Cowell Development Akuisisi NSP Rp 503 Miliar

NERACA

Jakarta – Perkuat bisnis properti, PT Cowell Development Tbk (COWL) mengakuisisi sebanyak 84,99% atau 8.499 saham Nusantara Prospekindo Sukses (NPS) milik Smarthhome Properties Limited senilai Rp503,02 miliar. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Dijelaskan bahwa akuisisi tersebut telah dilakukan pada akhir Juni 2014, namun dengan syarat transaksi tersebut baru efektif setelah mendapat persetujuan dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) pada 7 Juli 2014.

NPS merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pembeliaan, penjualan, persewaaan dan pengoperasian real estat yang dimiliki sendiri atau disewa. Adapun struktur permodalan dan pemegang saham sebelum transaksi ini, yakni perseroan sebanyak 15% dan Smarthome Properties Ltd mencapai 85%.

Adapun alasan perseroan melakukan akuisisi ini lantaran sesuai dengan kegiatan usaha COWL, yakni jasa, pembangunan dan perdagangan, terutama jasa pengelolaan gedung, pembangunan dan pengembangan perumahan serta perdagangan real estat.

Selain itu, seiring dengan rencana stratsgis perseroan yang terus mengembangkan dan ekspansi properti di Indonesia secara berkelanjutan dan kebijkan membangun kawasan superblok, termasuk beberapa bangunan komersil di wilayah Cikarang dengan luas sekitar 13 hektare (ha). Transaksi tersebut merupakan transaksi material karena nilai transaksi akuisisi sekitar 42,5% dari nilai ekuitas perseroan per tanggal 31 Desember 2013 sebesar Rp1,18 triliun.

Tahun ini, perseroan menargetkan pendapatan berulang atau recurring income tumbuh sebesar 40% atau Rp 140 miliar. Dimana sumber pendapatan berulang ini akan di dapatkan dari penyewaan mall dan office di plaza atrium. Direktur PT Cowell Development Tbk, Darwin Fernandes Manurung pernah bilang, perseroan masih mengandalkan sewa mall dan office untuk pendapatan recurring income, “Kita targetkan pendapatan berulang tahun ini sebesar Rp 140 miliar,”ujarnya.

Disamping itu, seiring dengan rampungnya beberapa proyek baru, perseroan membidik pertumbuhan penjualan sebesar 15%-20%. Tercatat hingga kuartal pertama tahun ini, perseroan membukukan penjualan sebesar Rp 70 miliar. Kemudian untuk mendanai empat proyek baru perseroan tahun ini, yaitu The Oasis, Lexingtown, La Varde dan Borneo Paradiso, perseroan mengalokasikan belanja modal sebesar Rp 300 miliar untuk pembangunan Oasing Cikarang.

Dimana belanja modal ini merupakan fasilitas pinjaman dari PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) dan untul belanja modal pembangunan proyek Lexingtown mendapatkan fasilitas pinjaman dari Bank DKI sebesar Rp 300 miliar dan sisanya Rp 300 miliar dari ekuitas perseroan.

Sementara menyadari keterbatasan lahan dalam ekspansi bisnisnya, kata Direktur Utama PT Cowell Development Tbk, Novi Imely, perseroan akan memilih strategi kemitraan, “Dalam ekspansi bisnis properti, tidak selamanya perseroan harus membeli lahan. Apalagi lahan di Jakarta saat ini sangat terbatas dan mahal, makanya kita pakai strategi mitra yang memiliki lahan,”tuturnya.

Dirinya mengakui, saat ini perseroan tengah menjajaki mitra yang akan bekerjasama untuk mengembangkan beberapa proyek properti kedepannya. Namun sayangnya, mitra strategis tersebut belum bisa disebutkan. Saat ini landbank perseroan untuk proyek properti Oasis sebesar 13,4 hektar dan Borneo di Balikpapan-Kalimantan Timur seluas 75 hektar. (bani)

BERITA TERKAIT

Bank Sumut Salurkan KUR Rp490 Miliar

    NERACA   Medan - Bank Sumut sudah menyalurkan dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Ro490 miliar dari target…

Dyandra Lepas Hotel Santika Rp 63,1 Miliar - Tingkat Okupansi Anjlok

NERACA Jakarta - PT Dyandra Media Internasional Tbk (DYAN) mengalihkan beberapa penginapan milik anak usahanya senilai Rp63,1 miliar kepada PT…

Gelar IPO, HK Metals Lepas 1,46 Miliar Saham

NERACA Jakarta – Geliat perusahaan untuk mencari modal lewat IPO cukup besar, teranyar calon emiten sektor perdagangan, jasa, pembangunan, serta…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Transaksi Saham di NTB Tetap Tumbuh

Kepala Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Mataram, Nusa Tenggara Barat, I Gusti Bagus Ngurah Putra Sandiana menyatakan, transaksi pembelian saham…

Tawarkan Harga Rp 190-230 Persaham - HK Metals Bidik Dana IPO Rp 337,33 Miliar

NERACA Jakarta -PT HK Metals Utama menawarkan harga saham perdana antara Rp 190-230 per saham. Nantinya, dana  hasil IPO akan…

Siapkan Sanksi Tegas - BEI Ingatkan Soal Aturan Free Float Saham

NERACA Jakarta - Meskipun meleset dari target, pihak PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mengingatkan emiten untuk memenuhi kewajiban aturan…