Gerakan "1000 Kampung Berdaya’ ala LazisMu

Desa adalah tulang punggung suatu negara dan bangsa. Karena itu, memajukan desa berarti memajukan negara dan bangsa Indonesia. Saat ini, mayoritas desa kita masih mengalami ketertinggalan. Kemiskinan, kesejahteraan dan pembangunan manusia adalah persoalan utama yang menuntut perhatian tidak hanya pemerintah. Dan, Muhammadiyah, sebuah organisasi kemasyarakatan terbesar di Indonesia pun telah membuat program ‘Gerakan 1.000 Kampung Berdaya’.

Gerakan “1000 Kampung Berdaya” adalah gerakan pemberdayaan masyarakat di perdesaan yang dikelola secara terpadu meliputi bidang ekonomi, pertanian,pendidikan, sosial, kesehatan, lingkungan, serta teknologi informasi.

Gerakan ini dilaksanakan melalui langkah yang meliputi; pengembangan pertanian terpadu ramah lingkungan, membangun ekonomi desa melalui pengembangan produk unggulan (onevillage one product/OVOP), membangun pusat pendidikan dan sentra aktifitas keagamaan, membangun pengelolaan lingkungan hidup berbasis komunitas, mengelola kesehatan berbasis komunitas, dan pengembangan desa digital sebagai pusat informasi dan komunikasi desa.

Program itu dicanangkan oleh Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sodaqoh Muhammadiyah (LazisMu). “Dalam 5 tahun ke depan, LazisMu menargetkan terbangunnya 1000 Kampung Berdaya di seluruh wilayah Indonesia. Langkah ini akan dimulai denganpilot projectpemberdayaan di 100 desa yang melibatkan segenap stakeholder dengan pendanaan yang bersumber dari zakat dan infaq masyarakat,” kata Direktur Utama LazisMu M Khoirul Muttaqin.

LazisMu juga mencoba menggalang kaum muda untuk menjadi wira usaha melalui program Youth Entrepreneurship (YES). Da tiga langkah yang dilakukan, yaitu, ranah Kognitif, membangun mental dan spirit kewirausahaan generasi muda; ranah afektif,dengan membangun kemampuan manajerial dan skill berwirausaha; serta ranah psikomotorik, yakni membangun kemampuan untuk mendirikan dan mengelola wirausaha dengan baik.

Youth Entrepreneurship (YES) didesain dalam beberapa aktivitas seperti pendidikan dan pelatihan, pemagangan, beastudi kewirausahaan, pendampingan, fasilitasi pendirian usaha, serta bantuan permodalan usaha. YES pertama kali diluncurkan pada 2008 dan sudah melatih 9 kelompok pemuda di 5 kota di Jawa. Program ini digarap bareng bersama Bank Syariah Mega Indonesia (BSMI). Skema pembiayaannya dengan model dana bergulir dan sistem tanpa agunan dan tanpa bunga (qordul hasan).

Bagi kalangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), LazisMu juga menyiapkan program pengembangan Lembaga Keuanga Mikro (LMK) melalui Social Microfinance Development (SMFD).

Sejak didirikan pada 2004 hingga 2009, Program Micro Finance Development (MFD) telah berhasil mendirikan 116 Baitul Maal yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia dan telah melayani kurang lebih 35 ribu pelaku usaha mikro. Kini, melalui BM atau LKM, LazisMu telah membentuk Bank Zakat. Aktivitas Bank Zakat adalah memberikan akses permodalan dan pendampingan pelaku usaha kecil melalui sistem kelompok (community development) dengan sasaran utama pedagang kecil di pasar tradisional dan sekitarnya serta pelaku usaha dari kelompok perempuan.

Related posts