Perusahaan Thailand Salurkan Dana CSR Rp42 Miliar

NERACA

PTT Exploration and Production Public Company Limited (PTTEP), perusahaan Thailand yang bergerak dalam bidang eksplorasi dan produksi minyak bumi,menjalin kemitraan dengan Dompet Dhuafa untuk salurkan dana Coorporate Social Responsibility (CSR) senilai Rp42 miliar. Kerja sama yang dituangkan dalam bentuk Memorandum of Understanding (MoU) ini berlangsung selama 5 tahun hingga tahun 2019.

Rencananya dana ini akan ditujukan untuk pengembangan masyarakat Indonesia secara jangka panjang di bidang kesehatan dan pendidikan. Berdasarkan perjanjian kemitraan, PTTEP akan bersama – sama mengelola kedua proyek CSR dan memberikan dukungan yang diperlukan, termasuk anggaran. Selain itu, karyawan perusahaan juga akan secara sukarela terlibat dalam proyek tersebut

General Manager cabang PTTEP di Jakarta, Titi Thongjen mengungkapkan, bentuk kerja sama yang menjadi komitmen kuat perusahaan ini merupakan bentuk kontribusi kepada masyarakat di negara-negara tempat perusahaan beroperasi.

“Bidang kesehatan dan pendidikan, menjadi sangat penting bagi masyarakat. Tidak tertutup kemungkinan di masa depan kami akan membuat program di bidang lainnya, seperti lingkungan," kata Titi.

Dalam proyek kesehatan, PTTEP akan membentuk pusat layanan kesehatan gratis bernama Gerai Sehat PTTEP yang terletak di Desa Rorotan. Layanan kesehatan ini bersifat cuma – cuma dan akan melayani orang – orang yang tinggal di tiga kecamatan di jakarta utara, yakni Cilincing, Koja, dan Tanjung Priuk.

Harapannya, programnya tersebut dapat melayani kebutuhan dasar perawatan medis yang begitu diperlukan masyarakat setempat, seperti kesehatan umum, klinik ibu dan anak, kedokteran gigi, farmasi dan laboratorium.

Sedangkan dalam program pendidikan, akan ada pemberian beasiswa dan kebutuhan penting untuk 20-siswa kurang mampu selama dua tahun melalui proyek beasiswa PTTEP-Beastudi etos. Beasiswa tersebut dikhususkan bagi pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) yang ingin melanjutkan ke perguruan tinggi.

Adapun bagi siswa yang ingin mendapatkan beasiswa tersebut, mereka harus melewati tahap penyaringan dulu untuk kemudian dikirim ke lima universitas terkemuka di Indonesia untuk belajar di tiga bidang, yakni engineering, geofisika, dan medis.

Titi Thongjen mengaku terpukau dengan potensi generasi penerus bangsa yang memiliki semangat belajar yang tinggi. Oleh karena itu, ia berkomitmen untuk menjaga kemitraan dengan Dompet Dhuafa untuk terus memberikan kontribusi kepada masyarakat, yang notabene berada di kawasan operasional mereka.

“Dengan bekerja sama bersama Dompet Dhuafa, kami memiliki keyakinan yang kuat bahwa program CSR kami benar – benar akan menguntungkan rakyat Indonesia,” tutur dia

BERITA TERKAIT

Link Net Siapkan Dana Rp 451 Miliar - Buyback 75,14 Juta Saham

NERACA Jakarta – Menjaga stabilitas harga saham di pasar, PT Link Net Tbk (LINK) berencana melakukan pembelian kembali (buyback) saham…

BFI Finance Siapkan Dana Rp 335 Miliar - Utang Sebelum Jatuh Tempo

NERACA Jakarta – Perusahaan pembiyaan, PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN) mengungkapkan kesiapan perseroan memenuhi kewajiban pembayaran utang yang akan…

BEI Dorong Perusahaan di DIY Go Public

Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Daerah Istimewa Yogyakarta mendorong perusahaan di daerah itu baik milik swasta maupun badan usaha…

BERITA LAINNYA DI CSR

Ringankan Beban Korban Gempa Palu - Sharp Gelar Trauma Healing dan Pengobatan Gratis

Sebagai bentuk rasa kemanusian dan kepedulian terhadap korban bencana gempa Palu, Sigi, Donggala dan sekitarnya, PT Sharp Electronics Indonesia melalui…

Gelar Pelatihan Kewirausahaan - Go-Jek Lebih Dari Sekedar Alat Transportasi

Sukses dan maju bersama para mitranya menjadi prinsip besar Go-Jek sebagai platform on-demand terdepan di Indonesia. Hal tersebut ditunjukkan Go-Jek…

Inovasi Program RISE - Memberdayakan Disabilitas From Zero To Hero

Stigma negatif baik dalam keluarga dan masyarakat masih menghantui penyandang disabilitas. Pasalnya, penyandang disabilitas dianggap sebagai beban, merepotkan, memalukan, tidak…