rp2,9 triliun dibanding semester I/2013 sebesar Rp3,32 triliun. Menurunnya total beban tersebut dikontiribusi dari berkurangnnya beban konstruksi menjadi Rp1,04 triliun dari Rp1,8 triliun dan beban lain-lain dari Rp30,78 miliar menjadi Rp14,67 miliar.

Laba usaha persreoan tercatat naik 10,42% menjadi Rp1,59 triliun dari semester I tahun lalu Rp1,4 triliun. Sedangkan laba tahun berjalan naik 1,36% menjadi Rp740,72 miliar dari Rp730,81 miliar. Sementara laba per saham meningkat menjadi Rp119,35 dari Rp111,96 per lembar. Pukul 14.25 WIB, harga saham perseroan di level Rp6.325 per lembar atau menurun 75 poin dibanding penutupan sore kemarin di level Rp6.400 per lembar.

Adapun total aset perusahaan plat merah ini pada akhir Juni 2014 menjadi Rp29,87 triliun, dengan total utang Rp18,77 triliun. Angka tersebut meningkat dibanding akhir tahun lalu, di mana aset perusahaan Rp28,37 triliun, dengan total utang Rp17,5 triliun.

Tahun ini perseroan menargetkan perolehan pendapatan dari bisnis tolnya sebesar Rp7 triliun. Angka ini tumbuh sekitar 23,23% jika dibandingkan dengan perolehan akhir tahun lalu yang diproyeksikan mencapai sebesar Rp5,68 triliun. “Ini target pendapatan usaha Jasa Marga hanya di tol saja atau di luar pendapatan dari lini konstruksi,” kata Direktur Utama Jasa Marga, Adityawarman.

Menurut dia, peningkatan pendapatan ini tentunya akan didukung dengan beroperasinya beberapa ruas tol baru pada tahun depan. “Kita akan mengoperasikan lima ruas tol baru sepanjang 47,3 kilo meter (km). Kelima ruas tol baru tersebut adalah JORR W2 Utara Ruas Kebon Jeruk-Ulujami, Bogor Ring Road RuasKedunghalang-Kedungbadak, Semarang-Solo Ruas Ungaran-Bawen, Gempol-Pandaan, dan Gempol-Pasuruan Ruad Gempol-Rembang,” ujarnya.

Adityawarman juga mengaku, volume lalu lintas di ruas tol yang dikelola perseroan dan anak usaha diproyeksikan hingga akhir tahun ini akan mencapai 1,25 miliar kendaraan. Volume kendaraan tersebut di beberapa ruas jumlahnya relatif lebih besar dibandingkan dengan kapasitas standar. (bani)

BERITA TERKAIT

Waspadai Upaya KKB Ganggu Kinerja Pemerintah di Papua

  Oleh:  Aditya Pratama, Mahasiswa Universitas Indonesia Keberadaan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) diperkirakan akan menjadi  penghambat bagi pembangunan di wilayah…

Sentimen Positif Rupiah Topang Kinerja IHSG

NERACA Jakarta – Mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (15/1), indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup menguat…

PROYEKSI KINERJA BPOM 2019

kiri ke kanan. Sekertaris Utama  BPOM Elin Herlina,  Ketua BPOM Penny. K. Lukito, Plt Deputi 4 BPOM  Hendri Siswadi, Inspektur…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Penetrasi Pasar di Luar Jawa - Mega Perintis Siapkan Capex Rp 30 Miliar

NERACA Jakarta – Rencanakan membuka 20 gerai baru tahun ini guna memenuhi target penjualan sebesar 14%-15% menjadi Rp 509 miliar,…

Lagi, Aperni Jual Kapal Tidak Produkif

Dinilai sudah tidak lagi produktif, PT Arpeni Pratama Ocean Line Tbk (APOL) resmi mendivestasi aset perusahaan berupa kapal, yaitu kapal…

Rig Tender dan Petrus Sepakat Berdamai

Perkara hukum antara PT Rig Tenders Indonesia Tbk (RIGS) dengan PT Petrus Indonesia akhirnya menemui kata sepakat untuk berdamai. Dimana…