SUPERCUB, Tonggak Kejayaan Evolusi Honda

Jumat, 19/08/2011

Siapa yang tidak kenal dengan Honda Super Cub, atau yang lebih terkenal dengan sebutan Honda kalong ini ternyata merupakan awal tonggak kesuksesan pabrikan motor asal negeri sakura, dan mejadi pelopor lahirnya motor bermesin 4 langkah didunia.

Neraca. Dari sekian banyak motor keluaran Honda yang telah beredar di seluruh Asia, ternyata motor terbaik produksi Honda bukanlah motor seperti CBR atau motor berkelas lansiran Honda lainnya, melainkan motor Honda lansiran tahun 60 – 70-an, dialah Honda Super Cub. Motor bebek retro yang terkenal di eranya. Predikat terbaik Honda itu bukan juga isapan jempol, pemberian predikat tersebut disandang Honda didasarkan pada kenyataan kalau Honda Super Cub merupakan motor Honda yang sangat laris. Motor ini telah berhasil terjual sebanyak 72 juta unit dan diproduksi di 15 negara.

Honda meluncurkan Super Cub pertama dengan menggunakan mesin berkapasitas 50 cc pada Agustus 1958. Sejak itu, begitu banyak versi telah diproduksi untuk mencerminkan inovasi terbaru perusahaan Jepang itu. Bahkan saking banyaknya, orang Honda tidak tahu persis berapa banyak desain Super Cub yang ada di dunia.

Proyek inilah yang menjadikan Honda sebagai pabrikan motor pertama yang mengembangkan mesin empat langkah berkapasitas 50 cc, yang bersuara halus dengan konsumsi bahan bakar efisien dibanding mesin 2 langkah yang telah menjadi standar kendaraan kecil ketika itu. Ihwal kelahiran Super Cub tercetus pada tahun 1954, ketika pabrikan motor berlambang sayap ini mengalami krisis terbesar sejak didirikan pada tahun 1948. Sebuah masalah pada mesin menyebabkan penjualan menurun drastis.

Melihat kondisi tersebut, pendiri dan Presiden Honda, Soichiro Honda mengeluarkan instruksi untuk mengembangkan kendaraan dasar yang baru. Takeo Fujisawa, mitra Honda, meminta agar motor yang dibuat nantinya menjadi "satu dengan basis pelanggan luas yang akan menopang Honda”. Para insinyur Honda kala itu dipaksa untuk lebih berinovasi untuk memenuhi permintaan yang cukup berat. Kondisi tersebut membuat Soichiro Honda, yang juga seorang insinyur membuat pernyataan yang membuat lega para peneliti "Jangan khawatir tentang berapa biaya untuk pengembangan. Itu akan ditebus melalui produksi massal," kata Honda ketika itu.

Oleh karena biaya sudah tidak lagi jadi masalah, ide dan teknologi yang diadopsi membanjir pada proyek ini, dan akhirnya mengarah pada pengembangan sepeda motor yang akan membuat nama Honda dikenal di seluruh dunia. Walaupun berkapasitas kecil, melihat kondisi di zaman itu hanya beberapa jalan yang di aspal, motor pun juga dirancang untuk menghasilkan daya yang cukup untuk menyaingi mesin 90 cc dengan memberikan traksi yang lebih besar. seiring berjalannya waktu, sasis pun dirancang dengan sudut rendah untuk memungkinkan pengendara kaum perempuan yang mengenakan rok dapat lebih mudah untuk naik dan mematikan motor.

Perubahan mesin pun terus dikembangkan untuk beradaptasi dengan kebutuhan pasar lokal disetiap negara. Bila di Jepang, Super Cub hanya memiliki varian mesin 50 cc dan 110 cc, di negara-negara lain mesin yang digendong Super Cub berkisar dari 100 cc sampai 125 cc. Presiden Honda sendiri secara langsung turun tangan guna memastikan bahwa perhatian diberikan lebih kepada rincian terkecil. Dia bahkan pernah melakukan pengetesan prototipe yang memiliki kotak pengiriman makanan dipasang di bagian belakang untuk menunjukkan fitur apa yang perlu diubah untuk memenuhi kebutuhan toko yang mungkin menggunakannya. Tuas kopling yang biasanya ada di stang kiri pun menghilang dan digantikan dengan pedal persneling otomatis. Ini adalah teknologi inovatif yang menginspirasi pengembangan transmisi otomatis di mobil beberapa tahun kemudian.

Jozaburo Kimura, yang bertanggung jawab untuk urusan desain, mengingat, "Ada perasaan yang mampu mengatasi kesulitan untuk menghasilkan sesuatu yang berguna." Sesaat setelah kelahirannya, motor ini langsung menjadi tren. Motor ini juga segera menjadi kendaraan yang disukai para pekerja pos dan kurir surat kabar.

Perjuangan Honda untuk menjadi pabrikan nomor satu di dunia pun dapat dengan mudah dilangkahi berkat adanya motor ini. Hal ini dikarenakan pada akhir era 1950-an, Jepang memiliki lebih dari 100 perusahaan kecil yang menjadi vendor dan membantu mereka membuat sepeda motor, dengan jumlah produksi sekitar 40.000 unit per bulan. Honda dengan cepat mendominasi, dan di tahun 1960an mereka sudah keteteran untuk memenuhi permintaan pasar yang saat itu sudah mulai mereka dominasi berkat Super Cub.

Pada tahun 1959, Honda memperkenalkan anak perusahaan di Amerika Serikat dan dengan cepat memperoleh perhatian di tanah Harley-Davidson tersebut. Sementara di Asia Tenggara, Honda Super Cub mulai menginvasi seiring perang Vietnam yang berkecamuk.

Menurut Angga Aditya pentolan Club Motor Jadul Romantik Bandung menuturkan, Super Cub yang menjadi rancangan desainer Jozaburo Kimura pada 1958 ini, menjadi tonggak pencapaian jumlah produksi terbesar Honda sepanjang masa. Karya ini sanggup bertahan 64 tahun dengan jumlah penjualan 40 juta unit. Angga menambahkan, di Indonesia sendiri, sepeda motor ini amat lekat dengan kehidupan sehari hari. Motor yang populer dengan sebutan "Honda Kalong" ini pernah menjadi buruan para penggemar motor pada 2000 an. Dari desain Honda Kalong inilah sepeda motor asal negeri sakura ini, bermetamor-fosis menjadi Astrea, Grand, hingga Supra (dengan segala variannya).

Di akhir 1960an, seperti dikutip Neraca dari Asahi, beberapa waktu lalu, Honda Super Cub berhasil terjual sebanyak 750 ribu unit di Vietnam Selatan saja. Saat itu, motor ini banyak digunakan oleh masyarakat untuk mengangkut hasil panen. Di Indonesia pun model ini juga cukup terkenal ketika itu. Dan karena jasa-jasanya itu, Honda Super Cub pun dianggap sebagai motor terbaik yang pernah di jual Honda. Mobil ini pula yang membuat nama Honda melambung tinggi di berbagai negara.

Topik Terkait

evolusi astrea