Cipaganti Perjuangkan Nasib 4.800 Karyawan

NERACA

Jakarta - Ditengah persoalan yang mendera PT Cipaganti Citra Graha Tbk (CPGT) khususnya Koperasi Cipaganti Karya Guna Persada (KCKGP) yang mengalami gagal bayar kepada mitra, Corporate Secretary PT Cipaganti Citra Graha Tbk (CPGT) Toto Moeljono mengungkapkan bahwa pihaknya akan tetap memperjuangkan nasib karyawannya yang berjumlah 4.800 orang. "Ditengah simpang siur isu bahwa Cipaganti Group adalah perusahaan keluarga, ternyata CPGT dijalankan oleh para profesional yang tidak ada hubungan keluarga. Dan para professional ini masih ada di posisinya untuk berkarya dan berjuang mempertahankan persero ini agar tetap bermanfaat bagi para karyawan yang berjumlah 4.800 orang," ungkap Toto di Jakarta, kemarin.

Dia mengaku bahwa pihaknya sedang mempersiapkan upaya terbaik untuk mendapatkan jalan keluar dari permasalah tersebut dan pada saat bersamaan berupaya memberikan penjelasan kepada publik atas adanya kerancuan antara CPGT dan KCKGP. "Hal tersebut terjadi karena sama-sama berada dalam satu Brand Image yaitu Cipaganti," katanya.

Toto mengatakan kasus yang dialami oleh KCKGP cukup berdampak pada bidang usaha Cipaganti Group. Salah satunya dengan terjadinya penurunan nilai saham di PT Cipaganti Citra Graha Tbk (CPGT). Dampak lainnya, beberapa vendor menunda pasokan, beberapa lembaga keuangan membekukan fasilitas kredit dan berusaha menarik jaminan sertacalon investor mengambil langkah ‘wait and see’.

Namun begitu, pihaknya tengah berusaha melakukan recovery usaha di KCKGP yang dilakukan secara intensif bersama dengan seluruh pihak yang terkait, khususnya institusi keuangan dan legal demi mitra yang berjumlah sekitar 8.000 orang. Usaha-usaha penanggulangan perbaikan (recovery) yang telah dilakukan saat ini diharapkan bisa berjalan baik dengan berjuang keras agar menjauhkan koperasi dari kepailitan.

Secara internal pun, sambung Toto, tim manajemen tetapsaling bergandengan tangan untuk keluar dari masalah dan memenangkan perjuangan secara bersama-sama dan profesional. "Disadari bahwa kejadian ini merupakan bagian dari proses pendewasaan dalam berbisnis yaitu setiap investasi memiliki risiko untung dan rugi. Orang bijak mengatakan bahwa di dalam kesulitan ada kemudahan. Semoga kejadian ini dapat segera diatasi bersama dengan dukungan semua pihak terkait," ujarnya.

Koperasi Dibekukan

Terkait kasus Koperasi Cipaganti Karya Guna Persada, Toto menjelaskan koperasi tersebut telah dibekukan oleh Dinas Koperasi Jawa Barat. Namun, kata dia, dalam sidang pengadilan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) yang pertama telah diusulkan dibentuk perusahaan baru (new company)."Itu untuk menampung aset keluarganya pak Andianto Setiabudi (Dirut CPGT). Nantinya perusahaan baru ini pemegang sahamnya dari seluruh mitra. Dulu yang sebagai mitra CPGT, nanti itu dipegang perusahaan baru. Supaya dikelola dan supaya berkembang lebih baik mengganti koperasi," kata Toto

Toto menjelaskan, terkait bentuk badan hukum perusahaan baru tersebut, pihaknya menyerahkan keputusan tersebut kepada mitra koperasi yang berjumlah sekitar 8.000 anggota. "Belum diketahui, tapi dibentuk badan hukum, atau PT atau another koperasi lagi, itu akan ditentukan oleh mitra kami," jelasnya.

Toto mengungkapkan, pada tanggal 15 Juli 2014 akan diadakan voting di pengadilan PKPU apakah koperasi ini dibekukan selamanya atau dibentuk perusahaan baru atau bahkan tetap berjalan seperti biasanya."Tapi itu secara sepenuhnya ada mitra, untuk kami apapun juga bisa dijalankan amanah yang dilakukan. Kalau dipailitkan itu seperti gelombang bencana kedua, kalau tidak dipailitkan proses penyelesaian lebih cepat dan tidak mulai dari awal lagi. Selama ini kan tidak tahu sehingga kesimpangsiuran yang terjadi," paparnya.

Toto juga menjelaskan bedanya Koperasi Cipaganti dengan Cipaganti sebagai perusahaan terbuka adalah di badan hukumnya. "Terus terang ini kesempatan yang baik, penjelasan disampaikan lebih detail, apa selama ini terjadi. Selama ini yang terjadi adalah dianggap CPGT terbuka dengan koperasi adalah satu kesatuan, rillnya memang betul, satu kesatuan, itu termasuk Cipaganti Grup. Tapi badan hukum beda, kita aktivitasnya beda, hal-hal yang lain juga, hanya saja permasalannya kami sebagai public company, kebetulan pengurus koperasi tersebut pengurus perseroan juga," pungkasnya. (bari)

BERITA TERKAIT

BEI Masih Tunggu Langkah Hukum Perseroan - Nasib Emiten DAJK Pasca Pailit

NERACA Jakarta – Sejak dinyatakan pailit oleh Pengadilan Niaga Jakarta Pusat, suspensi atau pengentian sementara perdagangan saham PT Dwi Aneka…

Nasib Pejabat Jambi Yang Abaikan Peringatan KPK

Nasib Pejabat Jambi Yang Abaikan Peringatan KPK NERACA Jambi - Masyarakat Jambi, Selasa (28/11) sejak sekitar pukul 16.00 WIB dihebohkan…

WTON Siapkan Capex Rp 800 Miliar di 2018

NERACA Jakarta - PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) menganggarkan belanja modal hingga Rp 800 miliar di tahun depan. Angka…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Desa Nabung Saham Hadir di Monokwari

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) akan mencanangkan "Desa Nabung Saham" di wilayah Kabupaten Manokwari, Papua Barat,”Desa Nabung Saham akan dibentuk…

BEI Suspensi Perdagangan Saham MNCN

Mengendus adanya transaksi yang mencurigakan melalui Nomura Sekuritas Indonesia, PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) mengajukan penghentian sementara (suspensi) perdagangan…

Link Net Targetkan 150 Ribu Pelanggan

Kebutuhan jaringan internet di Indonesia memacu PT Link Net Tbk (LINK) gencar ekspansi jaringan. LINK optimistis bisa memenuhi target 2,8…