Waspadai Uang Palsu Jelang Lebaran

Kamis, 17/07/2014

NERACA

Jakarta - Bank Indonesia mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap peredaran uang palsu menjelang Hari Raya Idul Fitri 1435 Hijriah. Hal ini seiring dengan meningkatnya jumlah uang beredar di dalam negeri. Bila ditemukan, Lambok mengatakan agar segera dilaporkan.

Direktur Departemen Pengelolaan Uang BI Lambok A Siahaan mengatakan, dari setiap temuan uang palsu, harap melaporkan ke kantor Polisi atau kantor BI terdekat. Masyarakat tidak perlu takut, karena tidak akan ditangkap. "Kita menganjurkan untuk melaporkan di lokasi BI atau kantor Polisi terdekat. Jangan takut ditangkap. Karena cuma menemukan," ujarnya saat peninjauan penukaran uang di Monas, Jakarta, Rabu (16/7).

Menurutnya sudah menjadi kewajiban untuk menerima laporan dan kemudian menindaklanjuti dari temuan tersebut. Sehingga diperlukan partisipasi aktif masyarakat untuk melaporkan.

"Dari data itu ditemukan dan ditindaklanjuti sampai ke pengedarnya. Kemudian modusnya dipelajari dan menjadi masukan untuk kita," jelasnya.

Sejauh ini, lokasi peredaran uang palsu ditemukan di daerah dengan aktivitas ekonomi dan jumlah penduduk yang padat. Seperti Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Banten, Batam dan Bali.

"Daerah yang banyak ditemukan karena kegiatan dan jumlah penduduknya besar," ujarnya

Makanya untuk mengatasi dan mengidentifikasi uang palsu itu Harus ingat 3D. Kalau dilihat kita harus ada, warnanya ada gradasi dan benang pengaman. Diraba kasar. Diterawang dan ada tanda air. Ia menyarankan agar ketiga tahapan tersebut harus dilalui secara keseluruhan. Tidak bisa hanya dilihat atau Diraba saja. "Artinya harus melihat cara mengecek itu dengan lengkap. Jadi tolong dilihat secara keseluruhan," paparnya.

Namun begitu, BI mengaku terus mewaspadai maraknya peredaran uang palsu selama Ramadhan dan menjelang Idul Fitri. Berdasarkan data per Juli 2014, peredaran uang palsu sepanjang Ramadan dan jelang Lebaran masih tetap rendah,

Deputi Gubernur BI Ronald Waas mengungkapkan, selama Ramadhan dan menjelang Idul Fitri BI telah menemukan empat lembar uang palsu per satu juta uang yang diedarkan. Menurutnya, angka tersebut menurun bila dibandingkan dengan peredaran uang palsu pada tahun 2013 di periode yang sama yang mencapai delapan lembar per satu juta uang yang diedarkan.

Lebih lanjut dia menegaskan, pihaknya akan terus menekan jumlah peredaran uang palsu selama Ramadan dan menjelang Idul Fitri. Oleh sebab itu bank sentral akan meningkatkan sosialisasinya kepada masyarakat Indonesia mengenai uang palsu dengan melakukan kerjasama pada pihak Kepolisian.

“Sosialisasi mengenai uang palsu terus berjalan dan kami juga kerja sama dengan pihak Kepolisian. Kalau masyarakat menemukan uang palsu, kami meminta untuk diserahkan kepada Bank Indonesia untuk selanjutnya ditukarkan,” ujar Ronald.

BI juga meminta agar masyarakat dapat ekstra waspada dan berhati-hati dalam melakukan transaksi penukaran uang terutama saat bulan Ramadhan dan menjelang Lebaran. Menurutnya, masyarakat juga harus cermat dalam mengenali uang rupiah yang asli dan yang palsu dengan mempraktikkan 3D yaitu dilihat, diraba dan diterawang. Hal ini penting dilakukan supaya masyarakat tidak menjadi korban peredaran uang palsu.

Selain itu, bank Sentral menghimbau kepada masyarakat untuk dapat memperlakukan uang rupiah dengan baik dan menjaganya, seperti tidak melakukan aksi vandalism mencoret-coret uang kertas, men-steples uang kertas dan menaruhnya di tempat yang lembab. [agus]