Saham Mitrabara Oversubscribed 3,67 Kali

NERACA

Jakarta – Meskipun bisnis batubara saat sedang lesu, tidak langsung membuat PT Mitrabara Adiperdana Tbk (MBAP) sebagai perusahaan tambang yang baru listing memangkas saham yang ditawarkan kepada publik. Justru sebaliknya, saham perseroan saat penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) mengalami kelebihan permintaan atau oversubscribedsebesar 3,67 kali.

DirekturInvestment BankingReksadana Sekuritas, Boumediene Sihombing mengatakan, sebanyak 99% saham MBAP dilepas melalui skemafix allotment, sementara sisanya sebesar 1% atau sekitar 2,45 juta saham melaluipolling.Artinya, jika angka permintaan 9 juta saham dan jatahpollingsebanyak 2,45 juta saham maka IPO MBAP mengalamioversubscribedsekitar 3,67 kali,”Dalampollingkemarin ada sekitar 9 juta permintaan saham yang masuk dan sebagian besar diserap oleh investor ritel," ujarnya di Jakarta, Kamis (10/7)

Sekedar informasi, perseroan melepas saham ke publik sekitar 245.454.400 saham atau 20% dengan nilai nominal Rp 100. Sebelumnya, perseroan menawarkan 273.033.600 saham ke publik atau sekitar 22% dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan. Jumlah saham yang akan dilepas sebanyak 245.454.400 itu terdiri dari 120.265.700 saham publik, 2.461.500 saham karyawan (employee stock allocation/ESA) dan 122.727.200 divestasi saham pendiri, yaitu milik PT Wahana Sentosa Cemerlang.

Dalam penawaran saham perdana ini Idemitsu Kosan Co Ltd bertindak sebagai pembeli siaga. Perseroan memberikan hak opsi untuk membeli saham perseroan dari pemegang saham, yaitu PT Wahana Sentosa Cemerlang dan Athanasius Tossin Suharya.Dari hasil IPO ini MBAP perseroan akan meraup dana sebesar Rp 319,09 miliar. Dana hasil IPO untuk pengembangan fasilitas pelabuhan,overhaul, modal kerja, dan belanja modal perseroan. Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek (underwriter) adalah PT Danareksa Sekuritas dan PT Sucorinvest Central Gani.

Selain itu, guna meningkatkan kapasitas tampung hasil tambang batu bara miliknya, PT Mitrabara Adiperdana TbK berencana memperbesar kapasitas pelabuhan hingga 100%. Perluasan pembangunan ini termasuk conveyor system, bangunan dan prasarana lainnya, “Guna meningkatkan kapasitas tampung batu bara di pelabuhan tersebut menjadi sebesar 5 juta ton," kata Direktur Utama MBAP Khoirudin.

Dirinya mengungkapkan, saat ini kapasitas tertampung hanya sekira 2,5 juta ton. Saat ini perusahaan sedang melakukan proses tender dan ditargetkan rampung pada semester II tahun ini,”Sehingga, kami bisa start di tahun ini dan akan selesai pembangunan di semester kedua tahun 2015," imbuhnya.

Disamping itu, lanjutnya, perseroan tengah fokus mengembangkan pelabuhan tersebut. Hal ini tidak terlepas pada tahun lalu perusahaan telah melakukan merampungkan infrastrukturnya (jalan) sepanjang 65 kilometer (km) untuk mendukung pelabuhan yang akan dibangun nanti,”Kami sudah buat pembangunan infrastruktur, seperti jalan sepanjang 65 km, kira-kira itu investasinya sebesar US$ 40 juta,"ungkapnya. (bani)

Related posts