Laba Bersih Tigaraksa Turun 13,87% - Pencapaian di Semester Pertama

NERACA

Jakarta – Sampai dengan semester pertama tahun ini, PT Tigaraksa Satria Tbk (TGKA) mencatat penurunan laba bersih sekitar 13,87% menjadi Rp82 miliar dibanding priode yang sama tahun lalu sebesar Rp95,2 miliar. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Disebutkan, tergerusnya laba tersebut akibat meningkatnya beban, meski pendapatan mengalami kenaikan. Pendapatan perseroan pada akhir Juni 2014 tercatat sebesar Rp4,54 triliun. Angka ini naik 16,11% dibanding akhir Juni tahun lalu senilai Rp3,91 triliun.

Namun naiknya pendapatan diikuti beban pokok penjualan sekitar 16,57% menjadi Rp4,08 triliun dari Rp3,5 triliun. Selain itu, beban usaha meningkat menjadi Rp340,24 miliar dari Rp288,79 miliar. Beban usaha tersebut berasal dari beban penjualan yang bertambah menjadi Rp238,77 miliar dari Rp221,79 miliar, beban bunga dan provisi bank menjadi Rp39,8 miliar dari Rp26,2 miliar. Sementara pendapatan operasi lainnya merosot hanya Rp898 juta dari Rp24,94 miliar.

Adapun laba tahun berjalan perseroan tercatat naik menjadi Rp84,12 miliar dari Rp98,23 miliar. Sedangkan laba bersih per saham susut menjadi Rp89,29 dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp103,64 per lembar. Jumal aset perusahaan per akhir Juni 2014 sebesar Rp2,66 triliun dengan total utang Rp2 triliun. Jumlah tersebut naik dibanding akhir tahun lalu, di mana total aset sebesar Rp2,47 triliun dengan total utang Rp1,83 triliun.

Sebagai informasi, tahun ini perseroan menargetkan pertumbuhan pendapatan di atas 10% dengan berbekal penambahan principal baru di sektor kesehatan. Namun sayangnya, perseroan belum bisa menyebutkan detail dari target pertumbuhan guna menghindari aksi beli saham oleh orang dalam atau insider trading.

Presiden Direktur Tigaraksa Satria Siannie Widjaja mengatakan, yang jelas, perusahaan optimistis target tersebut tercapai. Paling tidak, berkaca dari capaian kuartal I-2014, kinerja perusahaan masih di jalur yang diharapkan, “Pendapatan kuartal I-2014 Rp 2,16 triliun, atau tumbuh 17,39% dari pendapatan kuartal I-2013. Laba bersih juga masih tumbuh 10,68% menjadi Rp 34,3 miliar,”ungkapnya.

Di periode ini, barang konsumsi menyumbang 93% terhadap total pendapatan. Menyusul, pendapatan dari anak usaha perusahaan, PT Blue Gas Indonesia yang berkontribusi sebesar 5%. Ada dua katalis pertumbuhan pendapatan. Pertama, peningkatan volume penjualan sebesar 4%-5%. Kedua, peningkatan harga jual 5%-6%. Nah, selanjutnya di tahun ini, Tigaraksa memberikan sinyal peningkatan harga jual lebih tinggi lagi, yakni 8%-9%. "Karena di tahun 2014, rupiah terdepresiasi hingga 20%-25%," kata Siannie. (bani)

BERITA TERKAIT

Matahari Bakal Rights Issue di Kuartal Pertama - Danai Pengembangan Bisnis

NERACA Jakarta – Dalam rangka mendanai ekspansi bisnisnya, PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) mendapat persetujuan dari pemegang saham untuk…

Laba Bayu Buaya Tumbuh 17% di 2017 - Berkah Pertumbuhan Pariwisata

NERACA Jakarta – Melesatnya pertumbuhan industri pariwisata di dalam negeri sepanjang 2017 kemarin,  memberikan dampak positif terhadap kinerja PT Bayu…

BJB Bukukan Laba Rp1,6 triliun

  NERACA Jakarta - Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (Bank BJB) membukukan laba bersih sebesar Rp1,6 triliun…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Minat Asuransi Meningkat - Zurich Buka Agen di Yogyakarta dan Jateng

NERACA Yogyakarta -Perluas penetrasi pasar asuransi di dalam negeri, perusahaan asuransi jiwa terkemuka di Indonesia Zurich membuka kantor keagenan keduanya…

Nusantara Infrastructure Bagikan Dividen

NERACA Jakarta - Berkah mencatatkan kinerja keuangan yang positif, PT Nusantara Infrastructure Tbk (META) berencana untuk memberikan deviden kepada para…

Metrodata Tuntaskan Merger Anak Usaha

PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL) merampung merger dua entitas bisnis anak usahanya yakni PT Logicalis Metrodata Indonesia (LMI) dengan PT…