Produksi CPO Astra Agro Tumbuh 21,1% - Capaian Semester Pertama

NERACA

Jakarta – Perusahaan kebun kelapa sawit, PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) mencatatkan kenaikan produksi minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) sepanjang semester pertama tahun ini sebesar 21,1% menjadi 852.942 ton dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 704.211 ton. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Selasa (15/7).

Investor Relations PT Astra Agro Lestari Tbk, Rudy Limardjo mengatakan, meningkatnya produksi CPO AALI pada enam bulan peratma tahun ini didukung naiknya produksi tandan buah segar (TBS) perseroan pada periode yang sama,”Produksi TBSK AALI sepanjang Januari sampai Juni mengalami kenaikan mencapai 2,74 juta ton atau naik 14,5% dari 2,39 juta ton pada periode yang sama 2013,”ujarnya.

Disebutkan, tingkat produktivitas rata-rata (yield) TBS sepanjang enam bulan ini meningkat 9.3% menjadi 11,01 ton per hektar (ha) dibanding sebelumnya sebanyak 10,07 ton per ha. Pertumbuhan produksi TBS perseroan paling banyak disumbang kebun AALI di Kalimantan, yang meningkat 28,7% menjadi 1.19 juta ton dari 925.701 ton, diikuti kebun di Sumatera yang bertambah 3,8% dari 1 juta ton menjadi 1,04 juta ton. Sedangkan produksi TBS di kebun Sulawesi naik 9,2% dari 465.844 ton menjadi 508.655 ton.

Sementara produksi TBS hingga akhir Juni dikontribusi dari Sumatera sebesar 38%, Kalimantan sekitar 43,5% dan Sulawesi 18,5%. Pada periode yang sama tahun lalu, Kalimantan mengontribusi sebesar 38,7%, Sumatera 41,9% dan Sulawesi 19,4%.

Produksi TBS olah meningkat 23,2% menjadi 3,88 juta ton dibanding akhir Juni 2013 sebanyak 3,15 juta ton. Rinciannya, produksi TBS dari kebun inti naik 14,8% menjadi 2,02 juta ton dari sebelumnya 1,76 juta ton, sedangkan dari kebun eksternal meningkat 33,8% menjadi 1,86 juta ton dari 1,39 juta ton. Produksi komoditas kebun perseroan lainnya, kernel pada akhir bulan lalu tercatat naik 22,6% menjadi 183.541 ton dari periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 149.685 ton.

Tahun ini, perseroan menganggarkan belanja modal sebesar Rp 3,5 triliun atau lebih besar 20% dibandingkan tahun lalu sebesar Rp 2,8 triliun. Adapun sumber pendanaan capex tahun 2014, menurut Head of Public Relations AALI Tofan Mahdi mengatakan, mayoritas disumbang dari kas internal perusahaan, dan sisanya dari pinjaman perbankan. "Kas kami masih kuat untuk membiayai capex tahun ini,"ujarnya.

Tofan mengaku, di semester II 2014 ini, perseroan akan menambah 3 pabrik lagi. Padahal, saat ini pihaknya sudah memiliki total 26 pabrik kelapa sawit dengan kapasitas 1.280 ton per jam. Ketiga pabrik kelapa sawit tersebut terletak di Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Barat. "Total kapasitas masing-masing pabrik itu sebesar 45 ton per jam," ucapnya. (bani)

BERITA TERKAIT

Ekonomi Banten Triwulan-III Tumbuh 5,62 Persen

Ekonomi Banten Triwulan-III Tumbuh 5,62 Persen NERACA Serang - Ekonomi Provinsi Banten triwulan III/2017 tumbuh 5,62 persen (yoy), lebih tinggi…

Aset Bank Umum Di Jambi Tumbuh 4,75%

  NERACA   Jambi - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jambi menyebutkan, aset perbankan umum yang beroperasi di provinsi itu…

Asuransi Bintang Bidik Premi Tumbuh 29% - Kembangkan Layanan Digital

NERACA Jakarta – Berbekal pencapaian positif di tahun ini dan juga pertimbangan kondisi ekonomi yang lebih baik di tahun depan,…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Edukasi Literasi Keuangan - Asuransi Simas Sambangi Siswa Bukittinggi

NERACA Jakarta - Asuransi Sinar Mas (Simas) melanjutkan literasi keuangan untuk mendukung kebijakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam rangka meningkatkan…

Bukalapak Sabet Tiga Piala Citra Pariwara

Bukalapak, pasar online terbesar di Indonesia berhasil memenangkan penghargaan Citra Pariwara 2017, salah satu penghargaan bergengsi bagi insan kreatif dan…

MNC Investama Bayar Utang US$ 215 Juta

Pangkas beban utang, PT MNC Investama Tbk (BHIT) berencana melunasi pinjaman berdenominasi dollar AS yang segera jatuh tempo. Perusahaan tercatat…