Penjualan Sumi Kabel Tergerus 23% - Terus Tingkatkan Efisiensi

NERACA

Jakarta - Di tengah kondisi pelemahan ekonomi Indonesia saat ini, kinerja penjualan PT Sumi Indo Kabel Tbk mengalami penurunan sekitar 23% dari US$181 juta di tahun 2012, menjadi hanya US$140 juta pada 2013.

Penjualan domestik turun sekitar US$31 juta sementara total ekspor turun US$ 10 juta. Pada periode yang sama, laba bersih perseroan juga turun dari US$ 5,98 juta ( 2012) menjadi hanya US$3,99 juta pada tahun 2013 atau turun US$ 1,086 juta. Dirut PT Sumi Indo Kabel Tbk. Susashi Togawa mengatakan hal tersebut seusai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang berlangsung di Jakarta, Senin (21/7).

Dia memprediksi bisnis perseroan tahun 2014 ini masih akan seperti tahun lalu dimana perseroan sepakat melakukan tindakan efisiensi disegala bidang namun tetap mempertahankan reputasi perseroan sebagai produsen kabel terkemuka di Indonesia.

Susashi menuturkan pada tahun ini perseroan akan melaunching sejumlah jenis dan ukuran kabel mobil ( Automobil Cable) yang merupakah produk terbaru pabrik kabel tersebut. Langkah ini dimaksudkan sebagai strategi pengembangan pasar sekaligus memenuhi kebutuhan industri dalam negeri yang semakin berkembang belakangan ini.

Menurut dia, peluang bagi pengembangan/diversifikasi produk sangat tepat dilakukan saat ini di tengah perekonomian dunia yang masih melesu baik di dalam maupun luar negeri. Susashi mengakui, pertengahan tahun 2013 kelesuan pasar sudah dirasakan perseroan dimana sejumlah rencana pembangunan infrastruktur banyak yang ditangguhkan pelaksanaannya.

Hal tersebut dapat dimaklumi yang tidak dapat dipisahkan dari jadwal Pilpres seperti yang telah berlangsung bulan Juli 2014. Biasanya investasi baru selalu terkait dengan siapa yang akan terpilih menjadi kepala negara baru.

Dia berharap seusai Pilpres, pelaksanaan sejumlah proyek besar seperti pembangunan infrastruktur, pembagunan perumahan/real estate, pertambangan akan terus berlanjut dimana sektor tersebut selama ini merupakan sasaran produkperseroan.

Sebagai informasi, perseroan terus melebarkan ekspansi bisnisnya dengan merambah pasar Asia Tenggara, Timur Tengah dan Afrika Utara, “Sasaran penjualan sudah merambah kawasan Asia Tenggara, Timur Tengah dan Afrika Utara meskipun ekonomi dunia belum kondusif,”kata Direktur Perseroan Hisashi Togawa.

Selain itu, dia juga menjelaskan bahwa permintaan pasar saat ini sukar ditebak, terkadang domestik lebih besar dari ekspor dan sebaliknya. “Namun hal seperti ini kami telah siasati agar penjualan domestik dan ekspor tidak terpengaruh oleh gejolak harga bahan baku,”paparnya.

Oleh karena itu, Presiden Komisaris perseroan Fumiyoshi Kawai menghimbau agar manajemen tetap efisien dalam bekerja untuk menghadapi pasar yang semakin ketat di dalam negeri. (fb)

BERITA TERKAIT

Gelar Bazar Lebaran - Pemerintah Terus Dorong Industri Jaga Ketersediaan Pasokan

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian senantiasa mendorong sektor industri manufaktur agar siap memenuhi kebutuhan konsumen terutama di pasar domestik selama…

BI Perwakilan Jabar Terus Sosialisasikan 3D - Subang dan Bogor Rawan Peredaran Uang Palsu

BI Perwakilan Jabar Terus Sosialisasikan 3D   Subang dan Bogor Rawan Peredaran Uang Palsu NERACA Sukabumi - Bank Indonesia (BI) Perwakilan…

RI Akan Terus Negosiasi UE Hadapi Sentimen Negatif Sawit

NERACA Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) akan terus akan terus melakukan negosiasi untuk menghadapi sentimen negatif Uni Eropa (UE) terhadap…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pefindo Raih Mandat Obligasi Rp 52,675 Triliun

Pasar obligasi pasca pilpres masih marak. Pasalnya, PT Pemeringkat Efek Indonesia atau Pefindo mencatat sebanyak 47 emiten mengajukan mandat pemeringkatan…

GEMA Kantungi Kontrak Rp 475 Miliar

Hingga April 2019, PT Gema Grahasarana Tbk (GEMA) berhasil mengantongi kontrak senilai Rp475 miliar. Sekretaris Perusahaan Gema Grahasarana, Ferlina Sutandi…

PJAA Siap Lunasi Obligasi Jatuh Tempo

NERACA Jakarta - Emiten pariwisata, PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) memiliki tenggat obligasi jatuh tempo senilai Rp350 miliar. Perseroan…