Festival Bengawan Bojonegoro

Saatnya Kenalkan Bojonegoro Ke Mata Dunia

Sabtu, 26/07/2014

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bojonegoro bersama dengan Dewan Kebudayaan Bojonegoro (DKB), akan menggelar Festival Bengawan Bojonegoro pada 29-31 Agustus 2014. Acara ini dihelat untuk merayakan HUT ke-336 Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Ada tiga lokasi yang dipilih untuk penyelenggaraan festival, yakni di tepian Bengawan Solo dan di lapangan Desa Sukoharjo, Kecamatan Kalitidu, serta di Desa Banjarsari, Kecamatan Trucuk.

Nantinya ketiga lokasi akan menampilkan potensi-potensi yang dimiliki Bengawan Solo Bojonegoro seperti wayang kulit, wayang thengul, sandur, kentrung, hingga pameran fosil purbakala hasil temuan di lembah Bengawan Solo. Selain itu, ada berbagai lomba seperti lomba perahu getek, lomba voli dan lomba sepak bola.

Wayang Thengul sendiri adalah kesenian wayang khas ponorogo yang populer juga di Bojonegoro. dalam bentuk 3 dimensi dengan diiringi gamelanpelog atau slendroseperti halnya reog ponorogo. Walaupun wayang thengul ini jarang dipertunjukkan lagi, tetapi keberadaannya tetap dilestarikan di Kabupaten Bojonegoro, khususnya di Kecamatan Kanor.

Nama Kanor sendiri berasalkan dari kata KANORAGAN karena pada saat itu warok ponorogo menunjukan kekuatan kanoragaanya di sela- sela pentas reog ponorogo dan wayang thengul, daerah ini yang berjarak ± 40 Km dari Kota Bojonegoro. Sedangkan jalan cerita dari wayang thengul ini lebih banyak mengambilwarok suromenggolodan sekitarnya.

Rencananya, puncak festival akan dimeriahkan dengan perahu hias yang melibatkan sekitar 100 perahu tambang. Setiap perahu dihias sesuai dengan karakter masyakarat tepian Bengawan Solo. Festival Bengawan Bojonegoro akan menghadirkan acara selama 3 hari 3 malam dengan aneka hiburan, budaya dan lomba. Festival ini akan diselenggarakan setiap tahun untuk menggaet wisatawan domestik dan mancanegara.

Produk unggulan ini telah lama dikenal dan berkualitas ekspor, karena Bojonegoro merupakan penghasil kayu jati berkualitas. Corak dan desain telah disesuaikan dengan situasi zaman, baik lemari, buffet, meja, kursi atau tempat tidur.

Bentuk souvenir kayu jati khas Bojonegoro yang tetap menonjolkan guratan kayu jati. Penggarapannya dilakukan secara teliti dan detail, tapi tetap mempertimbangkan aspek estetika. Khususnya berupa miniatur mobil, sepeda motor, becak, kereta api, jam dinding atau guci, penghias interior.

Kerajinan limbah kayu jati yang dibentuk menjadi karya seni dalam berbagai model sudah merambah pasar ekspor ke berbagai negara. Bojonegoro juga memiliki tambang batu onix yang melimpah sehingga berbagai produk kerajinan onix dapat dihasilkan dengan kualitas sangat memuaskan. Pusat kerajinan batu onix terdapat di Kecamatan Bubulan.

Dengan mengangkat budaya daerah yang ada, wisatawan diharapkan mengenal budaya Bojonegoro yang unik, salah satunya budaya teplok sebelum membakar batu bata di tepian sungai bengawan, serta kuliner khas Bengawan seperti ikan wader dan ikan Jendil ataupun Lendre.

Ledre adalah makanan khas Bojonegoro. Berbentukgapit(seperti emping gulung) dengan aroma khaspisang rajayang manis. Sangat tepat untuk teman minum teh atau dan sajian tamu atau untuk oleh-oleh. Perbedaan ledre dengan gapit yaitu ledre lebih halus, lembut dan aroma pisangnya menyengat, sementara gapit agak kasar.

selain dari pisang raja ledre juga bisa terbuat dari berbagai pisang misalnya pisang saba, pisang hijau, pisang susu,dll. tetapi yang khas di daerah bojonegoro atau lebih optimalnya dalam membuat ledre yaitu menggunakan pisang raja.

Salak Wedi rasanya manis, masir, renyah, segar dan besar. Dapat dijumpai di setiap pekarangan rumah penduduk di desa Wedi dan sekitarnya. Perbedaan Salak Wedi dengan salak lain, seperti Salak Pondoh, adalah kandungan air yang lebih banyak sehingga membuat Salak Wedi terasa lebih segar.