ZTE Mencapai Penjualan 35 juta Ponsel

Jumat, 19/08/2011

NERACA - ZTE Corporation perusahaan publik global penyedia perangkat telekomunikasi dan solusi-solusi jaringan, hari ini mengumumkan bahwa mereka telah menjual 60 juta produk terminal, diantaranya 35 juta ponsel pada semester pertama tahun 2011. Ini merupakan suatu peningkatan sekitar 30 persen dari tahun ke tahun atas penjualan ponsel dan menyebabkan perusahaan mengalami peningkatan 400 persen dalam penjualan smartphone dan 300 persen pertumbuhan pasar

Menurut Executive Vice President ZTE He Shiyou bahwa berpayung pada strategi terminal pintar inovatif yang diumumkan pada awal tahun 2011, penjualan terminal smart ZTE mencapai lima juta unit pada semester pertama tahun 2011, sebuah peningkatan sebesar 400% dari tahun ke tahun. Pada tahun 2011, Blade ZTE juga menjadi salah satu smartphone terlaris di dunia. Melalui kemitraan dengan sekitar 80 operator global, ZTE Blade sekarang tersedia di hampir 50 negara dan wilayah, termasuk Indonesia.

“Penjualan harian smartphone Blade di Cina adalah yang tertinggi untuk kelas smartphone Android, dengan rata-rata 16.000 unit per hari. ZTE telah menjual 2,5 juta handset Blade secara global dan berharap dapat mencapai angka lima juta di tahun ini. Perusahaan juga mentargetkan penjualan 12 juta terminal smart pada semester kedua tahun ini. Sebagai hasil dari strategi ini, ZTE telah bertumbuh dalam pangsa pasar di empat pasar strategis utama, yaitu: Cina, Amerika Utara, Eropa dan Amerika Latin,”

Di Cina, bisnis ponsel ZTE tumbuh lebih dari 20%. Hal ini dapat dikarenakan atas kemitraan ZTE dengan tiga operator terkemuka di Cina untuk menciptakan smartphone Android khusus sesuai kebutuhan tiap operator. Lebih lanjut lagi, sebagai hasil dari kemitraan dengan para operator terkemuka di Amerika Serikat, penjualan ponsel ZTE di AS meningkat 300 persen pada semester pertama tahun 2011.

“Di Eropa, ZTE bermitra dengan lebih dari 65 operator untuk produk smartphone, dengan penjualan ponsel meningkat sebesar 30% secara regional pada periode yang bersamaan. Di Amerika Latin, pangsa ZTE untuk pasar Brasil meningkat 46% dan ZTE telah menanam invetasi pada sebuah taman industri teknologi tinggi, yang diperkirakan akan menjadi tempat penelitian telekomunikasi serta pusat produksi dan pelatihan terbesar di negara itu dan menjadi fasilitas Riset dan Pengembangan ZTE pertama di pasar Amerika Latin,” ujar

Sedangkan Di Indonesia menurut He Shiyou, ZTE baru saja meluncurkan beberapa seri terminal smart diantaranya tiga handset berbasis Android, ZTE Freddo, ZTE Blade, dan ZTE Light Plus Tab dan satu Data Card, MF 190 dengan kampanye ZTE Androholic.

Dalam laporan hasil analisa pasar IDC yang berjudul “World Mobile Phone Tracker” pada bulan Juli 2011 menyatakan bahwa ZTE menjadi vendor ponsel terbesar kelima di dunia setelah perusahaan itu menjual unit-unit perangkatnya pada dua kuartal pertama tahun ini. ZTE memperoleh total peningkatan pangsa pasar sebesar 4,5 persen dari 3,3 persen di tahun sebelumnya dan merupakan satu-satunya perusahaan asal Cina di peringkat lima besar. Menurut laporan tersebut, ZTE dan Apple adalah dua vendor di antara lima besar yang telah mengalami kenaikan lebih dari 30 persen pertumbuhan pangsa pasar. ZTE kini telah mencapai pertumbuhan pangsa pasar diatas 30 persen dalam kurun waktu lima tahun berturut-turut.

ZTE akan terus berusaha untuk mengembangkan bisnis ponselnya. “Kami sangat senang dengan keberhasilan ZTE Blade di seluruh dunia dan juga handset kami yang lain di pasar utama lainnya. Kami bertujuan untuk meluncurkan lebih dari 30 terminal smart selama sisa tahun 2011, termasuk smartphone kelas menengah hingga kelas atas seperti SKATE, Windows Phone 7 dan handset TD-LTE dengan model dual-modul dan dual-waiting,” paparnya.

Selain itu, ZTE mengadopsi sebuah pendekatan agresif sebagai bagian dari tahap penting dalam memperoleh akses ke pasar terminal smart utama. Perusahaan telah menjual 60 juta produk terminal, termasuk 5 juta terminal smart dalam enam bulan pertama tahun ini. Hal ini merupakan peningkatan 400% tahun-ke-tahun dalam penjualan terminal smart.

Akibatnya, pendapatan operasi untuk produk-produk handset ZTE sebagai sebuah persentase dari total pendapatan operasi meningkat menjadi 30% dari 25,4% pada periode yang sama tahun lalu. Secara keseluruhan marjin laba kotor untuk produk-produk handset menurun menjadi 19,6% dari 22,7% di periode sebelumnya. Selain itu, ZTE juga telah berinvestasi strategis dalam layanan-layanan telekomunikasi, komputasi awan, perangkat-perangkat jaringan internet dan investasi di sektor lainnya. ZTE juga mendirikan sebuah perusahaan venture capital internal untuk mencari peluang-peluang guna memperluas pasar.

Kedepannya, ZTE akan memanfaatkan peluang dalam investasi domestik, pembangunan jaringan broadband global dan upgrade jaringan nirkabel, serta akan berusaha untuk menjaga keseimbangan positif antara skala bisnis dan keuntungan perusahaan. Hal ini akan dicapai dengan tujuan dasar untuk mempertahankan pertumbuhan yang stabil dalam skala bisnis perusahaan. ZTE juga akan meningkatkan efisiensi operasi perusahaan dan berupaya untuk mengendalikan biaya-biaya.