Ekonomi Islam, Imun Anti Kemiskinan

Ziswaf

Sabtu, 19/07/2014

Sebagai negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki potensi besar untuk mengelola dana umat. Baik itu melalui zakat, infak, sedekah maupun wakaf (Ziswaf). Jika ZISWAF diapresiasi oleh masyarakat dengan baik dan dikelola dengan maksimal, maka empowering ekonomi umat niscaya terjadi.

NERACA

Dalam dimensi ekonomi, Zakat, Infak, Sedekah dan Wakaf (Ziswaf) merupakan modal yang selalu tersedia dalam membangun perekonomian masyarakat fakir miskin. Dana zakat saat ini dikembangkan bukan hanya untuk pemenuhan kebutuhan konsumsi masyarakat fakir miskin, namun fungsi zakat telah mengarah kepada pemberdayaan masyarakat muslim kurang mampu agar mereka kelak lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan ekonomi.

Presiden Direktur Dompet Dhuafa, Ahmad Juwaini menuturkan, Ramadhan menjadi bulan yang penting dalam mengoptimalkan penghimpunan dana Ziswaf. Pasalnya masyarakat berlomba-lomba melakukan ibadah, termasuk menyisihkan sebagian hartanya untuk disedekahkan pada bulan Ramadhan sebagai bulan suci yang bertabur pahala dan berkah.

Ahmad mengungkapkan, atas dasar tren setiap tahunnya dimana penghimpunan zakat terus meningkat setiap Ramadhan, Lembaga zakat Dompet Dhuafa menargetkan penghimpunan dana Ziswaf dapat mencapai Rp80 Miliar di bulan Ramadhan 1435 H. Dua tahun terakhir, penghimpunan Dompet Dhuafa saat Ramadhan menunjukkan peningkatan.

"Tahun 2012 mencapai Rp. 57,235 Miliar dan tahun 2013 lalu sebesar 64,312 Miliar secara nasional", ujar Ahmad di Jakarta belum lama ini

Menurut dia, tren peningkatan ini menunjukkan indikasi bahwa masyarakat semakin percaya kepada Dompet Dhuafa melalui program-program pemanfaatan dana dan layanan yang diberikan. Selain itu, peningkatan juga disebabkan lantaran adanya peningkatan pendapatan masyarakat, baik karena dampak pertumbuhan ekonomi maupun akibat standar pengupahan yang terus meningkat.

Seperti diketahui, pengaruh Ziswaf sangat signifikan dalam menyelesaikan masalah ekonomi dan sosial, terutama dalam mengentaskan kemiskinan. Tetapi itu tidak berarti bahwa maksud dan tujuan Ziswaf tidak terbatas pada pengentasan kemiskinan, melainkan memperluas kepemilikan dengan memperbanyak volume kepemilikan dan juga mengubah orang-orang miskin menjadi orang yang berkecukupan seumur hidup.

Tak hanya itu, Ziswaf memiliki potensi untuk merubah dan meningkatkan perekonomian masyarakat kecil, sebagaimana seorang pedagang yang mampu memiliki toko dan segala hal yang berkaitan dengan pekerjaannya. Atau seorang petani yang memiliki alat bajak, ataupun orang yang memiliki keterampilan khusus mampu memiliki alat yang menunjang keterampilannya tersebut.

Selain hal tersebut, ketika seorang muslim membayar zakat dan infak maka kegiatan tersebut sama artinya dengan membangun ikatan persaudaraan dengan orang-orang yang berada di luar lingkungan sosial mereka, menumbuhkan kenyamanan dalam kehidupan bermasyarakat, dan menumbuhkan perasaan bersyukur karena mampu hidup dalam keadaan lebih baik daripada orang lain

Ya, pengaruh Ziswaf dalam ekonomi Islam terhadap masyarakat sangat signifikan sekali. Dalam Ziswafterhadap sikap empati kepada orang-orang fakir miskin serta merta proaktif untuk kemaslahatan umum.

Hal itu tercermin jelas pada pengalokasiannya yang hanya ditujukan untuk orang-orang fakir,orang-orang miskin, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah, dan untuk mereka yang sedang dalam perjalanan.

MelaluiZiswafterjalin kedamaian masyarakat dengan bersatunya hati mereka. Karena orang-orang miskin ketika melihat orang-orang kaya menginfakkan hartanyakepada mereka dan memberikan Ziswafyang tidak disertai sikap menyebut-nyebut kebaikannya, maka orang-orang fakir itu pasti akan mencintai orang-orang kaya. Berbeda apabila orang-orang kaya itu berbuat sebaliknya, maka hal tersebut akan melahirkan permusuhan dan sikap dengki di hati para orang fakir.

Melihat peranannya dalam dimensi ekonomi maupun sosial dalam mewujudkan tatanan masyarakat yang sejahtera dimana hubungan seseorang dengan yang lainnya menjadi rukun, damai dan harmonis yang akhirnya dapat menciptakan situasi yang tentram, aman lahir bathin, tahun ini, dengan mengusung tema 'Indonesia Move On' saatnya membuka mata hati, Dompet Dhuafa terus berupaya mengakomodasi niat ikhlas donatur dalam menunaikan amalnya dan mendayagunakannya menjadi program-program yang bermanfaat bagi kaum dhuafa dengan amanah dan profesional.

Sebagai lembaga zakat yang telah berkiprah lebih dari 20 tahun, Dompet Dhuafa telah mempelopori inovasi program-program pemberdayaan di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi dan social development.