Laju IHSG Masih Dalam Tren Penguatan

Kamis, 17/07/2014

NERACA

Jakarta – Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) Rabu kemarin, seharian berada di zona hijau seiring dengan kembali masuknya daya asing ke pasar modal. Kondisi akhirnya memicu indeks harga saham gabungan (IHSG) diakhir perdagangan menguat 43,109 poin (0,85%) ke level 5.113,930. Sementara Indeks LQ45 ditutup melonjak 6,565 poin (0,75%) ke level 877,027.

Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada mengatakan, berlanjutnya kenaikan mayoritas bursa saham di kawasan Asia, mendorong pelaku pasar saham domestik kembali mengambil posisi akumulasi saham sehingga IHSG BEI mampu bergerak positif,”Tampaknya pelaku pasar tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut untuk kembali aktif bertransaksi dan memanfaatkan pelemahan harga saham yang sempat terjadi," katanya di Jakarta, Rabu (16/7).

Dia menambahkan, masih aktifnya investor asing yang melakukan transaksi beli menjadi salah satu pendorong indeks BEI. Pada Selasa ini tercatat transaksi beli bersih asing (foreign net buy) di pasar saham BEI sebesar Rp871,517 miliar,”Jika sentimen positif ini dapat terjaga maka IHSG pun dapat melanjutkan penguatan kedepannya, namun tetap diwaspadai pula potensi pembalikan arah karena belum kuatnya posisi IHSG di tengah risiko ketidakpastian pemenang pilpres,”ujarnya.

Berikutnya, indeks BEI Kamis diproyeksikan akan kembali bergerak menguat seiring masih betahnya investor asing mengkoleksi saham-saham yang masih murah. Perdagangan kemarin berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi sebanyak 271.511 kali dengan volume 13,739 miliar lembar saham senilai Rp 7,603 triliun. Sebanyak 233 saham naik, 93 turun, dan 70 saham stagnan.

Bursa-bursa Asia mengakhiri perdagangan dengan mixed. Pelaku pasar gagal menahan momentum penguatan yang terjadi diawal perdagangan. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Tembaga Mulia (TBMS) naik Rp 1.300 ke Rp 12.500, Matahari (LPPF) naik Rp 1.225 ke Rp 15.450, Metropolitan (MKPI) naik Rp 1.200 ke Rp 15.675, dan Gudang Garam (GGRM) naik Rp 650 ke Rp 53.700.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Multi Bintang (MLBI) turun Rp 30.00 ke Rp 1,04 juta, Delta Jakarta (DLTA) turun Rp 1.000 ke Rp 359.000, Lion Metal (LION) turun Rp 1.000 ke Rp 11.000, dan HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 500 ke Rp 69.000.

Perdagangan sesi pertama, indeks BEI ditutup melonjak 52,507 poin (1,04%) ke level 5.123,328. Sementara Indeks LQ45 melompat 10,590 poin (1,22%) ke level 696,414. Seluruh indeks sektoral di lantai bursa kompak menguat, dipimpin sektor aneka industri. Penguatan tiap sektor cukup tinggi hingga lebih dari satu persen.

Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi sebanyak 150.326 kali dengan volume 10,785 miliar lembar saham senilai Rp 3,856 triliun. Sebanyak 226 saham naik, 60 turun, dan 57 saham stagnan. Kompaknya bursa regional bergerak di zona hijau juga memberi sentimen positif terhadap pelaku pasar dalam negeri. IHSG mencetak penguata tertinggi dibandingkan indeks lain di bursa Asia.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Tembaga Mulia (TBMS) naik Rp 1.300 ke Rp 12.500, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 650 ke Rp 53.700, Indofood CBP (ICBP) naik Rp 475 ke Rp 10.450, dan Matahari (LPPF) naik Rp 275 ke Rp 14.500. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Multi Bintang (MLBI) turun Rp 28.900 ke Rp 1,04 juta, HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 500 ke Rp 69.000, Bayan (BYAN) turun Rp 75 ke Rp 6.900, dan Intermedia Capital (MDIA) turun Rp 65 ke Rp 1.825.

Diawal perdagangan, indeks BEI dibuka naik 5,44 poin atau 0,11% ke posisi 5.076,27, sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) naik 1,42 poin (0,16%) ke level 871,70,”Indeks BEI kembali menguat namun cenderung mulai terbatas dan rentan aksi ambil untung," kata Head of Research Valbury Asia Securities Alfiansyah.

Di sisi lain, lanjut dia, pelaku pasar juga sedang menantikan hasil pemilihan umum presiden (pilpres) yang akan diumumkan komisi pemilihan umum (KPU) pada 22 Juli 2014 mendatang."Pilpres yang berlangsung damai menjadi hal positif Indonesia dimata investor. Ditengah menantikan kepastian, sentimen lain yang diperkirakan mempengaruhi pasar yakni harga minyak dunia menyusul konflik yang terjadi di timur tengah," katanya.

Sementara itu, Tim Analis Teknikal Mandiri Sekuritas dalam kajiannya mengemukakan bahwa dana investor asing yang semakin deras masuk ke pasar modal Indonesia masih menjadi sentimen positif bagi pergerakan indeks BEI.

Kendati demikian, tim Analis Mandiri Sekuritas juga memaparkan bahwa salah satu indikator teknikal di pasar saham menunjukkan saham-saham di dalam negeri berada di area jenuh beli (overbought). Tercatat bursa regional, di antaranya indeks Bursa Hang Seng dibuka menguat 49,33 poin (0,21%) ke level 23.509,29, indeks Nikkei turun 13,94 poin (0,09%) ke level 15.381,22 dan Straits Times menguat 7,06 poin (0,21%) ke posisi 3.298,48. (bani)