Ramadhan, Berkah Bagi Penjaja Jajanan Pasar

Neraca. Peluang bisnis jajanan semakin lebar terbuka ketika ramadhan hadir, karena sangat menguntungkan. Biasanya para penjual dadakan saling berebut konsumen dengan menghidangkan berbagai macam olahan jajanan yang di jualnya, agar si pembeli datang dan membelinya. Biasanya konsumen paling ramai membeli jajanan-janan ini menjelang magrib untuk ta’jil saat berbuka.

Saat adzan maghrib berkumandang, saatnya berbuka puasa. Momen ini menjadi salah satu kenikmatan tersendiri pada bulan ramadhan yang tidak ada pada bulan- bulan lainnya. Oleh karena itu, waktu berbuka puasa menjadi komoditas bisnis yang menarik bagi beberapa pelaku usaha. Bisnis ini dipercaya dapat mendatangkan keuntungan cepat. Bagi para pekerja yang sibuk di luar rumah tentu jajanan ini merupakan pilihan praktis.

Ada beberapa tips jika ingin melakukan usaha ini yaitu, pilih tempat strategis yang orang sering berlalu lalang, pasang papan yang berisi daftar menu sekaligus dengan harganya dengan tulisan besar agar menarik orang untuk membaca, gunakan nama-nama yang unik untuk menuliskan nama menu seperti kolak manis kembang desa, atau es kelapa muda penyejuk kalbu (kata-kata yang nyeleneh tersebut bisa jadi akan menarik perhatian pembeli), berusaha proaktif menawarkan jualannya kepada setiap pengguna jalan yang melintas.

Memproduksi atau menjual beragam jajanan khas buka puasa, seperti kolak, es campur, es buah dan lain sebagainya. Konsumen yang sibuk biasanya tidak sempat membuat kolak atau sejenisnya untuk berbuka puasa, makanya banyak pedagang musiman menawarkan produk tersebut untuk memenuhi tuntutan pasar yang lagi “haus” ini.

Melayani catering untuk buka puasa, biasanya banyak yang mengadakan buka puasa bersama, jadi kebutuhan catering untuk buka puasa meningkat tajam. Memang di butuhkan modal yang besar dan kayaknya hanya pemain catering yang sudah eksis yang bisa merebut peluang ini. Tetapi tidak ada salahnya memulai usaha pada bulan ini dengan membidik segmen “buka bersama” sebagai pasar utama.

Berjualan atau mendistribusikan kurma, kebutuhan kurma biasanya meningkat tajam pada saat bulan Ramadhan. Walaupun banyak supermarket sampai hypermarket juga menjual kurma, dan kadang harganya sangat kompetitif. Tetapi sebetulnya peluang berjualan kurma pada bulan puasa masih sangat luas. Atau bisa juga menjual produk seperti kolang-kaling karena kebutuhan yang meningkat tajam, entah lewat pasar tradisional atau pasar modern.

BERITA TERKAIT

Laba Bayu Buaya Tumbuh 17% di 2017 - Berkah Pertumbuhan Pariwisata

NERACA Jakarta – Melesatnya pertumbuhan industri pariwisata di dalam negeri sepanjang 2017 kemarin,  memberikan dampak positif terhadap kinerja PT Bayu…

Manfaat Integrasi dan Pertukaran Data Perpajakan bagi DJP

Oleh: Aditya Wibisono, Kepala Seksi Kerja Sama dan Humas, Kanwil Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Wajib Pajak Besar Saat ini Kanwil…

Ketua DPR - Kritik Adalah “Vitamin" Bagi DPR

Bambang Soesatyo Ketua DPR  Kritik Adalah “Vitamin" Bagi DPR Jakarta - Ketua DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) menegaskan bahwa kritik yang…

BERITA LAINNYA DI KEUANGAN

Obligasi Daerah Tergantung Kesiapan Pemda

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai penerbitan obligasi daerah (municipal bond) tergantung pada kesiapan pemerintahan daerah karena OJK selaku regulator hanya…

Bank Mandiri Incar Laba Rp24,7 T di 2018

PT Bank Mandiri Persero Tbk mengincar pertumbuhan laba 10-20 persen (tahun ke tahun/yoy) atau sebesar Rp24,7 triliun pada 2018 dibanding…

Pemerintah Permudah Bank Ekspansi di Asean

Pemerintah berupaya mempermudah kesempatan perbankan nasional untuk melakukan ekspansi di kawasan ASEAN seperti Singapura dan Malaysia dengan mendorong ratifikasi protokol…