Aksi Jual Berlanjut, IHSG Masih Terkoreksi

Selasa, 15/07/2014

NERACA

Jakarta –Mengakhiri perdagangan saham Senin awal pekan, indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup melemah tipis 11,536 poin (0,23%) ke level 5.021,063. Sementara Indeks LQ45 ditutup berkurang 1,011 poin (0,12%) ke level 860,204,”Koreksi indeks BEI dinilai masih wajar dikarenakan dipicu oleh aksi ambil untung oleh sebagian investor setelah euforia pemilihan umum presiden (pilpres) dan bukan dikarenakan imbas dari data-data fundamental ekonomi," kata Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada di Jakarta, Senin (14/7).

Di sisi lain, dia menambahkan bahwa aksi ambil untung itu juga antisipasi dari investor di tengah penantian hasil pemilihan umum presiden (pilpres) pada 22 Juli mendatang dan kinerja emiten semester I tahun ini,”Dalam situasi itu sebagian pelaku pasar cenderung melakukan lepas saham meski tidak signifikan," katanya.

Pelemahan indeks BEI, lanjut dia, juga diiringi dengan kembali turunnya mata uang rupiah terhadap dolar AS sehingga menambah sentimen negatif bagi pasar saham. Kendati demikian, menurut Reza Priyambada, pelemahan indeks BEI pada awal pekan ini masih tertahan oleh masih masuknya dana investor asing sebesar Rp378,99 miliar.

Berikutnya, indeks BEI Selasa diproyeksikan akan bergerak melemah seiring dengan aksi jual investor yang terus berlanjut. Pada perdagangan kemarin, aksi ambil untung investor lokal sulit dibendung. Aksi jual pun terjadi di saham-saham unggulan terutama komoditas dan perbankan, membuat IHSG meluncur hingga ke titik terendahnya di 4.999.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 181.361 kali dengan volume 5,119 miliar lembar saham senilai Rp 5,034 triliun. Sebanyak 110 saham naik, 156 turun, dan 105 saham stagnan. Bursa regional rata-rata berakhir di zona hijau. Meski Wall Street melemah tapi pelaku pasar lebih fokus ke pertumbuhan ekonomi Tiongkok di semester II tahun ini.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Lion Metal (LION) naik Rp 500 ke Rp 12.000, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 275 ke Rp 52.750, Renuka (SQMI) naik Rp 250 ke Rp 1.250, dan Adira (ADMF) naik Rp 250 ke Rp 11.600. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Multi Bintang (MLBI) turun Rp 16.000 ke Rp 1,04 juta, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 750 ke Rp 25.250, HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 500 ke Rp 69.500, dan Matahari (LPPF) turun Rp 400 ke Rp 14.000.

Perdagangan sesi pertama, indeks BEI ditutup melemah 7,294 poin (0,14%) ke level 5.025,305. Sementara Indeks LQ45 berkurang 0,485 poin (0,06%) ke level 860,730. Aksi beli asing di awal perdagangan sempat membuat IHSG menanjak ke level 5.047. Pemodal asing memburu saham-saham konstruksi dan infrastruktur.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 99.518 kali dengan volume 2,25 miliar lembar saham senilai Rp 2,428 triliun. Sebanyak 113 saham naik, 135 turun, dan 82 saham stagnan. Pergerakan bursa-bursa regional hingga siang tak jauh berbeda dari awal perdagangan. Prediksi pertumbuhan ekonomi Tiongkok yang cukup tinggi menjadi katalis penggerak.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 500 ke Rp 70.500, United Tractor (UNTR) naik Rp 325 ke Rp 23.825, Adira (ADMF) naik Rp 150 ke Rp 11.500, dan Waran Bali Towerindo (BALI) naik Rp 105 ke Rp 1.515. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 375 ke Rp 25.625, Asahimas (AMFG) turun Rp 275 ke Rp 7.125, Astra Agro (AALI) turun Rp 250 ke Rp 26.250, dan SMART (SMAR) turun Rp 250 ke Rp 6.400.

Diawal perdagangan, IHSG dibuka menguat 8,75 poin atau 0,17% menjadi 5.041,35 dan indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 2,29 poin (0,27%) ke level 863,50,”Aksi beli kembali terjadi pada saham-saham di dalam negeri meski cenderung terbatas, aksi pelaku pasar itu masih terpengaruh dengan eforia pemilihan umum presiden (pilpres)," kata Reza Priyambada.

Dia menambahkan bahwa investor asing yang masih masuk ke pasar modal domestik menjadi salah satu pendukung bagi indeks BEI untuk bergerak di area positif. Kendati demikian, lanjut dia, indeks BEI yang telah mengalami kenaikan sekitar 2,58% selama satu pekan lalu dinilai terlampau cepat sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah melemah.

Sementara itu, Tim Analis Teknikal Mandiri Sekuritas dalam kajiannya memaparkan bahwa investor saat ini masih menanti penetapan pemenang pilpres yang sedianya akan diumumkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 22 Juli mendatang.

Di sisi lain, lanjutnya, kalangan pemodal juga sedang menanti hasil kinerja perusahaan tercatat atau emiten periode semester I 2014 yang akan dirilis. Tercatat bursa regional, di antaranya indeks Bursa Hang Seng dibuka menguat 132,98 poin (0,57%) ke level 23.366,43, indeks Nikkei naik 57,24 poin (0,38%) ke level 15.222,73 dan Straits Times menguat 0,63 poin (0,02%) ke posisi 3.294,36. (bani)