Tahun Depan, IHSG Bakal Tembus 6000 - Sambut Pemerintahan Baru

NERACA

Jakarta – Menyambut pemerintahan baru nanti, pasca pengumuman presiden pilihan rakyat oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) banyak pelaku pasar menaruh harapan besar adanya perbaikan ekonomi. Terlebih, presiden pilihan rakyat nanti memiliki semangat transparansi dan mampu menangangi masalah domestic akan memberikan sentiment positif terhadap pasar.

Direktur CIMB Principal Asset Management, Cholis Baidowi mengatakan, jika pemerintahan baru nanti terpilih sangat bersih dan reformis akan memberikan sentiment terhadap laju indeks harga saham gabungan (IHSG) untuk terus menguat, “Bila pasca pemerintahan baru berjalan sesuai harapan pasar, kita memprediksikan indeks BEI bisa tembus 6000 pada tahun 2015,”ujarnya di Jakarta, kemarin.

Bahkan begitu optimisnya, pihaknya juga memprediksikan bila indeks BEI dalam lima tahun kedepan akan capai 9000. Hal ini dengan pertimbangan, pertumbuhan ekonomi dalam negeri yang tetap tumbuh positif dan tetap memperhatikan sentiment pasar global dari Amerika Serikat (AS), Cina, India dan Eropa.

Dirinya juga mengungkapkan, sambut pemerintah baru nanti laju indeks BEI akan mengalami tren positif dan bahkan hingga akhir tahun berada di level 5.350, “Pemerintahan baru nanti yang reformis dan mampu menangani masalah domestik akan membawa sentiment positif terhadap indeks BEI. Bahkan indeks tahun depan bisa tembus 6000,”paparnya.

Hanya saja, presiden pilihan rakyat nanti juga akan mendapatkan perhatian serius dari pelaku pasar soal pengumuman kabinet nanti. Pasalnya, pengumuman susunan kabinet yang tanpa syarat balas budi dan di isi para teknokrat akan menjadikan katalis bagi indeks BEI untuk bergerak lebih rally lagi. Namun sebaliknya, jika susunan kabinet di isi para politisi sebagai bales budi akan menjadi hambatan bagi indeks BEI.

Mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) Senin awal pekan, IHSG ditutup menguat 40,109 poin (0,79%) ke level 5.127,123. Sementara Indeks LQ45 menanjak 7,200 poin (0,82%) ke level 881,316. Keyakinan pelaku pasar, pengumuman pemenang presiden terpilih Republik Indonesia oleh KPU berjalan aman dan damai menjadi alasan, pasar kembali menguat,”Investor secara agresif melakukan aksi beli terhadap saham-saham di dalam negeri sehingga mendorong IHSG melanjutkan penguatan," kata analis HD Capital Yuganur Wijanarko.

Menurut dia, aksi investor itu seiring dengan optimisme di dalam negeri bahwa pengumuman hasil pemilihan umum presiden (pilpres) oleh KPU akan berjalan lancar. Dirinya memperkirakan, indeks BEI Selasa diproyeksikan akan dapat mendorong rally bergerak menguat menuju ke level 5.145 poin.

Sementara Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada menambahkan, IHSG BEI mencoba bertahan positif meski sentimen yang ada tidak terlalu mendukung. Pelaku pasar asing membukukan jual bersih namun tidak terlalu tinggi, sebesar Rp22,799 miliar,”Dengan asumsi pelaku pasar tidak terlalu khawatir dan panic, maka IHSG BEI masih berpotensi melanjutkan kenaikan. Akan tetapi, tetap mewaspadai aksi-aksi profit taking yang dapat menahan potensi kenaikan lanjutan tersebut,"ungkapnya.

Pada perdagangan Senin awal pekan, transaksi investor melakukan pembelian bersih (foreign net buy) tipis senilai Rp 4,44 miliar di seluruh pasar. Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 231.222 kali dengan volume 6,032 miliar lembar saham senilai Rp 6,163 triliun. Sebanyak 216 saham naik, 84 turun, dan 87 saham stagnan. (bani)

BERITA TERKAIT

Sambut Libur Lebaran, BTN Siapkan Dana Tunai Rp 14,58 Triliun

Melayani kebutuhan dana tunai bagi nasabah menjelang dan sesudah Hari Raya Idul Fitri 1440 H, PT Bank Tabungan Negara (Persero)…

Bayar Utang Eksisting - TBIG Bakal Rilis Global Bond US$850 Juta

  NERACA Jakarta –Danai pelunasan utang yang jatuh tempo, PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) menerbitkan obligasi dalam denominasi dollar…

Perkuat Modal Ekspansi Bisnis - Estika Tata Tiara Bakal Rilis Obligasi dan Sukuk

NERACA Jakarta – Danai pengembangan bisnisnya, PT Estika Tata Tiara Tbk (BEEF) atau perusahaan pengolahan daging yang lebih dikenal produk…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pefindo Raih Mandat Obligasi Rp 52,675 Triliun

Pasar obligasi pasca pilpres masih marak. Pasalnya, PT Pemeringkat Efek Indonesia atau Pefindo mencatat sebanyak 47 emiten mengajukan mandat pemeringkatan…

GEMA Kantungi Kontrak Rp 475 Miliar

Hingga April 2019, PT Gema Grahasarana Tbk (GEMA) berhasil mengantongi kontrak senilai Rp475 miliar. Sekretaris Perusahaan Gema Grahasarana, Ferlina Sutandi…

PJAA Siap Lunasi Obligasi Jatuh Tempo

NERACA Jakarta - Emiten pariwisata, PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) memiliki tenggat obligasi jatuh tempo senilai Rp350 miliar. Perseroan…