WIKA Beton Garap Empat Proyek Gedung

NERACA

Jakarta – Pasca pemilu presiden (Pilpres) geliat investor asing menanamkan dananya di Indonesia cukup besar, kondisi ini diyakini memberikan dampak positif bagi bisnis konstruksi seiring dengan kembali pulihnya investor asing untuk berinvestasi padat modal di Indonesia dengan membangun pabrik dan gedung.

Hal inilah yang dirasakan PT Wijaya Karya Beton (Persero) Tbk (WTON) yang tahun ini mulai gencar menggarap konstruksi bangunan gedung. Saat ini perseroan tengah menggarap sebanyak empat proyek. Kata Sekretaris Perusahaan PT Wijaya Karya Beton Tbk, Puji Haryani, keempat proyek tersebut adalah bangunan gedung perkantoran di wilayah Cawang (Jakarta) dan Carpark Terminal 3 Bandara International Soekarno-Hatta,”Selain itu, kami juga sedang garap Deli Plaza di Medan dan bangunan industri RFCC di Cilacap,”ujarnya di Jakarta, kemarin.

Puji menambahkan, melalui penerapan pola precast engineering-production-installation (EPI), perseroan juga mulai menggarap konstruksi bangunan gedung melalui produk-produk pracetak seperti kolom, balok, dinding, hollow core slab, dan lain sebagainya."Dengan menggunakan komponen betin pracetak maka proses penyelesaian pembangunan gedung-gedung dapat dipercepat dengan kualitas lebih terjamin sehingga lebih ekonomis dan lebih efisien," tegasnya.

Puji menambahkan bahwa di samping keempat proyek yang sedang digarap tersebut, WIKA Beton juga siap menggarap proyek-proyek potensial yang menggunakan komponen beton pracetak di antaranya adalah proyek apartemen dan condotel di wilayah Bekasi serta proyek rusunawa dan dormitory di wilayah Cibitung."Dan ada satu lagi itu, proyek apartemen, perhotelan, dan convention hall di wilayah Bandung," tutupnya.

Sampai dengan semester pertama tahun ini, PT Wijaya Karya Beton Tbk telah mengantungi kontrak baru sebesar Rp1,3 triliun. Disebutkan, perseroan telah mencatatkan perolehan kontrak baru pada pertengahan Juni 2014 sebesar Rp223 miliar,”Dengan capaian kontrak baru sebesar Rp223 miliar, sehingga total kontrak baru yang diperoleh sampai dengan pertengahan Juni 2014 telah mencapai Rp1,3 triliun atau mencapai 40% dari total target 2014,”kata Puji Haryani.

Kontrak–kontrak baru yang diperoleh pada pertengahan Juni 2014 tersebut, antara lain proyek tol Kualanamu di Sumatera Utara, Proyek jembatan Pulau Dompak di Kepulauan Riau, Proyek apartemen Menara Deli di Sumatera Utara dan Proyek prasarana minyak dan gas di Bontang, Kalimantan Timur.

Selain itu, proyek tol Cikampek – Palimanan di Jawa Barat dan juga proyek pabrik Astra Honda Motor di Jawa Barat. Maka dengan demikian, total order book yang telah dicapai sampai dengan pertengahan Juni 2014 sebesar Rp2,9 triliun termasuk carry over sebesar Rp1,6 triliun,”Melihat perolehan yang telah dicapai serta rencana proyek yang akan diperoleh selama tahun 2014, manajemen PT Wijaya Karya Beton Tbk optimistis akan mencapai target semester maupun akhir tahun 2014 yang telah disasarkan sebelumnya terutama dari proyek-proyek swasta," pungkasnya. (bani)

Related posts