Revitalisasi Pabrik Pusri 2B Capai 59%

Selasa, 15/07/2014

NERACA

Palembang - Proyek revitalisasi satu dari empat pabrik pupuk paling tua milik PT Pupuk Sriwidjaja di Palembang, Sumatera Selatan yang dilakukan sejak pertengahan 2013 hingga kini telah mencapai 59%,”Progres proyek revitalisasi atau pembangunan pabrik baru Pusri 2B hingga Juli 2014 ini berjalan bagus sesuai target, jika pembangunannya terus berjalan lancar, pabrik tersebut sudah bisa melakukan kegiatan produksi pada November 2015," kata Direktur Utama PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri), Musthofa di Palembang, Senin (14/7).

Menurut dia, proses pembangunan satu pabrik baru tersebut sekarang ini dalam tahap pekerjaan sipil, pondasi, merangkai instalasi pipa pabrik, dan membangun tiang penyangga pipa cerobong asap. Selain melakukan pekerjaan tersebut, pada Agustus nanti mulai masuk peralatan pabrik dari luar negeri seperti dari Jerman, India, Korea, dan Jepang,”Kita sekarang ini sedang menunggu peralatan pabrik yang dipesan dari sejumlah negara, diharapkan peralatan yang dipesan bisa tiba sesuai dengan rencana sehingga pembangunannya dapat berjalan sesuai tahapan yang ditargetkan," ujarnya.

Dia menjelaskan, saat ini PT Pusri memiliki empat pabrik dengan total kapasitas produksi mencapai 2,262 juta ton per tahun, namun, karena kondisinya sudah tua, kapasitas produksi tersebut beberapa tahun terakhir tidak pernah tercapai secara maksimal.

Kondisi empat pabrik tersebut rata-rata usianya 35 tahun ke atas, sedangkan idealnya usia pabrik pupuk maksimal 20 tahun. Semua pabrik PT Pusri di Palembang kondisinya memprihatinkan karena sudah berusia tua. Pabrik yang usianya relatif paling muda adalah pabrik Pusri 1B yang dibangun pada 1994.

Untuk meningkatkan produksi, pihaknya berupaya secara bertahap melakukan revitalisasi pabrik tua dengan prioritas revitalisasi pabrik urea paling tua yakni pabrik Pusri 2 yang dibangun pada 1974. Proyek revitalisasi pabrik tua yang sedang berjalan sekarang ini dikerjakan oleh konsorsium PT Rekayasa Industri dan Toyo Engineering Corporation dengan nilai investasi Rp7,4 triliun.

Pabrik Pusri 2B menggunakan teknologi KBR Purifier Technology, untuk pabrik amonia dan teknologi Aces 21 milik Toyo dan Pusri sebagai co-licencor untuk pabrik urea. Kapasitas produksi terpasang pabrik amonia mencapai 2.000 ton per hari atau 660.000 ton per tahun dan kapasitas pabrik urea 2.750 ton per hari atau 907.500 ton per tahun.

Pabrik Pusri 2B dengan teknologi baru, selain ramah lingkungan juga menghemat bahan baku gas, dengan rasio pemakaian gas per ton produk 31,49 MMBTU per ton amonia dan 21,18 MMBTU per ton urea,”Jika proyek revitalisasi tersebut berjalan sesuai rencana, pabrik baru diperkirakan sudah mulai berproduksi pada penghujung 2015 dan mampu mendongkrak produksi urea hingga 2,61 juta ton per tahun,”kata Musthofa. (ant/bani)