Pasar Yakini IHSG Bakal Melesat Tajam - Pasca Pengumuman KPU

NERACA

Jakarta –Pengumuman presiden terpilih akan segera di umumkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 22 Juli mendatang, kondisi ini mendapatkan perhatian serius dari pelaku pasar modal karena memberikan sentiment positif terhadap indeks harga saham gabungan (IHSG). Tak ayal, bila hasil pengumuman pilpres berjalan lancar dan aman terkendali, laju indeks harga saham gabungan (IHSG) diproyeksi kembali melesat ke level tertinggi diikuti naiknya sejumlah sektor seperti infrastruktur dan konstruksi. Namun tidak begitu dengan saham sektor media.

Kata analis PT Asjaya Indosurya Securitires, William Suyawijaya mengatakan, pasca pengumuman hasil pemilihan umum presiden (Pilpres) 22 Juli 2014 mendatang, saham sektor media akan kembali ke laju normalnya,”Saya tidak bilang turun, tetapi kembali ke laju normal. Kenaikannya tidak setinggi beberapa waktu belakangan ini,”ujarnya di Jakarta, kemarin.

Disebutkan, sejumlah saham emiten di sektor media mengalami kenaikan dalam kurun waktu 1 bulan terakhir sejak tanggal 16 Juni hingga 15 Juli 2014. Kenaikan tertinggi dicatat saham PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) sebesar 5,82% dalam kurun waktu tersebut. Sementara kenaikan terendah dicatat PT Tempo Inti Media Tbk (TMPO) yang hanya naik 2,63%. Emiten lain yang sahamnya juga mengalami kenaikan adalah PT Intermedia Capital yang naik 2,72%.

Kenaikan ini, lanjut dia, akan berada pada level normalnya lantaran sejumlah even besar yang selama beberapa waktu belakangan menjadi senjata pamungkas kenaikan saham di sektor ini, sudah mulai selesai berlangsung,”Kalau saham media, masanya sudah hampir habis, karena pilpres sudah mau selesai, world cup sudah mulai selesai, even-even yang jadi jualan media mulai berkurang jadi kecenderungan berbalik ke normal," jelasnya.

Level normal yang dimaksud, lanjut William adalah kembali ke harga yang terbentu karena fundamental dari masing-masing emiten itu sendiri. "Jadi akan kembali ke harga pasar. Kalau pun ada kenaikan itu dipengaruhi fundamental emiten itu sendiri," sambung dia.

Sementara, terkait saham PT Visi Media Asia Tbk (VIVA) yang sempat tertekan oleh isu penayangan hasil hitung cepat yang dianggap tidak kredibel, William berpandangan, pelemahan ini cenderung dikarenakan saham emiten ini memang tengah memasuki masa konsolidasinya,”Karena kan saham VIVA sudah terlebih dahulu naik. Di saat emiten media lain cenderung stabil, Viva sudah lebih dahulu naik. Sehingga saat yang lain mulai naik, terlihat mencolok sendirian (VIVA) melemah,"tandasnya.

Sebelumnya, Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) Hoesen menegaskan, apapun hasil pilpres nanti, pelaku pasar sudah merespon positif pemilu kemarin dan ini menjadi keyakinan Indonesia masih stabil, “Karena itu, penguatan indeks harga saham gabungan pasca pilpres akan terus menguat,”ujarnya. (bani)

BERITA TERKAIT

Mandiri Investasi Bakal Rilis Tiga KIK EBA - Targetkan Dana Kelola Tumbuh 20%

NERACA Jakarta – Tahun depan, PT Mandiri Manajemen Investasi (Mandiri Investasi) menargetkan pertumbuhan total dana kelolaan atau asset under management…

Lagi, IHSG Catatkan Rekor Baru 6.113 Poin

NERACA Jakarta – Mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (14/12), indeks harga saham gabungan (IHSG) kembali mencatatkan…

Perusahaan Bisa Manfaatkan Pasar Modal - Danai Ekspansi Bisnis

NERACA Jakarta - Besarnya likuiditas di pasar modal, tentunya bisa dimanfaatkan para pelaku bisnis untuk mendanai ekspansi bisnisnya jangka panjang…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Desa Nabung Saham Hadir di Monokwari

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) akan mencanangkan "Desa Nabung Saham" di wilayah Kabupaten Manokwari, Papua Barat,”Desa Nabung Saham akan dibentuk…

BEI Suspensi Perdagangan Saham MNCN

Mengendus adanya transaksi yang mencurigakan melalui Nomura Sekuritas Indonesia, PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) mengajukan penghentian sementara (suspensi) perdagangan…

Link Net Targetkan 150 Ribu Pelanggan

Kebutuhan jaringan internet di Indonesia memacu PT Link Net Tbk (LINK) gencar ekspansi jaringan. LINK optimistis bisa memenuhi target 2,8…