Kinerja BNI Syariah Tumbuh Positif

Semester I 2014

Senin, 21/07/2014
NERACA Jakarta - Pembiayaan BNI Syariah naik sebesar 39,7% menjadi Rp13,36 triliun per 30 Juni 2014 dari Rp9,56 triliun yang kontribusi terbesarnya berasal dari segmen konsumer sebesar 52,8% dari total portofolio pembiayaan. "Dari kontribusi konsumer sebesar 52,8%, pembiayaan Griya iB Hasanah merupakan yang paling besar," kata Direktur Utama BNI Syariah, Dinno Indiano di Jakarta, pekan lalu.

Kemudian, lanjut Dino, pembiayaan selanjutnya adalah ritel produktif cabang sebesar 22,1%, pembiayaan komersial 14,6%, mikro 7,3% dan kartu pembiayaan Hasanah Card sebesar 3,2%. Menurut dia, kontribusi segmen produktif baik komersial, ritel maupun mikro terus meningkat, di mana hal ini sejalan dengan arah pengembangan menjadi bank komersial sesuai dengan ketentuan bank umum kegiatan usaha (BUKU) oleh Bank Indonesia.

"Produktif ritel kami secara year on year (yoy) tumbuh 51,6% menjadi Rp2,95 triliun pada Juni 2014 dari Rp1,94 triliun, sedangkan mikro tumbuh 84,4% (yoy) menjadi Rp982 miliar pada Juni 2014 dari Rp532,5 miliar," kata Dinno. Pada sisi liabilitas, pertumbuhan ditopang oleh dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp13,51 triliun atau naik sebesar 3,01% dibanding tahun sebelumnya.

Dinno menegaskan, meskipun dalam kondisi ketat, perseroan berhasil menjaga komposisi dananya secara sehat di mana giro dan tabungan atau rasio komposisi dana murah (CASA) berada pada tingkat 49,13%. Sementara itu, nonperforming finance (NPF) atau pembiayaan tidak lancar pada Juni 2014 lebih rendah yakni 1,99% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 2,11%. "Perlu dicatat, penurunan dimaksud lebih disebabkan oleh perbaikan kualitas dalam proses pemberian pembiayaan maupun monitoring serta pemilihan target segmen yang tepat," tandasnya. Aset meningkat Tak hanya itu, BNI Syariah mencatatkan pertumbuhan aset sebesar 33,5% atau Rp17,35 triliun per 30 Juni 2014 dibandingkan nilai aset pada periode yang sama 2013 sebesar Rp11,55 triliun. "Ekonomi Indonesia memang tidak sebaik yang diharapkan, namun semua indikator keuangan kami berjalan sesuai rencana," ujarnya. Dinno mengatakan, komposisi neraca keuangan yang sehat ini membuat laba bersih BNI Syariah naik 22,2% menjadi Rp66,5 miliar dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp54,4 miliar. Dengan demikian, lanjut Dinno, pihaknya optimistis mencapai Rencana Bisnis Bank (RBB) laba sebesar Rp130 miliar pada akhir 2014, mengingat pencapaiannya sudah lebih dari 50%.

Dia menambahkan, BNI Syariah berupaya menjaga tren positif untuk kinerja semester I 2014 dengan mengejar target pembiayaan sejak Januari 2014. "Walaupun berada pada situasi politik yang turut mempengaruhi pertumbuhan ekonomi secara nasional, kinerja Perseroan di semester I/2014 secara umum memenuhi target," papar Dinno. [ardi]