Ketika AKSes Terintegrasi Jaringan Perbankan - Menjawab Kemudahan Transaksi

NERACA

Jakarta – Perkembangan industri pasar modal terus bergerak dinamis seiring dengan pertumbuhan ekonomi dalam negeri. Maka tantangan yang dihadapi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) beserta lembaga SRO lainnya juga semakin besar, sehingga dibutuhkan pelayanan yang cepat, tepat dan terukur. Ya kondisi ini perlu mendapatkan perhatian serius guna memasyarakatkan masyarakat Indonesia terhadap industri pasar modal sebagai alternatif investasi yang menguntungkan ke depan dan jangka pendek bisa berjalan efektif. Cara ini juga sebagai salah satu upaya meningkatkan jumlah investor lokal di pasar modal.

Tentunya, menumbuh kembangkan minat masyarakat terhadap investasi pasar modal, tidak hanya sekedar melakukan edukasi secara massif, tetapi juga kepastian dan perlindungan hukum. Kemudian tidak kalah pentingnya adalah kemudahan pelayanan transaksi saham bagi investor. Menjawab soal kemudahaan pelayanan transaksi saham, PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) terus melakukan inovasi layanan dan salah satu terobosannya adalah meluncurkan Co-Branding kartu Acuan Kepemilikan Sekuritas (AKSes) dengan PermataATM.

Peluncuran layanan ini secara resmi menandai babak baru penggunaan Fasilitas AKSes yang sudah terintegrasi dengan fasilitas ATM Bank. Melalui mesin ATM, investor dapat melakukan pengecekan saldo Efek yang tercatat dalam Sub Rekening Efek di KSEI dan saldo dana dalam Rekening Dana Nasabah (RDN). Terobosan ini menjadi langkah awal pengembangan lebih lanjut infrastruktur pasar modal dengan menggandeng industri perbankan. Luasnya jaringan ATM Bank serta kemudahan penggunaannya diharapkan dapat menjadi alternatif cara bagi masyarakat untuk mendukung kegiatan berinvestasi di pasar modal yang lebih mudah bagi masyarakat.

Suka tidak suka, investasi di pasar modal relatif memang belum menjadi pilihan utama bagi masyarakat Indonesia sehingga sosialisasi dan edukasi agar masyarakat lebih mengenal pasar modal masih perlu digiatkan. Co-Branding KSEI dan PermataBank ini diharapkan dapat memberikan kemudahan kepada masyarakat untuk berinvestasi, juga mendukung transparansi informasi, kemudahan akses dan perlindungan investasi.

Kata Direktur Utama KSEI, Heri Sunaryadi, kerjasama Co-Branding merupakan langkah awal dari program KSEI untuk menghubungkan infrastruktur pasar modal melalui AKSes/SID Investor ke jaringan perbankan nasional, ”Selain melalui ATM, program ini juga akan diperluas ke fasilitas perbankan lainnya yaitu internet banking dan mobile banking,”ujarnya.

Heri berharap ke depan semua bank yang telah dan akan bekerjasama dengan KSEI sebagai bank administrator Rekening Dana Nasabah (RDN) dapat melakukan hal serupa sehingga dapat membuka peluang-peluang baru pengembangan pasar modal, agar masyarakat luas semakin dapat merasakan kemudahan dalam melakukan kegiatan investasi di pasar modal.

Menurutnya, akses melalui jaringan perbankan akan memicu dan mempermudah berbagai inisiatif pengembangan layanan terkait investasi di pasar modal. One door policy dimana bank dapat berperan sebagai pelaksana KYC pembukaan rekening Efek di perusahaan sekuritas dapat dikembangkan lebih efisien sehingga tercapai pendalaman market. Demikian juga dengan efisiensi penyampaian instrusi, tidak terbatas hanya instruksi penarikan dana tapi juga untuk pemilihan dan pembelian produk investasi seperti reksadana, ORI/SUKRI atau pemesanan di pasar perdana juga terbuka dapat dikembangkan melalui jaringan perbankan..

