Gandeng Mistui, Multipolar Bangun Data Center

NERACA

Jakarta - PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) melakukan penandatanganan perjanjian joint venture (JV) dengan Mitsui & Co, Ltd. (Mitsui) dan anak usahanya, Mitsui Knowledge Industry Co, Ltd (MKI) untuk membangun dan mengoperasikan data center tier-4 ready, yang akan beroperasi di bawah naungan PT Graha Teknologi Nusantara (GTN).

Mitsui dan MKI akan menginvestasikan sekitar Rp30 miliar dan Rp80 miliar, yang masing-masing mewakili 10% dan 25% kepemilikan dalam GTN, yang saat ini masih merupakan anak usaha yang sepenuhnya dimiliki oleh perseroan.

Presiden Direktur Perseroan Wahyudi Chandra mengatakan, melalui JV ini, MKI akan memberikan dan membagikan pengetahuan, pengalaman dan keahlian mereka di bidang layanan data center dan cloud computing, “GTN bermaksud untuk menangkap peluang bisnis atas meningkatnya kebutuhan akan data center dengan standar kualitas tinggi di Indonesia,” ujarnya di Jakarta, kemarin.

Dia mengungkapkan, data center ini akan dilengkapi dengan dua sumber daya listrik dari grid yang terpisah melalui penyedia kabel serat optik multi-carrier, dan berlokasi strategis 30 km dari Jakarta dan 80 km dari Bandung.

Direncanakan data center ini akan mulai beroperasi pada semester II tahun 2015. Menurutnya, data center tier-4 ready yang memenuhi standar TIA 942 dan dengan Uptime Institute Certification ini akan menggabungkan kompetensi di bidang perencanaan dan implementasi Disaster Recovery and Business Continuity Plan,”Prospeknya sangat cerah dan menjanjikan bagi bisnis Data Center di Indonesia, khususnya jika memenuhi persyaratan standar yang tinggi dari para penyedia cloud dan pengguna content dari luar negeri, sebagaimana juga dari perusahaan-perusahaan besar Indonesia,”paparnya.

Kolaborasi antara Mitsui dan MKI adalah untuk mengantisipasi implementasi dari Peraturan Pemerintah No. 82 tahun 2012, yang mewajibkan setiap perusahaan penyedia data elektronik di Indonesia untuk menempatkan datanya di data center yang berlokasi di Indonesia,”Kami sangat optimis bahwa kerja sama dengan Mitsui dan MKI di GTN akan mempercepat peningkatan kualitas data center di Indonesia, khususnya dalam mengantisipasi dimulainya Masyarakat Ekonomi ASEAN di tahun 2015,” lanjut dia.

Kolaborasi ini di kemudian hari akan mengukuhkan langkah kepemimpinan perseroan di area bisnis teknologi informasi, serta memperluas dan memperdalam kemampuan perseroan dalam menyediakan layanan terbaik yang bernilai tambah bagi mitra kerja dan pelanggannya.

Sebagai informasi, tahun ini perseroan menargetkan pendapatan sebesar Rp1,67 triliun atau tumbuh sekitar 10,6% dibandingkan tahun lalu sebesar Rp 1,51 triliun. Pendapatan tahun lalupun tumbuh 12,5% dibandingkan pendapatan tahun 2012 sebesar Rp 1,34 triliun. Direktur MPLT Hanny Untar pernah bilang, angka itu dikontribusikan dari softwere sebesar 40% dan hardwere sebesar 60%. "Sementara itu, untuk laba bersih perseroan ditargetkan dapat mencapai angka Rp53 miliar,”ungkapnya.

Prseroan juga menganggarkan dana belanja modal (capital expenditure/capex) sekitar Rp244 miliar. Dana belanja modal yang berasal dari pinjaman perbankan dan kas internal akan digunakan untuk pengembangan bisnis perseroan. Asal tahu saja, perseroan tengah fokus pengembangan data center dengan nilai investasi sekitar US$ 10 juta atau Rp100 miliar. (sin/bani)

BERITA TERKAIT

BTN Gandeng Kerjasama Sinergis PT RNI - Pacu Pertumbuhan Kredit Komersil

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. mencatatkan penyaluran kredit komersial hingga Agustus 2018 mencapai sekitar Rp38,14 triliun. Jumlah tersebut tercatat…

DHL Express Indonesia Bangun Fasilitas Baru di Pulogadung

NERACA Jakarta – DHL Express, penyedia layanan ekspres internasional terkemuka di dunia, hari ini secara resmi meluncurkan fasilitas baru di…

SML Kembangkan Smart Living di Deltamas - Gandeng Panasonic Homes

NERACA Jakarta - Sinar Mas Land (SML) dan Panasonic Homes membuat proyek properti berjenis town house dengan konsep Smart Living di…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Transaksi Saham di NTB Tetap Tumbuh

Kepala Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Mataram, Nusa Tenggara Barat, I Gusti Bagus Ngurah Putra Sandiana menyatakan, transaksi pembelian saham…

Tawarkan Harga Rp 190-230 Persaham - HK Metals Bidik Dana IPO Rp 337,33 Miliar

NERACA Jakarta -PT HK Metals Utama menawarkan harga saham perdana antara Rp 190-230 per saham. Nantinya, dana  hasil IPO akan…

Siapkan Sanksi Tegas - BEI Ingatkan Soal Aturan Free Float Saham

NERACA Jakarta - Meskipun meleset dari target, pihak PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mengingatkan emiten untuk memenuhi kewajiban aturan…