Sambut Presiden Terpilih, IHSG Bergerak Menguat

Senin, 21/07/2014

NERACA

Jakarta – Setelah sempat dibuka melemah, indeks harga saham gabungan (IHSG) harus berjibaku untuk keluar dari sentiment negatif bursa regional yang terkoreksi. Syukurnya, masih adanya aksi beli investor membawa indeks BEI Jum’at akhir pekan ditutup menguat 15,812 poin (0,31%) ke level 5.087,014. Sementara Indeks LQ45 ditutup tumbuh 4,180 poin (0,48%) ke level 874,116.

Kata analis Trust Securities, Reza Priyambada, menguatnya indeks BEI ditopang aksi beli investor sejak perdagangan sesi pertama hingga jelang penutupan perdagangan,”Masih mengalirnya dana investor asing ke pasar saham mendorong IHSG BEI bergerak menguat meski bursa saham di kawasan regional terkoreksi,”ujarnya di Jakarta, kemarin.

Tercatat dalam data perdagangan BEI, tercatat investor asing membukukan beli bersih (foreign net buy) sebesar Rp472,76 miliar pada akhir pekan kemarin. Dia menambahkan, masih masuknya dana asing itu dan kembali positifnya mata uang rupiah menambah sentimen positif bagi pasar saham domestik.

Sementara analis HD Capital Yuganur Wijanarko menambahkan, terkoreksinya bursa saham regional didorong oleh sanksi terhadap Rusia seiring memanasnya konflik di Ukraina,”Kendati demikian, kami optimistis pasar saham domestik tetap bangkit kembali menuju kisaran 5.094-5.145 poin pada perdagangan saham selanjutnya,"ungkapnya.

Berikutnya, indeks BEI Senin awal pekan akan bergerak menguat seiring reaksi pasar yang optimis menyambut pengumuman presiden terpilih oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 22 Juli. Sebagai informasi, akhir pekan kemarin, indeks mampu bertahan di zona hijau berkat aksi beli di saham-saham unggulan dan lapis dua. Investor lokal dan asing sama-sama berburu saham.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 172.813 kali dengan volume 5,513 miliar lembar saham senilai Rp 4,889 triliun. Sebanyak 149 saham naik, 141 turun, dan 89 saham stagnan. Bursa-bursa di Asia berakhi mix menutup perdagangan akhir pekan. Kekhawatiran atas konflik antara Rusia dan Ukrainan kembali memanas membuat pelaku pasar berhati-hati dalam bertransaksi.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 450 ke Rp 69.500, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 400 ke Rp 53.950, Indocement (INTP) naik Rp 350 ke Rp 26.000, dan Astra Agro (AALI) naik Rp 250 ke Rp 26.150. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain United Tractor (UNTR) turun Rp 175 ke Rp 22.725, Atlas Resources (ARII) turun Rp 170 ke Rp 525, Saratoga (SRTG) turun Rp 150 ke Rp 4.900, dan Siloam (SILO) turun Rp 150 ke Rp 13.800.

Perdagangan sesi pertama, indeks BEI ditutup menguat 18,691 poin (0,37%) ke level 4.089,893. Sementara Indeks LQ45 menguat 5,306 poin (0,61%) ke level 875,242. Saham-saham lapis dua yang naik paling tinggi, pasalnya harganya masih cukup murah jika dibandingkan saham unggulan yang sudah naik di beberapa perdagangan terakhir.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 96.923 kali dengan volume 3,602 miliar lembar saham senilai Rp 2,782 triliun. Sebanyak 133 saham naik, 124 turun, dan 74 saham stagnan. Rata-rata bursa di Asia jatuh di zona merah hingga sesi pertama akibat sentimen pesawat jatuh. Hanya bursa saham Tiongkok yang masih bisa menguat.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Indocement (INTP) naik Rp 450 ke Rp 26.100, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 400 ke Rp 53.950, Indosat (ISAT) naik Rp 280 ke Rp 4.080, dan Astra Agro (AALI) naik Rp 275 ke Rp 26.175. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Sarana Menara (TOWR) turun Rp 200 ke Rp 3.800, Atlas Resources (ARII) turun Rp 170 ke Rp 525, Saratoga (SRTG) turun Rp 150 ke Rp 4.900, dan Siloam (SILO) turun Rp 125 ke Rp 13.825.

Diawal perdagangan, indeks BEI dibuka melemah sebesar 27,75 poin atau 0,55% ke posisi 5.044,87, sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) turun 6,20 poin (0,71%) ke level 863,46,”IHSG bergerak melemah. Selain sentimen Pilpres 2014, pelaku pasar juga mencermati sentimen eksternal, seperti konflik geopolitik Ukraina-Rusia," kata Head of Research Valbury Asia Securities, Alfiansyah.

Dia mengemukakan bahwa pelaku pasar mencemaskan sanksi yang diumumkan presiden AS Barack Obama untuk Rusia yang melarang pendanaan untuk perusahaan-perusahaan penting negara itu. Di sisi lain, lanjut dia, Presiden Ukraina mendesak Uni Eropa untuk mengambil sanksi tegas terhadap Rusia terkait dengan konflik di wilayah timur Ukraina.

Sementara itu, dari dalam negeri, Alfiansyah mengtakan bahwa pengumuman Pilpres 2014 oleh KPU semakin dekat. Namun, diharapkan kedua pasangan calon presiden dan wakil presiden bisa menerima hasil keputusan, artinya diakhiri dengan kedamaian.

Tercatat bursa regional, di antaranya indeks Bursa Hang Seng dibuka melemah 158,73 poin (0,67%) ke level 23.362,14; indeks Nikkei turun 201,71 poin (1,31%) ke level 15.168,55; dan Straits Times melemah 8,43 poin (0,25%) ke posisi 3.298,46. (bani)