Logistik Mahal, Daya Saing Menurun - Sektor Perikanan

NERACA

Jakarta - Dibandingkan dengan negara Asean lain seperti Singapura, bahkan Malysia ongkos logistik Indonesia masih sangat mahal, disinyalir dengan biaya ongkos logistik yang mahal ini mengurangi daya saing produk lokal untuk berkompetisi dengan produk luar apalagi nanti pada pagelaran Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2015 nanti.

Sekretaris Jenderal Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) Sjarief Widjaja mengatakan tantangan Indonesia dalam menghadapi MEA 2015 adalah kurangnya dukungan infrastruktur, transportasi/logistik, perangkat hukum, penyediaan energi, dan pengembangan industri terpadu serta terbatasnya jumlah sumber daya manusia yang kompeten untuk mendukung produktivitas nasionan. “Indonesia mempunyai potensi kekayaan ikan yang besar, yang tersebar diseluruh wilayah Indonesia. Namun begitu, karena akses jalur disitribusinya terhambat dan biaya logistiknya mahal menjadikan produk perikanan di daerah-daerah belum semuanya terserap diseluruh wilayah nusantara,” katanya kepada Wartawan akhir pekan kemarin di kantornya Jakarta.

Padahal, pagelaran pasar bebas Asean sudah ada didepan mata, untuk itu tentu harus ada upaya pembenahan ini guna meningkatkan daya saing produk nasional. Karena jika tidak, maka pada pagelaran bebas nanti Indonesia bakal dibanjiri produk luar. “Untuk sektor perikanan Indonesia sangat kuat, hanya saja memang distribusi atau logistiknya memang harus lebih menunjang dan bisa lebih murah, agar penyebaran dari sentra-sentra produksi ikan bisa merata. Karena apa, setidaknya untuk sektor perikanan masyarakat bisa dicukupi oleh produk lokal,” ujarnya.

Oleh karenanya, ini lah PR untuk pemerintahan baru mendatang untuk menyiapkannya mengingat waktunya sudah tidak lama lagi. Oleh karennya dengan waktu yang terbatas maka KKP melalui Tim Pokja tengah mempersiapkan Rancangan Instruksi Presiden (Inpres) tentang Peningkatan Daya Saing Nasional dalam menghadapi MEA Sektor Kelautan dan Perikanan. Terutama melalui penguatan kelembagaan, peningkatan daya saing produk, penguatan pasar dalam negeri, pengendalian impor dan peningkatan ekspor. "Rancangan Inpres dimaksud dikoordinasikan oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomin dan saat ini sedang dalam proses penandatanganan Presiden", tandasnya.

Sedangkan menurut Guru Besar Fakultas Teknologi Pertanian UGM Mochammad Maksum MachfoedzMahalnya biaya logistik, tidak adanya konektivitas antarwilayah, masih terpusatnya kegiatan ekonomi di Pulau Jawa, dan perdagangan antarpulau yang tidak efisien akan menjadi titik lemah Indonesia dalam menghadapi MEA 2015.

“Untuk itu, pemerintah harus mempercepat pembangunan infrastruktur agar biaya logistik bisa ditekan, tercipta konektivitas antarwilayah, dan terjadi desentralisasi ekonomi. Pemerintah juga harus membangun pusat-pusat perdagangan (trade center) di kawasan barat, tengah, dan timur Indonesia guna memperkuat jaringan distribusi produk-produk unggulan domestik,” katanya.

Selain itu, pemerintah mesti membuat neraca perdagangan antarpulau untuk mengukur daya saing setiap wilayah, sekaligus untuk memastikan perdagangan antarpulau lebih murah dibanding perdagangan intra ASEAN. [agus]

BERITA TERKAIT

Berikan Bunga 0%, TOKOMODAL Fokus Majukan Daya Saing Usaha Kecil

Berikan Bunga 0%, TOKOMODAL Fokus Majukan Daya Saing Usaha Kecil NERACA Jakarta - Perusahaan fintech peer to peer lending (P2P…

Keterampilan Tenaga Kerja di Sektor Industri Terus Dipacu

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian sedang gencar memacu keterampilan atau kemampuan dari tenaga kerja industri di Indonesia sesuai kebutuhan era…

BTN Pacu Pembiayaan Perumahan Sektor Non Formal

PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) terus memacu pembiayaan perumahan di sektor non formal dengan memfasilitasi Kredit Pemilikan Rumah (KPR)…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

LPEI Dukung Pembiayaan Ekspor Kereta ke Bangladesh

  NERACA   Jakarta - Lembaga Pemerintah Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank memberikan pembiayaan menggunakan skema National Interest Account…

Caleg DPR Perjuangkan Kesejahteraan Masyarakat - Angka Kemiskinan Siak Tinggi

  NERACA   Siak – Angka kemiskinan di Kabupaten Siak Provinsi Riau mencapai 93.800 ribu. Padahal, Kabupaten Siak mempunyai kekayaan…

Hongkong Ingin Tingkatkan Perlindungan TKI

    NERACA   Jakarta - Sekretaris Tenaga Kerja dan Kesejahteraan Hongkong, Law Chi Kwong mengunjungi Indonesia dengan misi bertukar…