Dukungan Perbankan

Sementara Roy Arfandy, Plt. Direktur Utama PermataBank menegaskan, pihaknya berkomitmen untuk senantiasa mendukung pasar modal Indonesia, baik dalam mendukung kebijakan dan program dari regulator, maupun kebutuhan pelaku pasar modal,”Apa yang kami lakukan saat ini dengan meluncurkan Co-Branding PermataATM dan AKSes KSEI merupakan wujud nyata PermataBank dalam mendukung secara penuh perkembangan pasar modal Indonesia,”ungkapnya.

Dia menjelaskan, di industri perbankan, keleluasaan nasabah dalam bertransaksi merupakan hal utama yang senantiasa selalu di kedepankan. Oleh karena itu, hal yang sama seharusnya juga bisa dilakukan oleh para investor dalam memonitor dan mengelola investasinya di pasar modal. Maka berangkat dari kebutuhan tersebut, PermataBank bersama KSEI mewujudkan fasilitas inquiry saldo Efek dan dana ini. Melalui jejaring dan kanal elektronik yang di miliki, manajamen Bank Permata berharap para investor dapat memiliki fleksibilitas dalam bertransaksi.

Lanjutnya, sebagai pionir untuk projek Co-Branding dengan AKSes KSEI, PermataBank melalui PermataATM juga menawarkan fitur tambahan yaitu fasiltas untuk penyampaian instruksi penarikan dana. Dengan fitur ini, investor dengan mudah dapat memasukkan instruksi penarikan dana investasinya kepada Perusahaan Sekuritas, tanpa perlu mengisi dan mengirimkan formulir melalui fax. Perusahaan Efek diharapkan juga dapat memanfaatkan fitur ini untuk meningkatkan layanan kepada nasabahnya.

Hal senada juga disampaikan Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Nurhaida, hadirnya Co-Branding kartu AKSes dengan PermataATM merupakan terobosan untuk meningkatkan jumlah investor di pasar modal Indonesia, ”Pemahaman masyarakat mengenai pasar modal perlu didukung kemudahan akses untuk berinvestasi, hal ini yang diakui masih terdapat kendala,”ujarnya.

Maka melalui kerjasama ini, kata Nurhaida, substansi utamanya adalah bagaimana memberikan kemudahan bagi masyarakat. Pasalnya, pemanfaaatan jaringan bank yang sudah sangat luas hingga ke pelosok merupakan salah satu solusi, sejalan juga dengan pengembangan SID dan penerapan rekening dana nasabah yang sudah secara langsung melibatkan pihak perbankan,”Masyarakat Indonesia secara umum sudah sangat mengenal aktifitas di perbankan, dan ATM sudah merupakan bagian dari keseharian masyarakat Indonesia. Dengan pengembangan ini tentunya nanti diharapkan investasi di pasar modal dapat lebih memasyarakat,”ungkapnya.

Dirinya berharap, kerjasama ini bisa dikembangkan lebih lanjut dan tidak hanya inquiry tapi juga bisa digunakan untuk transaksi, ”Dengan makin memasyarakatnya investasi di pasar modal, dengan dukungan pengembangan infrastruktur seperti ini diharapkan target peningkatan jumlah investor di pasar modal dapat dicapai, sejalan dengan visi OJK untuk pendalaman pasar. Fasilitas ini kami yakin dapat mendukung visi OJK tersebut dan kami berharap inisiatif ini dapat diikuti juga oleh bank-bank yang lain,”tandasnya.

Sebagai informasi, syarat bagi investor agar dapat menggunakan fasilitas PermataATM ini cukup mudah. Investor cukup menjadi nasabah dan memiliki rekening tabungan di PermataBank agar memperoleh kartu ATM, serta memiliki RDN yang dibukakan di PermataBank oleh Perusahan Efeknya. Penggunaannya pun mudah, tidak perlu mengganti kartu ATM dan tetap menggunakan nomor PIN yang sama. Investor cukup melakukan registrasi dengan proses sederhana melalui PermataATM. Proses registrasi ini hanya perlu dilakukan satu kali saja untuk mengecek bahwa investor memang terdaftar memiliki RDN di PermataBank. Setelah proses registrasi berhasil dilakukan, selanjutnya investor dapat mengakses informasi data saldo Efek dan dana yang tercatat di KSEI melalui menu ATM. (bani)

Related posts