Akhir Pekan, Laju IHSG Kembali Terkoreksi

Jumat, 18/07/2014

NERACA

Jakarta – Mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) Kamis sore, indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup terkoreksi setelah sebelumnya diawal menguat. Aksi ambil untung yang dilakukan pelaku pasar memanfaatkan pergerakan indeks BEI yang sudah menguat beberapa hari terakhir menjadi penyebabnya.

Tercatat, indeks BEI ditutup minus 42,73 poin atau 0,84% ke level 5.071,20. Disamping itu, sentiment negative dari bursa Asia yang ditutup melemah juga memberatkan laju indeks BEI. Indeks Nikkei turun 9,04 poin atau 0,06% ke 15.370,26, indeks Straits Times susut 3,75 poin atau 0,11% ke 3.300,68, indeks Hang Seng melemah 2,41 poin atau 0,01% ke 23.520,87 dan indeks Shanghai minus 11,68 poin atau 0,57% ke 2.055,59.

Berikutnya, indeks BEI Jum’at akhir pekan diproyeksikan akan bergerak melemah seiring dengan masih derasnya aksi ambil untung pelaku pasar. Pada perdagangan kemarin, nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp928 miliar dengan 929 juta saham diperdagangkan dan transaksi bersih Rp132,72 miliar. Tercatat 99 saham naik, 222 saham melemah dan 84 saham stagnan.

Sektor saham semuanya melemah. Sektor dengan pelemahan terbesar adalah perdagangan yang anjlok 1,78%, diikuti industri dasar merosot 1,72%. Adapun saham yang menguat, di antaranya PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) menguat Rp50 menjadi Rp69.050, PT Asuransi Bida Dana Arta Tbk (ABDA) naik Rp400 menjadi Rp5.475, dan PT Mayora Indah Tbk (MYOR) naik Rp25 menjadi Rp29.575.

Sementara saham yang anjlok, di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun Rp775 menjadi Rp52.925, PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) turun Rp125 menjadi Rp2.870, dan PT Asahimas Flat Glass Tbk (AMFG) turun Rp25 menjadi Rp7.375.

Koreksi pasca IHSG mencetak rekor sebelumnya terjadi pada 11 Juli 2014. Pada 10 Juli 2014, IHSG ditutup pada rekor baru di tahun ini, yakni di level 5.098,01. Namun sehari setelahnya, aksi ambil untung membuat IHSG terkoreksi ke level 5.032,60.

Kemudian perdagangan sesi pertama, indeks BEI ditutup terkoreksi 16,6 poin (0,32%) ke level 5.097,33. Sementara Indeks LQ45 melemah 3,237 poin (0,37%) ke level 873,79. Sentimen melemahnya bursa regional dan aksi aksi ambil untung investor menjadi pemicunya.

Indeks hanya sempat naik hingga ke posisi tertingginya di 5.136,778 sebelum akhirnya terjerembab ke teritori negatif. Sembilan sektor pun terkena koreksi, hanya sektor aneka industri yang masih bisa menguat. Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi sebanyak 126.539 kali dengan volume 3,197 miliar lembar saham senilai Rp 2,461 triliun. Sebanyak 120 saham naik, 132 turun, dan 90 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Gudang Garam (GGRM) naik Rp 650 ke Rp 54.350, HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 500 ke Rp 69.500, United Tractor (UNTR) naik Rp 300 ke Rp 23.600, dan J Resources (PSAB) naik Rp 300 ke Rp 4.725. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Matahari (LPPF) turun Rp 900 ke Rp 14.550, Unilever (UNVR) turun Rp 500 ke Rp 30.750, Indocement (INTP) turun Rp 275 ke Rp 25.825, dan Semen Indonesia (SMGR) turun Rp 275 ke Rp 16.775.

Diawal perdagangan, indeks BEI dibuka menguat 14,57 poin atau 0,29% menjadi 5.128,50. Sedangkan indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 3,81 poin (0,43%) ke level 880,84. Head of Research Valbury Asia Securities Alfiansyah mengatakan, situasi dan kondisi keamanan Indonesia yang tetap kondusif menjelang pengumuman hasil pilpres dari KPU memberikan dampak positif bagi pasar saham Indonesia,”Sentimen internal cukup kondusif sehingga masih mendukung IHSG berada dalam area positif," katanya.

Sementara dari eksternal, lanjut dia, pertumbuhan ekonomi Tiongkok untuk pertama kalinya dalam tiga kuartal terakhir, menjadi salah satu sentimen pendorong bagi mayoritas bursa saham di Asia, termasuk indeks BEI,”Produk domestik bruto Tiongkok naik 7,5% di bulan Juni,”paparnya.

Dari Eropa, dia mengemukakan bahwa bank sentral Eropa (ECB) berencana menambah likuiditas jangka panjangnya untuk mendorong bank-bank menyalurkan pinjaman sehingga pergerakan ekonomi di kawasan itu meningkat,”Bauran dari sentimen internal dan ekternal itu akan membuat indeks BEI pada perdagangan saham Kamis ini berpotensi melanjutkan penguatan," katanya.

Tercatat bursa regional, di antaranya indeks Bursa Hang Seng dibuka menguat 27,62 poin (0,12%) ke level 23.550,90, indeks Nikkei naik 42,96 poin (0,28%) ke level 15.422,26 dan Straits Times menguat 0,26 poin (0,04%) ke posisi 3.305,76. (bani)