Alfamart Fokus Bisnis E-Commerce - Tingkatkan Layanan

NERACA

Jakarta - Menjanjikannya bisnis e-commerce saat ini, memicu PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) untuk lebih fokus mengembangkan bisnis tersebut dengan menghadirkan layanan belanja online Alfaonlie. Dimana layanan tersebut dimaksudkan pula untuk meningkatkan pelayanan yang lebih prima kepada konsumen Alfamart.

E-Commerce Development Manager PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk, Hilda Dhamayanti mengatakan, Alfaonline merupakan inovasi terbaru dari Alfamart dengan memanfaatkan layanan belanja versi online. Dimana dengan belanja online ini diharapkan mampu memberikan kontribusi lebih kepada pendapatan perseroan,”Saat ini kontribusi Alfaonline masih sebesar satu persen terhadap pendapatan perseroan,”ujarnya di Jakarta, kemarin.

Nantinya, seiring dengan penambahan berbagai macam item, kedepan bisa memberikan kontribusi pendapatan bagi perseroan lebih signifikan. Dijelaskan, cara pembelanjaan menggunakan alfaonline ini sebenarnya sudah ada sejak Februari 2013 lalu. Namun lantaran pada tahun lalu alfaonline masih melakukan triller (percobaan) sehingga konsumennya belum terlalu banyak.

Menurut Hilda, ini merupakan salah satu online shop yang didirikan oleh perseroan sehingga konsumen tidak perlu khawatir lagi belanja online,”Alfaonline ini juga untuk membantu para konsumen untuk melakukan pembelanjaan dari rumah. Jadi kalau misalnya hujan, konsumen tidak perlu khawatir. Cukup memesan dari rumah melalui website dan melakukan pembayaran bisa melalui Mandiri, XL tunai, BCA klikpay, doku wallet, COD dan lain-lain,”ujarnya.

Dia melanjutkan, pembelanjaan menggunakan alfaonline ini dilakukan melalui dua pilihan yakni ambil di toko alfamart terdekat konsumen atau kirim ke rumah sesuai dengan waktu yang dipilih konsumen. Hilda mengatakan, apabila konsumen memilih pengiriman diantar ke rumah, konsumen cukup membayar ongkos kirim sebesar Rp5.000 untuk pembelanjaan antara Rp50.000-Rp100.000. Akan tetapi untuk pembelanjaan di atas Rp100.000 tidak akan dikenakan biaya pengiriman,”Dengan pilihan beragam kebutuhan rumah tangga, alfaonline ini pilihan yang tepat untuk menjadi tujuan konsumen berbelanja,” ungkapnya.

Tahun ini, perseroan menganggarkan belanja modal sekitar Rp 1,8 triliun hingga Rp 2 triliun untuk membuka gerai sebanyak 1200 gerai. Dimana sumber pendanaan belanja modal tersebut masih didominasi pinjaman bank atau penerbitan obligasi sebesar 70% dan sisanya dari kas internal. Tercatat dari target pembukaan gerai tersebut, baru terealisasi 288 gerai di kuartal pertama. (bani)

BERITA TERKAIT

Bisnis Ritel Melambat, Warning Bagi Industri Perbankan

Oleh: Djony Edward Persoalan melambatnya bisnis ritel tidak bisa dikatakan main-main, multiplier effect perlambatan bisnis ritel denyutnya sudah sampai ke…

Pefindo Pangkas Peringkat Tiga Pilar Jadi Negatif - Divestasi Bisnis Beras

NERACA Jakarta - PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA) memperoleh peringkat implikasi negatif pada credit watch oleh PT Pemeringkat…

Produksi Tambang Delta Dunia Tumbuh 20% - Bisnis Kembali Menggeliat

NERACA Jakarta - Emiten pertambangan, PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID) memproduksi batubara sebesar 33,8 juta ton periode Januari-Oktober 2017.…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Danai Pembangunan Infrastruktur - Tiga Kabupaten di Jateng Terapkan Obligasi Daerah

NERACA Semarang - Pemerintah daerah di 35 kabupaten dan kota di Jawa Tengah (Jateng) didorong untuk menggunakan obligasi sebagai salah…

Obligasi Sulsel Tunggu Peringkat Pefindo

Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Regional Sulawesi Maluku Papua (Sulampua), Indiarto Budiwitono mengatakan, penerbitan obligasi…

Kebut Ekspansi Bisnis - MCAS Miliki 14,81% di MatchMove Indonesia

NERACA Jakarta - PT M cash Integrasi Tbk (MCAS) dan induk usahanya, PT Kresna Graha Investama (KREN), meresmikan kerja sama…