Cara Bijak Menjaga Asupan Air Saat Puasa

Puasa Sehat, Rutinitas Lancar

Rabu, 23/07/2014

NERACA

Jakarta – Menjalani ibadah puasa sebulan penuh di bulan Ramadhan ini bukan lagi menjadi hambatan atau tantangan bagi seseorang untuk melaksanakan rutinitas sehari-hari. Pasalnya, dengan tetap menjaga kesehatan, konsumsi vitamin, tidur yang cukup dan minum air putih secukupnya menjadi solusi tepat untuk tetap fit dalam melaksanakan pekerjaan kantor.

Menjaga kesehatan tubuh saat berpuasa memang harus diperhatikan. Karena ketika bulan Ramadhan datang dan menjalani puasa, kita banyak mengalami perubahan dalam pola hidup dan pola makan. Menjalani puasa Ramadhan memang sudah wajib hukumnya, akan tetapi kita juga harus tetap menjaga kesehatan ketika puasa agar jangan sampai sakit ketika hari raya tiba.

Agar aktivitas pada bulan puasa dapat berjalan normal seperti hari-hari biasa, kita harus menerapkan pola puasa yang sehat. Terutama pola makan ketika sahur dan berbuka. Dengan pola makan yang sehat, tubuh akan tetap bugar meskipun berpuasa seharian, salah satu yang tidak boleh diremehkan adalah pola konsumsi air putih saat berpuasa. Terlebih suhu cuaca panas di saat bulan puasa, menjadi tantangan bagaimana aktifitas sehari-hari tetap berjalan normal tanpa terganggu akibat kekurangan cairan atau dehidrasi.

Setiap hari, kata ahli gizi yang juga Ketua Indonesian Hydration Working Group (IHWG) Saptawati Bardosono, tubuh kehilangan air sebanyak dua liter, sehingga cairan itu juga harus diganti dengan cara minum air sebanyak 2 liter atau 8 gelas per hari, “Bila tak diwaspadai, tubuh bisa kekurangan asupan air dan nutrisi yang dibutuhkan, sehingga rentan terhadap berbagai gangguan kesehatan,”ungkapnya.

Dirinya menjelaskan, pada dasarnya kebutuhan normal air minum pada orang dewasa saat puasa sama seperti saat tidak berpuasa. Masalahnya, hanya menggeser waktu saja, “Jika selama puasa dari pagi, siang sampai petang tidak minum, maka kebutuhan harus dipenuhi pada malam harinya," ujarnya.

Yang harus diingat juga, katanya, jumlah konsumsi air putih tidak dapat digantikan dengan jenis minuman lain yang biasanya meningkat selama bulan Ramadan. Danone Aqua, pelopor air minum dalam kemasan memberikan pola mengaturan minum air putih sebanyak 8 gelas per hari dengan pola 2+4+2. Maksudnya 2 gelas minum air putih waktu berbuka, 4 gelas minum air putih waktu makan malam sampai menjelang tidur dan 2 gelas waktu sahur.

“Saat ini banyak anggapan bahwa sangat sulit menerapkan pola hidup sehat selama berpuasa. Namun hal itu dapat dipermudah dengan pemahaman tepat serta penerapan pola sederhana untuk tetap mengkonsumsi air putih 8 gelas setiap hari dengan pola Aqua 2+4+2. Minumlah 2 gelas air putih saat berbuka, 4 gelas saat makan malam hingga menjelang tidur, dan 2 gelas saat sahur,” kata Health Marketing Director Danone Aqua, dr. Pradono Handojo.

Menurutnya, dengan pola 2+4+2, jumlah air putih yang masuk dapat diatur secara proporsional. Angka 4 gelas bukan berarti minum 4 gelas secara sekaligus, namun dibagi pada saat sebelum, saat, dan setelah makan malam hingga menjelang tidur.

Namun perlu pula diperhatikan, minum dalam jumlah banyak secara sekaligus juga tidak dianjurkan, karena dapat menyebabkan pengenceran darah dan menyebabkan kondisi hiponatremia (kadar natrium dalam darah turun dari normal), sehingga tidak baik bagi kesehatan. Oleh sebab itulah, perlu mengatur jumlah air minum per gelas yang aman dikonsumsi selama waktu berbuka hingga sahur.

Pradono menambahkan, selain memperhatikan pola minum air putih saat berpuasa juga minimalkan konsumsi kopi, teh, alkohol dan minuman bersoda karena jenis-jenis minuman tersebut meningkatkan pengeluaran kemih serta mengundang rasa haus. Selain itu, perbanyak konsumsi buah saat berbuka, sayuran berkuah saat makan malam atau sahur.

Hal lainnya, hindari bekerja dan berolahraga di bawah terik matahari, serta kurangi olahraga berat yang menguras keringat, “Jika terpaksa, tambahlah konsumsi air minum 2-3 gelas di malam hari saat diperkenankan minum,”ungkapnya.

Begitu pentingnya menjaga asupan air minum saat berpuasa, maka pola konsumsi air mineral yang tepat 2+4+2 perlu diedukasi kepada masyarakat luas. Hal ini dimaksudkan agar masyarakat jadi tahu bagaimana tetap menjaga kesehatan di kala puasa sehari penuh dengan menerapkan pola minum air putih secara benar.

Ya, kebutuhan tubuh akan cairan memang tak bisa dibantah. Cairan penting dalam memelihara keseimbangan serta proses metabolisme tubuh. Bila asupan cairan ke dalam tubuh tak seimbang dengan pengeluaran, maka dipastikan akan mengalami gangguan atau dehidrasi. Dalam memenuhi kebutuhan cairan, sebaiknya pilihlah minuman yang baik dan tak menimbulkan risiko bagi kesehatan. Salah satu yang terbaik tentunya adalah air putih, meski faktanya cairan ini kalah populer ketimbang minuman beraroma dan beraneka rasa yang beredar di pasaran.

Kemudian untuk memastikan kecukupan asupan air dalam tubuh, lakukan pengecekan warna urin secara rutin untuk mengetahui status hidrasi selama bulan Ramadan. Lewat metode pemeriksaan urin sendiri (PURI),dapat membandingkan warna urin dengan warna grafik pada stiker PURI yang akan menunjukkan apakah tubuh sudah terhidrasi dengan baik atau membutuhkan tambahan cairan.