Ziswaf Berpotensi Kembangkan Bisnis

NERACA

Besarnya potensi jumlah harta Ziswaf di Indonesia memberikan harapan bagi pembenahan ekonomi umat. Sebab kekayaan tersebut dapat dijadikan modal pembangunan sosial ekonomi masyarakat dalam mencapai titik equalibrium ekonomi dalam mencapai tingkat kesejahteraan umat.

Ziswaf dapat dikatakan sebagai jantung keuangan. Ibaratnya, ekonomi umat itu nadinya yang tersebar di seluruh jasad manusia. Bila jantungnya ini beroperasi dengan lancar, maka bisa dipastikan ekonomi ummat juga lancar.

Ziswaf dapat mewujudkan keadilan sosial bagi masyarakat yang berkeadilan sosial adalah masyarakat yang, paling tidak, di dalamnya tidak terdapat ketimpangan ekonomi, pendidikan, hukum, pengobatan (kesehatan), dan akses politik.

Selain sebagai bagian dari ibadah (ritual kegamaan yang langsung berhubungan dengan Tuhan) yang juga memiliki fungsi sosial atau bertujuan untuk menciptakan keadilan sosial, minimal keadilan distribusi ekonomi, Ziswaf juga berpotensi menggiring bisnis menjadi tumbuh subur.

Jika bisnis di imbangi dengan Ziswaf, maka bisnis itu tidak akan merugi. melainkan mengganti materi dengan apapun yang bisa membuat bisnis tersebut menjadi lebih berkembang. Melihat hal tersebut, PT Trans Retail Indonesia (Carrefour) bekerja sama dengan Lembaga Kemanusiaan Nasional PKPU menyelenggarakan kegiatan peluncuran booth Ziswaf

“Adanya booth Ziswaf ini merupakan salah satu usaha Carrefour untuk menawarkan produk dan pelayanan terbaik bagi seluruh pelanggan setia Carrefour,” ujar RM. Adji Srihandoyo, Corporate Affairs Director PT Trans Retail Indonesia

Booth Ziswaf tersebut akan dipasang di 25 gerai Carrefour di seluruh Indonesia. Sebagian dana yang didapat dari pengumpulan booth tersebut akan digunakan untuk program nasional Belanja Bersama dengan Anak Yatim (BBY).

BERITA TERKAIT

Otomotif - Kembangkan Kendaraan Listrik, Pemerintah Matangkan Regulasi

NERACA Jakarta – Pemerintah serius mematangkan penyusunan Peraturan Presiden (Perpres) mengenai program percepatan pengembangan kendaraan listrik. Guna mengakselerasinya, pemerintah menyiapkan…

Bisnis Properti Masih Lesu - Metropolitan Land Bidik Pendapatan Tumbuh 10%

NERACA Jakarta –Masih lesunya bisnis properti dirasakan betul PT Metropolitan Land Tbk (MTLA). Dimana emiten properti ini membukukan kinerja kuartal…

Genjot Pertumbuhan Bisnis - BLTZ Bakal Bentangkan 15 Layar Bioskop

NERACA Jakarta – Perluas penetrasi pasar guna menggenjot pertumbuhan bisnis, PT Graha Layar Prima Tbk (BLTZ) berencana menambah  lebih dari…

BERITA LAINNYA DI KEUANGAN

KUR, Energi Baru Bagi UKM di Sulsel

Semangat kewirausahaan tampaknya semakin membara di Sulawesi Selatan. Tengok saja, berdasarkan data yang dimiliki Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sulsel,…

Obligasi Daerah Tergantung Kesiapan Pemda

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai penerbitan obligasi daerah (municipal bond) tergantung pada kesiapan pemerintahan daerah karena OJK selaku regulator hanya…

Bank Mandiri Incar Laba Rp24,7 T di 2018

PT Bank Mandiri Persero Tbk mengincar pertumbuhan laba 10-20 persen (tahun ke tahun/yoy) atau sebesar Rp24,7 triliun pada 2018 dibanding…