Perencanaan Dalam Membangun Carport

Sabtu, 20/08/2011

Neraca. Merencanakan pembangunan carport harus perlu pertimbangan matang walau konstruksi sederhana bukan berarti tanpa perencanaan. Bila konstruksi carport dibuat tanpa perencanaan yang matang. Bagaimana jadinya bila tiang atau carport runtuh menimpa mobil Anda? Disamping itu, keberadaan carport yang berada di muka rumah sangat mempengaruhi tampilan wajah rumah secara keseluruhan. Meski tidak memerlukan perencanaan yang rumit seperti ketika membangun rumah, membuat carport tetap membutuhkan perencanaan yang tepat dengan berbagai macam pertimbangan.

Hal itu bertujuan agar diperoleh carport yang kuat dan tahan lama sehingga mampu mendukung fungsi utamanya untuk melindungi kendaraan, mendapatkan bentuk yang sesuai dengan yang diinginkan, dan dapat menghasilkan tampilan yang menarik untuk mendukung tampilan wajah rumah. Dalam perencanaan pembuatan carport ada hal-hal yang meski diperhatikan agar sesuai dengan yang diharapkan.

Menentukan sistem pondasi yang akan dipilih seperti memakai tiang pancang menggunakan kayu bulat dengan panjang 12 cm dengan diameter pangkal rata rata 20 cm, kayu tersebut sering disebut kayu Betangor. Contoh pondasi foot plate seperti biasa dengan ukuran tapak bervariasi tergantung kebutuhan, dimana disetiap foot plate pancang kayu betangor berjumlah 25 buah, dengan jumlah seluruh footplate 60 titik berarti ada 1600 batang kayu yang tertancap, belum lagi pada dinding penahan tanah sepanjang lebih dari 500 cm dimana disetiap cm tertancap kayu diameter 8 dengan panjang 6 cm berjumlah 10 buah, berarti ada 5000 batang kayu yang tertancap.

Penempatan carport hendaknya memperhatikan sirkulasi kendaraan ketika keluar-masuk carport maupun arah dan arus kendaraan di jalan yang berbatasan dengan halaman. Untuk rumah di lahan satu muka, perhatikan akses keluar-masuk rumah pada pintu utama. Usahakan letak carport tidak menutupi pintu utama. Bila pada kondisi tertentu letak carport menutupi pintu utama, bisa di siasati dengan memberi penanda menuju akses pintu utama, seperti jalan setapak, atau penanda lainnya.

Berbagai pilihan bentuk dan struktur atap carport cukup banyak.hal itu tergantung dari kebutuhan pemilik rumah, tampilannya tidak boleh bersebrangan dengan halaman rumah secara keseluruhan karena berpengaruh secara langsung terhadap tampilan wajah bangunan secara keseluruhan. Oleh sebab itu, harus disesuaikan dengan konsep desain maupun gaya rumah yang tersebut. Pemilihan konstruksi atap yang tepat haruslah sesuai dengan bobot bangunan itu sendiri agar mampu bertahan lama.

Untuk pembuangan air hujan harus sejak awal direncanakan agar ketika musim hujan tiba tidak membuat kendala yang lain. Pemasangan itu harus memperhitungkan jaringan utilitas yang ada. Untuk atap carport berupa atap datar dan yang tanpa talang, perhatikan kemiringan dan arah jatuhnya air hujan, jangan sampai terjadi genangan air karena bisa menyebabkan banjir pada talang tersebut. Selain itu, lantai carport harus didesain dengan benar agar dapat mengalirkan air menuju saluran yang dituju.

Pemilihan material sangat penting untuk menunjang kekuatan, kemudahan pemasangan, dan perawatan. Selain itu, karakteristik material pun meski diperhatikan karena berpengaruh terhadap tampilan desain bangunan rumah. Penggunaan material dengan bahan natural akan terlihat alami dan material sintetis memberi kesan modern.

Terakhir anggaran yang dikeluarkan harus sesuai dengan rencana pembangunan carport sehingga tidak menyesal dikemudian hari. Banyak pilihan desain carport, baik bentuk maupun strukturnya. Jadi biaya pembuatan carport bisa di sesuaikan dengan anggaran yang ada. Bila menginginkan penggunaan material yang harganya mahal, pilihlah konstruksi sederhana sehingga bisa menghemat biaya. Bahkan sebaliknya, bila tuntutan desain yang dipilih dengan sistem struktur yang rumit dan membutuhkan biaya cukup mahal, biaya bisa ditekan sesuai material yang harganya lebih murah.