Pasar Menantikan Susunan Kabinet Baru - Sentimen Presiden Terpilih

NERACA

Jakarta – Sehari jelang pengumuman presiden pilihan rakyat oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Selasa 22 Juli 2014, laju indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) dipastikan akan bergerak positif. Pasalnya, pelaku pasar menyakini presiden pilihan rakyat tersebut sesuai ekspektasi. Bahkan hingga akhir tahun nanti, indeks BEI diyakini akan tembus di level 5.350.

Direktur CIMB Principal Asset Managenement, Cholis Baidowi mengatakan, sambut pemerintah baru nanti laju indeks BEI akan mengalami tren positif dan bahkan hingga akhir tahun berada di level 5.350, “Pemerintahan baru nanti yang reformis dan mampu menangani masalah domestik akan membawa sentiment positif terhadap indeks BEI. Bahkan indeks tahun depan bisa tembus 6000,”ujarnya di Jakarta, kemarin.

Hanya saja, presiden pilihan rakyat nanti juga akan mendapatkan perhatian serius dari pelaku pasar soal pengumuman kabinet nanti. Pasalnya, pengumuman susunan kabinet yang tanpa syarat balas budi dan di isi para teknokrat akan menjadikan katalis bagi indeks BEI untuk bergerak lebih rally lagi. Namun sebaliknya, jika susunan kabinet di isi para politisi sebagai bales budi akan menjadi hambatan bagi indeks BEI.

Kemudian isu lainnya, kata Cholis Baidowi, soal kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi yang mendapat perhatian pelaku pasar. Menurutnya, pemerintahan yang reformis dan mampu mengatasi soal pemangkasan BBM bersubsidi akan membawa dampak bagi pergerakan indeks BEI. Oleh karena itu, lanjutnya, siapapun presidennya nanti, tantangan terberat soal kebijakan kenaikan BBM bersubsidi dan bagaimana meredam dampaknya.

Selain itu, dirinya menyakini, tidak akan ada konflik horizontal pasca pengumuman presiden terpilih nanti pada 22 Juli. Alasannya, saat ini masyarakat sudah menyadari tidak akan mengulang sejarah yang buruk pada tahun 1998, imbas dari konflik sosial membawa pada kerugian ekonomi, “Target indeks BEI hingga akhir tahun 5.350 adalah konservatif, bila semuanya berjalan normal, laju indeks BEI bisa lebih,”ungkapnya.

Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) Hoesen pernah bilang, apapun hasil pilpres nanti, pelaku pasar sudah merespon positif pemilu kemarin dan ini menjadi keyakinan Indonesia masih stabil, “Karena itu, penguatan indeks harga saham gabungan pasca pilpres akan terus menguat,”ujarnya.

Sementara analis PT Asjaya Indosurya Securitires, William Suyawijaya mengatakan, pasca pengumuman hasil pemilihan umum presiden (Pilpres) 22 Juli 2014 mendatang, saham sektor media akan kembali ke laju normalnya,”Saya tidak bilang turun, tetapi kembali ke laju normal. Kenaikannya tidak setinggi beberapa waktu belakangan ini,”tuturnya.

Disebutkan, sejumlah saham emiten di sektor media mengalami kenaikan dalam kurun waktu 1 bulan terakhir sejak tanggal 16 Juni hingga 15 Juli 2014. Kenaikan tertinggi dicatat saham PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) sebesar 5,82% dalam kurun waktu tersebut. Sementara kenaikan terendah dicatat PT Tempo Inti Media Tbk (TMPO) yang hanya naik 2,63%. Emiten lain yang sahamnya juga mengalami kenaikan adalah PT Intermedia Capital yang naik 2,72%. (bani)

BERITA TERKAIT

Presiden Teken Perpres Defisit BPJS Kesehatan Ditutupi dari Cukai Rokok

      NERACA   Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengakui telah menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) mengenai penggunaan cukai…

Pemerintahan Baru di Bandung Utara Akan Dibentuk

Pemerintahan Baru di Bandung Utara Akan Dibentuk NERACA Bandung - Gubernur Jawa Barat M. Ridwan Kamil mengatakan akan segera membentuk…

Operasi Pasar Beras Bulog Tak Diserap Maksimal

      NERACA   Jakarta – Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso mengakui bahwa beras yang digelontorkan melalui operasi…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Transaksi Saham di NTB Tetap Tumbuh

Kepala Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Mataram, Nusa Tenggara Barat, I Gusti Bagus Ngurah Putra Sandiana menyatakan, transaksi pembelian saham…

Tawarkan Harga Rp 190-230 Persaham - HK Metals Bidik Dana IPO Rp 337,33 Miliar

NERACA Jakarta -PT HK Metals Utama menawarkan harga saham perdana antara Rp 190-230 per saham. Nantinya, dana  hasil IPO akan…

Siapkan Sanksi Tegas - BEI Ingatkan Soal Aturan Free Float Saham

NERACA Jakarta - Meskipun meleset dari target, pihak PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mengingatkan emiten untuk memenuhi kewajiban aturan…