Menuai Asa Kota Gas Untuk Energi Masa Depan

Jakarta Menjadi Lokomotif

Selasa, 22/07/2014

NERACA

Jakarta – Menghadirkan kota Jakarta sebagai ibu kota negara Indonesia yang hijau dan segar menjadi impian semua lapisan masyarakat. Hal ini sangat berasalan, karena tingkat polusi udara di Jakarta tiap tahunnya terus meningkat seiring dengan tingginya mobilitas masyarakat dan kemacetan lalu lintas di Jalan. Bahkan pencemaran yang sumbang oleh asap buang kendaraan bermotor dengan 80% ini membuat kota Jakarta telah menjadi kota besar dengan tingkat polusi udara terburuk ketiga di dunia setelah Mexico City (Meksiko) dan Bangkok (Thailand).

Maka guna menekan tingkat polusi udara dari kendaraan bermotor, pemerintah tengah mengkampanyekan transformasi energi kendaraan dari Bahan Bakar Minyak (BBM) ke gas bumi. Hal ini dilakukan, selain menekan beban Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) untuk subsidi BBM yang diyakini tidak tepat sasaran dan kedua pemanfaatkan gas bumi yang dinilai lebih efisien, bersih dan ramah lingkungan.

Oleh karena itu, guna meningkatkan penggunaan energi gas bumi untuk kendaran secara nasional. Tentunya tidaklah mudah seperti membalikkan telapak tangan, namun perlu proses panjang untuk kesiapan infrastrukturnya, khususnya Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG). Maka mengawali niat yang baik ini, PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk yang diamanatkan pemerintah untuk melakukan transformasi energi ke gas bumi meluncurkan gagasan cantik dengan menjadikan DKI Jakarta sebagai role model Kota Gas di Indonesia.

Pelaksana tugas (Plt) Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama menyambut baik gagasan tersebut. Bahkan dirinya mendukung penuh rencana tersebut. Pasalnya, penggunaan gas bumi dinilai menjadi energi yang tepat kedepannya, “Saat ini cadangan gas kita itu lebih besar daripada minyak. Maka masa depan energi kita ini adanya di gas,”ungkapnya.

Disebutkan, dalam mewujudkan DKI Jakarta sebagai role model Kota Gas di Indonesia, pihak Perusahaan Gas Negara (PGN) akan membangun 6 SPBG dan 2 Mobile Refueling Unit (MRU) atau SPBG bergerak di Jakarta untuk mempercepat konversi BBM ke BBG. PGN juga menyuplai gas ke 14 SPBG mitra di Ibu kota. Selain itu, juga dibangun jaringan gas di kawasan Muara Karang-Muara Bekasi sepanjang 45 kilometer.

Perkuat Infrastruktur

Sementara Direktur Utama PGN Hendi Prio Santoso mengatakan, pilihan Jakarta sebagai kota gas didasarkan karena menjadi kota terbesar dengan tingkat mobilitas kendaraan. Disamping itu, hingga saat ini PGN sudah memiliki jaringan pipa distribusi gas bumi di DKI Jakarta sepanjang 701 kilometer (km). Hingga semester I tahun ini, khususnya di DKI, PGN sudah menambah jaringan gas sepanjang 60 kilometer (km),”PGN tidak hanya mengedepankan usaha niaga semata, namun tetap menerapkan konsep pengembangan infrastruktur gas terintegrasi," kata Hendi.

Jaringan distribusi di wilayah DKI Jakarta adalah bagian dari jaringan distribusi PGN di Jawa Bagian Barat. Totalnya, sepanjang 2.150 km. Adapun panjang pipa PGN secara nasional lebih dari 6.000 km yang membentang di Sumatera dan Jawa.

Hendi menjelaskan bahwa dari sekitar 60 badan usaha hilir gas yang ada di Indonesia, PGN merupakan satu-satunya badan usaha yang mengembangkan infrastruktur gas secara terintegrasi untuk seluruh lapisan masyarakat. Jaringan pipa gas PGN mengalirkan gas untuk berbagai sektor mulai dari sektor rumah tangga, industri, komersial, UKM, listrik dan transportasi.

Saat ini, jumlah pelanggan PGN di DKI Jakarta sekitar 13.900 pelanggan. Dari jumlah itu, sekitar 13.500 di antaranya adalah pelanggan rumah tangga dan usaha kecil. Adapun jumlah pelanggan PGN secara nasional lebih dari 100 ribu pelanggan."Mayoritas adalah rumah tangga dan pelaku usaha kecil seperti warung bakso, pempek dan lainnya," kata Hendi.

Hendi menjelaskan bahwa saat ini PGN sedang mengerjakan berbagai proyek infrastruktur gas di DKI Jakarta. Proyek itu antara lain pembangunan jaringan gas rumah tangga, pembangunan jaringan gas Ring Line 1 (Muara Karang-Muara Bekasi) sepanjang 45 km, pembangunan stasiun pengisian bahan bakar gas (SPBG) dan Mobile Refuelling Unit (MRU) atau SPBG bergerak.

Di sektor rumah tangga pada tahap awal ada 5.000-7.000 rumah yang teraliri pada 2014 ini. Ini adalah bagian dari Program PGN Sayang Ibu, menambah 1 juta sambungan baru gas rumah tangga. Program ini dimulai tahun ini dan berkelanjutan di tahun-tahun selanjutnya. Tentunya pilot project Jakarta sebagai kota Gas bisa menekan efisiensi biaya anggaran dan menciptakan energi yang ramah lingkungan sebagai investasi di masa yang akan datang. (bani)