Naik Angkutan Umum Atau Kendaraan Sendiri

PERSIAPAN MUDIK LEBARAN 2014

Sabtu, 19/07/2014

Jika dilihat dari daya dukung sarana-prasarana, termasuk jaringan infrastrukturnya, arus mudik Lebaran Idul Fitri di Indonesia, barangkali merupakan gerakan migrasi terbesar di dunia.

Pada musim mudik tahun ini, jumlah migrasi diprediksi naik terus dari tahun ke tahun. Tahun 2014, diperkirakan mencapai 19.299.144 orang yang akan pulang kampung atau naik 3,83% dibanding tahun lalu. Sebelumnya, jumlah pemudik mencapai 18.585.668 orang. Pada 2012, jumlah pemudik sebanyak 17.245.054 orang. Jumlah itu yang tercatat. Tentu masih lebih banyak pemudik yang tak tercatat jumlahnya.

Dari hasil survei yang dibuat Badan Litbang Kementerian Perhubungan pada Maret 2014 lalu, menunjukkan jumlah pemudik tahun ini mencapai 27,89 juta orang atau bertambah 6,99% dari tahun lalu. Kepala Balitbang Perhubungan Elly Adriani Sinaga mengatakan, para pemudik terbanyak berasal dari kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). Jumlahnya mencapai 13,4 juta orang.

Menurut Elly, daerah tujuan mudik terbesar di kawasan Jawa Tengah, yaitu sebanyak 7,99 juta orang disusul kawasan Jabodetabek sebanyak 5,5 juta orang. Survei tersebut dilakukan di 12 provinsi yang merupakan pemusatan arus mudik, yaitu Sumater Utara, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jawa Timur, Bali, Kalimanta Selatan, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Selatan.

Nyaris jalanan sepanjang jalur mudik, utamanya di Pulau Jawa macet total, karena dipenuhi kendaraan. Luas jalan dan jumlah kendaraannya nyaris sama. Akibatnya berjam-jam lalu lintas macet, tak bergerak. Masalah klasiknya adalah, para pemudik tersebut mayoritas menggunakan kendaraan pribadi, baik mobil maupun sepeda motor.

Kendaraan pribadi masih menjadi angkutan favorit, karena kapasitas angkutan umum sangat jauh dari mencukupi. Tanda-tandanya, saat kapasitas tempat duduk angkutan umum ditambah berapapun, tetap saja tak mampu menampung jumlah penumpang.

Penjualan kendaraan pribadi menjelang Lebaran dari tahun ke tahun terus bertambah. Toyota Astra Motor (TAM) membukukan penjualan mobilnya mencapat 37 ribu unit dalam sebulan. "Biasanya memang seperti itu. Makanya penjualan di Juni lebih tinggi dibandingkan dengan Mei, dan ini bisa diakibatkan karena mau Lebaran," ujar GM Corporate Planning and Public Relation PT TAM Widyawati Soedigdo.

Mobil merek lain juga demikian. Pada akhir Juni 2014, Honda meraih penjualan sebesar 17.215 unit, meningkat dibanding bulan sebelumnya yang besarnya 16.356 unit. Ford juga ikut menikmati. Pada Juni, mampu menjual 1.164 unit. “Di bulan Juni lalu berhasil mengalami peningkatan sebesar 31% jika dibandingkan dengan penjualan di bulan Mei 2014,” kata Managing Director PT Ford Motor Indonesia (FMI) Bagus Susanto.

Kapasitas Angkutan Umum

Sebetulnya, seberapa jauh kapasitas angkutan umum yang tersedia untuk para pemudik? Moda transportasi umum yang tersedia meliputi angkutan darat, angkutan penyeberangan, dan angkutan udara. “Jumlah penumpang Angkutan Lebaran tahun 2014 yang menggunakan transportasi massal diprediksi naik sekitar 3,83% dibanding tahun 2013, dari 18.587.668 penumpang menjadi 19.299.144 penumpang,” kata Menteri Perhubungan (Menhub) EE Mangindaan, belum lama ini.

Menurut Menhub, jumlah kapasitas angkutan jalan raya sebanyak 5.587.838 penumpang, angkutan sungai, danau, dan penyeberangan (ASDP) 3.544.767 penumpang, kereta api 4.488.551 penumpang, angkutan laut 1.573.986 orang, dan angkutan udara mencapai 4.103.972 orang atau naik 11,48% dari tahun sebelumnya.

Mangindaan menjelaskan, khusus angkutan jalan raya, para penumpang diangkut dengan 22.340 bus antar kota antar provinsi (AKAP), 16.415 bus antar kota dalam provinsi (AKDP), dan 4.260 bus pariwisata. Khusus penumpang kereta api, pihak PT Kereta Api Indonesia (KAI) telah menyiapkan 293 kereta regular, 32 kereta Lebaran, 46 lokomotif siap operasi, dan 1.555 kereta penumpang.

Sedangkan, untuk ASDP, telah disiapkan 174 pakal roll on rool off (ro-ro), 72 kapal penumpang milik swasta, 25 uit kapal milik Pelni, 1.049 kapal swasta milik rakyat (Pelra) jarak dekat, 84 kapal perintis. Khusus angkutan udara, Kementerian Perhubungan mencatat, untuk angkutan udara, jumlah armadanya sebanyak 430 unit kapal terbang untuk mengangkut 58.585 penumpang.

Pengamat masalah transportasi Darmaningtyas mengatakan, dilihat dari kapasitas, jelaslah bahwa jumlah angkutan umum masih jauh dari memadai. “Selama angkutan umum massal belum mampu mencukup jumlah penumpang, orang masih mengandalkan pada kendaraan pribadi,” kata dia. (bani saksono)

Grafik/tabel

JUMLAH PEMUDIK LEBARAN

Tahun Orang (juta)

------------------------------------

2010 14,85

2011 15,47

2012 17,24

2013 18,58

2014 19,29

------------------------------------

Diolah dari berbagai sumber, termasuk Kemenhub