Tiphone Mobile Raih Prospek Stabil

NERACA

Jakarta - PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menetapkan peringkat idA untuk PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk (TELE) dengan prospek stabil. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Kata analis Pefindo Niken Indriarsih, peringkat tersebut mencerminkan kuatnya posisi pasar perusahaan tersebut dalam bisnis distribusi voucher pulsa telepon selular serta hubungan yang baik dan lama dengan operator telekomunikasi terkemuka.

Selain itu, jaringan distribusi yang ekstensif dan sumber pendapatan yang cukup terdiversifikasi menjadi pertimbangan bagi Pefindo untuk menyebatkan rating dengan prospek stabil bagi Tiphone Mobile. Kendati demikian, peringkat peruahaan dibatasi struktur permodalan yang agresif, tingginya kebutuhan modal kerja dan persaiangan dalam perdagangan teleppon selular yang ketat.

TELE merupakan perusahaan yang bergerak di bidang erdagangan dan distribusi voucher pulsa telepon selular, kartu perdana dan telepon selular. Kepemilikan saham perseroan per akhir kuartal I, yakni PT Upaya Cipta Sejahtera sebanyak 45,1%, PT Esa Utama Inti Persada 18% dan publik sebanyak 36,9%.

Saham perseroan kemarin ditutup pada level Rp800 per lembar. Posisi tesebut naik 5 poin atau 0,63% dibanding akhir pekan lalu di level Rp795 per lembar.

Tahun ini, perseroan mengalokasikan dana belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 139 miliarsepanjang tahun 2014 ini. Rencananya, dana capex akan digunakan untuk berbagai kegiatan pengembangan usaha dan penambahan modal kerja perseroan."Capex tahun ini Rp 139 miliar. Dananya akan digunakan untuk pembangunan depo, pembangunan outlet, pembelian kendaraan, pembelian gudang,office equipment,”kata Sekretaris Perusahaan PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk, Samuel Kurniawan.

Lebih lanjut, Samuel menuturkan dana capex akan berasal dari dana kas internal. Tercatat, sampai dengan triwulan pertama tahun ini, perseroan berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 60,737 miliar atau naik sebesar 17% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya sebesar Rp 51,864 miliar.

Menurutnya, kenaikan laba bersih ini didorong oleh peningkatan pendapatan bersih perseroan sebesar 52% dari Rp 1,978 triliun di triwulan I 2013 menjadi Rp 3 triliun di periode serupa tahun ini. Kata Direktur Utama PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk, Tan Lie Pien, baik penjualan voucher maupun seluler memberikan peningkatan kontribusi pada pendapatan konsolidasi perseroan pada triwulan pertama, “Dimana sekitar 63,2% dari total pendapatan perseroan saat ini masih disumbangkan oleh penjualan voucher selular,”jelasnya.

Dirinya juga menyakini, bisnis ponsel kedepan masih positif dan menjanjikan. Pasalnya, bisnis ponsel dari smartphone yang akan jadi katalisnya. "Untuk prospek penjualan ponsel masih baik karena sekarang ini akan replace hadset menjadi smartphon. Sebab statistik smartpohn masih 12% pasarnya,”paparnya.

Tan mengatakan saat ini banyak orang yang suka dengan ponsel yang ada watshap dan PIN BBM. Apalagi bila ponselnya tidak ada dua fiture tersebut bisa menjadi tidak gaul,”Dengan penawaran gencar orang nggak pede nggak punya WA dan PIN yang kami rasakan event smartphon diserbu pembeli,"ungkapnya. (bani)

Related posts