IHSG Awal Pekan Bergerak Konsolidasi

Senin, 14/07/2014

NERACA

Jakarta – Pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) yang terus menguat berturut-turut dalam beberapa hari terakhir, sebagai respon positif terhadap pemilu presiden, akhirnya harus kembali terkoreksi aksi ambil untung pada perdagangan akhir pekan kemarin. Hal ini sebagai sikap investor yang jenuh melalukan beli, “Bursa saham Indonesia turun seiring aksi ambil untung pelaku pasar saham. Menguatnya indeks BEI pada Kamis (10/7) kemarin dijadikan alasan untuk melakukan ambil untung," kata Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada di Jakarta,kemarin.

Di sisi lain, lanjut dia, belum adanya tanda-tanda siapa pemenag hasil pemilihan umum presiden (pilpres) pada 9 Juli 2014 lalu membuat investor kembali mengambil posisi "wait and see" cenderung keluar pasar,”Kondisi itu akan menunda investasi masuk sampai munculnya nama pemenang yang jelas dalam pemilihan presiden," ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Direktur Utama BEI Ito Warsito, secara fundamental kinerja emiten masih positif sehingga dalam jangka panjang indeks BEI masih berpotensi menguat,”Investor yang melihat fundamental itu akan untung," ujar Ito warsito.

Berikutnya, indeks BEI Senin awal pekan diproyeksikan akan bergerak konsolidasi dengan kencenderungan menguat. Tercatat mengakhiri perdagangan Jum’at akhir pekan, IHSG ditutup melemah 65,411 poin (1,28%) ke level 5.032,599. Sementara Indeks LQ45 jatuh 14,444 poin (1,65%) ke level 861,215.

Pada perdagangan kemarin, seluruh sektor di lantai bursa terkena koreksi. Rata-rata koreksinya cukup dalam, di atas satu persen. Sektor aneka industri jatuh paling dalam, dibuntuti sektor konsumer dan konstruksi. Dana asing masih terus mengalir masuk lantai bursa. Transaksi investor asing tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 2,8 triliun di seluruh pasar.

Nilai beli asing itu melonjak tinggi karena ada transaksi tutup sendiri (crossing) saham PT MNC Land Tbk (KPIG) di pasar negosiasi senilai Rp 1,9 triliun. Transaksi difasilitasi oleh broker MNC Securities (EP). Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi sebanyak 203.899 kali dengan volume 6,429 miliar lembar saham senilai Rp 7,912 triliun. Sebanyak 102 saham naik, 203 turun, dan 62 saham stagnan.

Melemahnya bursa global semalam gara-gara krisis perbankan di Portugal memberi sentimen negatif terhadap pergerakan bursa regional. Konflik di Israel dan Palestina juga turut menyumbang sentimen. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 1.000 ke Rp 70.000, Indocement (INTP) naik Rp 225 ke Rp 25.725, Waran Sitara Propertindo (TARA-W) naik Rp 110 ke Rp 111, dan Indo Kordsa (BRAM) naik Rp 100 ke Rp 3.200.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.325 ke Rp 52.475, United Tractor (UNTR) turun Rp 1.100 ke Rp 23.500, Unilever (UNVR) turun Rp 1.000 ke Rp 30.400, dan Astra Agro (AALI) turun Rp 650 ke Rp 26.500.

Perdagangan sesi pertama, indeks BEI ditutup melemah 84,561 poin (1,66%) ke level 5.013,449. Sementara Indeks LQ45 anjok 19,382 poin (2,21%) ke level 856,277. Seluruh sektor di lantai bursa terkena koreksi. Rata-rata koreksinya cukup dalam, di atas satu persen. Sektor aneka industri jatuh paling dalam, dibuntuti sektor konsumer dan konstruksi.

Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi sebanyak 107.636 kali dengan volume 2,282 miliar lembar saham senilai Rp 2,691 triliun. Sebanyak 85 saham naik, 190 turun, dan 66 saham stagnan. Melemahnya bursa global semalam gara-gara krisis perbankan di Portugal memberi sentimen negatif terhadap pergerakan bursa regional. Siang ini bursa-bursa di Asia bergerak mix.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 900 ke Rp 69.900, Bank Dinar (DNAR) naik Rp 77 ke Rp 187, Indocement (INTP) naik Rp 75 ke Rp 25.575, dan Sitara Propertindo (TARA) naik Rp 57 ke Rp 163. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.225 ke Rp 52.575, Unilever (UNVR) turun Rp 1.200 ke Rp 30.200, United Tractor (UNTR) turun Rp 775 ke Rp 23.825, dan Astra Agro (AALI) turun Rp 525 ke Rp 26.625.

Diawal perdagangan, indeks BEI dibuka melemah sebesar 31,86 poin atau 0,62% menjadi 5.066, sementara untuk kelompok 45 saham unggulan (LQ45) turun 8,61 poin (1,00%) ke posisi 867,25,”Aksi ambil untung saham menekan indeks BEI, hal itu terjadi karena sentimen pasar atas euforia pilpres mulai mereda," kata Head of Research Valbury Asia Securities Alfiansyah.

Kendati demikian, lanjut dia, potensi penguatan indeks BEI masih terbuka meski diperkirakan terbatas, mengingat kenaikan indeks bursa domestik dalam beberapa hari terakhir mengalami penguatan yang cukup signifikan.

Dia menambahkan bahwa jika hasil pilpres diumumkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada tanggal 22 Juli nanti dan berjalan damai, maka kondisi itu berpotensi mendorong masuknya aliran dana asing ke Indonesia. Tercatat bursa regional, di antaranya indeks Bursa Hang Seng dibuka menguat 44,66 poin (0,19%) ke level 23.283,65, indeks Nikkei turun 38,66 poin (0,25%) ke level 15.177,81 dan Straits Times menguat 17,11 poin (0,52%) ke posisi 3.286,61. (bani)