Pipa Gas PGN Korban dari Pembangunan PLN

NERACA

Jakarta - Penyebab kebakaran pipa milik Perusahaan Gas Negara (PGN) di jalur lambat Jalan Sudirman, Jakarta Selatan, Kamis (17/7) dini hari, terus diselidiki penyebabnya. Kebakaran tersebut terjadi di jaringan bawah tanah. Di jalur bawah tanah tersebut terdapat juga kabel dari PT PLN (Persero) dan kabel serat optic PT Telkomunikasi Indonesia Tbk.

Demikian dikatakan Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Rikwanto kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Kamis, pekan lalu. Rikwanto menjelaskan kebakaran pipa gas di bawah tanah dan menyebabkan api membesar pukul 23.15 WIB, Rabu (16/7) malam itu, sempat menyebabkan tersendatnya arus lalu lintas. Api akhirnya dapat dipadamkan pukul 23.50 menggunakan Damkar dengan bahan khusus.

Menurut Rikwanto, di tempat kejadian ada enam orang pekerja dari proyek mass rapid transit (MRT) yang juga adalah rekanan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk untuk memperbaiki jalur kabel serat optik. Salah seorang pekerja tiba-tiba melihat ada kobaran api yang membakar pembatas jalan sehingga mengundang perhatian orang sekitar. Dikatakan, bocornya pipa gas tersebut merupakan dampak dari proyek mass rapid transpit (MRT).

Menurut Menteri Badan UsahaMilik Negara (BUMN) Dahlan Iskan, memang pipa gas itu kena proyek MRT dan sudah ditangani sejak jam 02.00 dini hari oleh pihak PGN. Namun dalam keterangan persnya, Kombes Rikwanto menegaskan, penyebab kebocoran itu masih sedang diselidiki, dan belum dapat dipastikan. Dalam kasus ini, PGN (Perusahaan Gas Negara) hanya merupakan korban.

Disisi lain, muncul dugaan penyebabnya terjadi kosrtsleting kabel listrik yang juga ada dilokasi yang sama. Namun, pihak lain menduga, mungkin saja para pekerja proyek MRT melukai pipa PGN sehingga menyebabkan kebocoran, dan disambar percikan api. "Sebab itu, sebaiknya masih menunggu hasil penyidikan yang dilakukan pihak Polres Metro Jaya, Jakarta Selatan untuk kepastiannya," jelasnya.

Sementara itu, jaringan pipa gas milik PT Perusahaan Gas Negara (Tbk) di Jalan Sudirman yang terbakar Rabu lalu, disebut tergolong masih baru. "Usianya belum sampai 5 tahun. Bahkan lebih dulu SCBD dibandingkan pipa gas kami," ujar juru bicara PGN, Ridha Ababil.

Ridha menjelaskan, pemasangan pipa yang mengarah ke SCBD itu pun sudah aman, yakni ditanam persis di bawah trotoar di sepanjang Jalan Sudirman. Kualitas pipa dengan diameter 18 sentimeter dengan ketebalan 10 inchi itu juga baik. "Kedalaman pipanya 1,5 meter sampai 2 meter dari permukaan tanah," ujar dia.

Ditambahkan Ridha, dirinya menduga bocornya pipa gas tersebut disebabkan oleh proyek pemindahan serat optik atau fiber optic. "Saat fiber optic dipindahkan, terkena pipa gas sehingga bocor. Kemudian terkena api dan terbakar," katanya. Akibat kebocoran itu, layanan gas ke 40 pelanggan PGN sempat dihentikan. "Katup menuju pelanggan ada yang kami tutup dulu, tapi siang ini layanan sudah diaktifkan kembali," ujarnya.

Meski demikian, PGN belum bisa memperbaiki pipa gas yang bocor. Pasalnya, menurut Ridha, lokasi kebocoran masih disterilkan karena pihak kepolisian sedang melakukan investigasi. "Kami belum tahu, kami tunggu izin kepolisian," ujar Ridha. Namun dia memastikan pihaknya sudah turun ke lapangan untuk mengecek sejauh mana kebocoran yang terjadi.

Mengenai nilai kerugiannya, Ridha mengatakan tidak terlalu besar dan masih bisa ditanggung oleh PGN. Namun, ledakan ini membuat PGN harus mengeluarkan biaya untuk memperbaiki pipa yang bocor. "Pelanggan kami tidak teraliri, ada gas yang terbakar, ada pipa yang terbakar serta kami pun keluarkan biaya untuk perbaikannya," kata dia.

BERITA TERKAIT

PGN Bukukan Untung Rp 3,21 Triliun

NERACA Jakarta – Sepanjang kuartal tiga 2018, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) membukukan pertumbuhan laba melesat tajam 122,79%. Dimana…

Pembangunan Infrastruktur untuk Indonesiasentris, Bukan Pencitraan

  Oleh: Winarto Ramadhan, Mahasiswa Ilmu Pemerintahan UIT Makassar   Pemerintahan Jokowi-JK sudah memasuki ambang masanya. Empat tahun pemerintahan sudah…

Bappenas: Pertumbuhan RI Relatif Stagnan - AKIBAT PRODUKTIVITAS TERTINGGAL DARI NEGARA LAIN

Jakarta-Pejabat Bappenas mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia dinilai relatif stagnan dan masih jauh di bawah rata-rata. Salah satu faktor penyebabnya adalah…

BERITA LAINNYA DI INDUSTRI

4 Pilar Utama Bikin Indonesia Hebat - Pemerintah Terus Pacu Industri Nasional Berdaya Saing Global

NERACA Jakarta – Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyebutkan ada empat pilar utama yang akan membawa Indonesia mengalami lompatan jauh dengan…

Manufaktur - Tumbuh 10%, Industri Minuman Didorong Terapkan Standar Hijau

  NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian terus mendorong sektor manufaktur di Indonesia untuk menerapkan konsep industri hijau. Upaya ini sejalan…

Kemenperin Revitalisasi Sentra IKM Tanggulangin

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian terus berupaya mendorong pertumbuhan industri kulit, alas kaki dan barang jadi kulit. Sektor ini mendapat…