Presiden Buka Puasa Bersama Yatim Piatu - Program BRI Peduli

NERACA

Jakarta - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk menggelar acara buka puasa bareng (Bukber) 3.500 anak yatim piatu pada Kamis (17/7). Acara yang diselenggarakan untuk ke sepuluh kalinya ini, juga dihadiri oleh Presiden Republik Indonesia beserta Ibu Ani Yudhoyono, dan jajaran Menteri Kabinet Indonesia Bersatu II. “Buka puasa berlangsung di Jakarta Convention Center Jakarta. Acara dihadiri oleh Presiden Republik Indonesia beserta Ibu Ani Yudhoyono, dan jajaran Menteri Kabinet Indonesia Bersatu II,” ujar Sekretaris Perusahaan BRI, Budi Satria.

Dia mengatakan, melalui BRI Peduli, pihaknya mengundang sebanyak 3.500 anak yatim dari 70 Yayasan Yatim Piatu se-Jabodetabek. Setiap yayasan didampingi oleh tiga orang pendamping. “Acara diisi dengan tausyiah ramadhan, sholat maghrib dan Isya berjamaah serta hiburan musik oleh grup band GIGI,” tukasnya.

Selain itu, kata Budi, BRI melalui Program BRI Peduli juga menyerahkan bantuan sarana dan alat kesehatan untuk 4 Puskesmas di wilayah terpencil, yakni Nunukan (Kalimantan Utara), Simeuleu (NAD), Mianggas (Sulawesi Utara), Baa (NTT). Bentuknya antara lain inkubator bayi, mobil ambulance, alat USG 3D, perlengkapan alat bedah minor, perlengkapan alat bedah sederhana ke bidanan, dan lain-lain dengan total nilai mencapai Rp1,5 miliar.

Budi mengatakan, pihaknya memberikan bantuan alat kesehatan sebab alat kesehatan merupakan kebutuhan mendesak di daerah-daerah tersebut. “Berbagai dampak negatif seringkali muncul diakibatkan oleh pelayanan kesehatan yang dirasa masih kurang oleh masyarakat yang tinggal di daerah terpencil. Dampak dari masalah-masalah tersebut antara lain, mutu kesehatan masyarakat di suatu daerah terpencil akan terhambat, tingginya angka kematian ibu hamil dan bayi, serta memicu meningkatnya masalah social lainnya,” ujar Budi.

Dia mengatakan, selama mutu kesehatan masyarakat di daerah terpencil tidak disetarakan dengan mutu kesehatan di daerah perkotaan, selama itu pula masalah-masalah pelayanan kesehatan di daerah terpencil belum dapat teratasi. “Sehingga diperlukan peran dari semua elemen untuk ikut terlibat memajukan tingkat pelayanan kesehatan.Dengan bantuan sarana prasarana penunjang pelayanan kesehatan diharapkan dapat meningkatkan mutu pelayanan kesehatan khususnya di wilayah yang mendapat bantuan,” paparnya.

25 ribu paket sembako

Budi mengatakan acara bukber ini merupakan salah satu rangkaian acara Berbagi Bahagia Bersama BRI. Nantinya, BRI juga akan membagi 25 ribu Paket Sembako oleh Program BRI Peduli yang dilaksanakan di 15 titik di sekitar Jakarta, yang nilainya mencapai Rp 6 Miliar. “Untuk teknis pembagian paketnya juga melibatkan relawan BRI, guna memperlancar dan mengefisiensikan waktunya,” ucap Budi.

Rangkaian Berbagi Bahagia Bersama BRI ini akan ditutup dengan acara mudik gratis “Ngebuzz Bareng BRI”, pada 24 Juli mendatang. “Acara yang telah berlangsung setiap tahunnya mulai dari 2004 ini, rencananya akan memberangkatkan lebih dari enam ribu pemudik dengan menggunakan 125 bus eksekutif ke beberapa kota tujuan mudik di Pulau Jawa,” tutupnya. [fb]

BERITA TERKAIT

Presiden Ketiga RI - Isi Kemerdekaan Dengan Karya Nyata

Bacharuddin Jusuf Habibie  Presiden Ketiga RI Isi Kemerdekaan Dengan Karya Nyata Jakarta - Presiden ketiga RI Bacharuddin Jusuf Habibie mengatakan…

BPHN – Kemenhan Jalin Kerjasama Program Bela Indonesiaku

  NERACA Jakarta - Sebagai komitmen antar lembaga dalam ikut serta menyukseskan program Bela Indonesiaku yang merupakan program sosialisasi resmi…

Peradi Dukung Program Bantuan Hukum Rakyat Miskin

Peradi Dukung Program Bantuan Hukum Rakyat Miskin NERACA Jakarta - Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) di bawah Ketua Umum Fauzie Yusuf…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

BI Diyakini Tahan Suku Bunga Acuan

    NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) diyakini akan menahan kebijakan bunga acuan "7-Day Reverse Repo Rate" di…

OCBC NISP Yakin Pertumbuhan Kredit Dua Digit

  NERACA   Jakarta - PT OCBC NISP Tbk meyakini penyaluran kredit akan membaik pada triwulan IV/2017 sehingga mampu mencapai…

Utang Luar Negeri Naik 4,7%

    NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) mencatat utang luar negeri (ULN) naik 4,7 persen (year on year)…