Eximbank Terbitkan Obligasi Berkelanjutan Rp500 Miliar

Selasa, 22/07/2014

NERACA

Jakarta - Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank pada 18 Juli 2014 lalu telah menerbitkan Obligasi Berkelanjutan Indonesia Eximbank II Tahap II Tahun 2014 dengan nilai emisi sebesar Rp500 miliar. Dalam hal ini yang bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi adalah PT Bahana Securities.

Berdasarkan keterangan resminya di Jakarta, Senin (21/7), obligasi ini merupakan realisasi dari Penawaran Umum Berkelanjutan II yang secara keseluruhan ditargetkan sebesar Rp24 triliun, di mana jumlah tersebut telah mendapatkan pernyataan efektif dari OJK pada 23 Mei 2014.

Obligasi yang baru diterbitkan ini bertenor 3 tahun dengan tingkat kupon sebesar 9,25% p.a. obligasi tersebut diterbitkan sebagai salah upaya untuk menjangkau investor ritel dengan menjadikannya sebagai underlying reksa dana. Hal ini sejalan dengan upaya Indonesia Eximbank untuk memperluas basis investor surat utang yang diterbitkan Indonesia Eximbank.

Obligasi ini memperoleh peringkat idAAA stable outlook dari Pefindo. Peringkat tersebut diperoleh karena kuatnya dukungan Pemerintah terhadap kecukupan permodalan sebagaimana tertuang dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2009, posisi yang kuat di segmen kredit ekspor, dan tingkat permodalan yang sangat kuat.

Penerbitan obligasi yang dilakukan Indonesia Eximbank merupakan salah satu sumber dana untuk mendukung ekspansi pembiayaan aktiva produktif dalam bentuk pembiayaan ekspor yang pada gilirannya diharapkan akan mendukung pengembangan ekspor nasional.

Pendanaan dari penerbitan obligasi sangat sesuai dengan karakteristik pembiayaan ekspor yang lebih diarahkan pada pembiayaan berjangka waktu menengah dan panjang. Dengan telah diterbitkannya obligasi ini pada 18 Juli 2014 outstanding obligasi rupiah Indonesia Eximbank mencapai sebesar Rp13,10 triliun.

Melampaui lima tahun

Sebelumnya, Direktur Utama Indonesia Eximbank, I Made Gde Erata menuturkan, rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) Indonesia Eximbank di 2014 kini telah melampaui target. Dari segi aset Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) itu per 16 Juli lalu, telah mencapai Rp56,96 triliun dari target Rp54 triliun di 2014.

"Aset kami sudah melampaui target lima tahun," ujarnya, kemarin. Jika dibanding tahun lalu atau per Desember 2013, lanjut Erata, pertumbuhan aset Eximbank hingga kini telah mengalami pertumbuhan sebesar 23%, atau dengan kata lain aset Indonesia Eximbank tumbuh menjadi Rp56,96 triliun. Karena Desember tahun lalu aset mereka berada di angka Rp46,5 triliun.

"Kami kira aset untuk pembiayaan sampai Desember masih mencukupi. Aset kita naik, di tahun lalu Rp46 triliun, sekarang tumbuh sekitar 23% menjadi Rp56 triliun," kata dia. Sedangkan dari segi pembiayaan ekspor, dikatakan Erata juga telah melampaui target. Dimana hingga 16 Juli kemarin Indonesia Eximbank telah menggelontorkan Rp47,25 triliun. Dari target sebesar Rp44,5 triliun.

Karenanya, Erata optimistis kalau pembiayaan ekspor yang akan diberikan Indonesia Eximbank akan terus meningkat di masa mendatang. Karena dirinya telah melihat tren pembiayaan yang terus berkembang dari tahun ke tahun.

"Kami melihat potensi pembiayaan kami akan terus berkembang ke depan," beber dia. Sementara itu, mengenai laba bersih perusahaan, Indonesia Eximbank menargetkan pertumbuhan sekitar 20%, atau senilai lebih dari Rp1 triliun di 2014, tahun sebelumnya laba bersih mereka mencapai Rp820 miliar. [ardi]