Reksa Dana Campuran Dibawah IHSG

Kinerja Semester Pertama

Jumat, 11/07/2014

NERACA

Jakarta - Kinerja rata-rata reksa dana campuran selama enam bulan pertama tahun ini di bawah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Sejak awal tahun hingga akhir Juni tahun ini, kinerja rata-rata reksa dana campuran dari sisi imbal hasil (return) yang diberikan sekitar 9,9%, sedangkan IHSG memberikan return mencapai 14,1%.

Analis Riset PT Infovesta Utama Yosua Zisokhi mengatakan, reksa dana campuran tidak berkinerja sebaik IHSG karena selain memiliki portofolio saham, juga memiliki obligasi sebagai aset dasarnya,”Kinerja obligasi yang tercermin pada Infovesta Government Bond Index sepanjang semester I tahun 2014 hanya memberikan return sebesar 1,45%,” kata Yosua di Jakarta, Kamis (10/7).

Dia mengungkapkan, kupon rata-rata obligasi pemerintah tercatat tinggi, sehingga harga obligasi menurun. Mayoritas kupon tinggi karena suku bunga yang tinggi pada tahun ini. Meskipun kinerja reksa dan campuran di bawah IHSG pada semester I tahun ini, namun masih lebih baik jika dibanding dengan kinerja reksa dana campuran pada periode yang sama tahun lalu.

Menurut Yosua, baiknya kinerja semester I tahun 2014 didukung membaiknya sejumlah sentimen dari dalam maupun luar negeri,”Kinerja saham dan obligasi pada semester I tahun ini juga lebih baik dari tahun lalu,” ungkapnya.

Sentimen positif lainnya yang mendukung kinerja reksa dana adalah membaiknya beberapa indikator ekonomi, seperti inflasi yang terkendali, kurs rupiah serta neraca perdagangan. Selain itu, redanya dampak dari kenaikan bahan bakar minyak (BBM) dan membaik harga komoditas turut mendorong perbaikan kinerja reksa dana pada semester I/2014.

Jika kinerja reksa dana campuran di bawah IHSG, maka sebaliknya, kinerja reksa dana saham sepanjang semester I tahun ini melampaui kinerja IHSG dari sisi imbal hasil (return) rata-rata yang diberikan. Berdasarkan data PT Infovesta Utama, reksa dana saham memberikan return rata-rata sebesar 16,80%, sedangkan IHSG hanya 14,14%.

PT Infovesta Utama juga menjelaskan, reksa dana campuran memberikan return rata-rata 9,90% dan pendapatan tetap 3,35%. Dibanding periode yang sama tahun lalu, kinerja reksa dana enam bulan pertama tahun ini lebih baik. Dengan kinerja rata-rata IHSG sebesar 11,63%, kinerja reksa dana saham 12,66%, reksa dana campuran 7,61% dan reksa dana pendapatan tetap minus 2,91%.

Menurut Analis Riset PT Infovesta Utama Vilia Wati, membaiknya kinerja reksa dana tahun ini karena didukung data makroekonomi Indonesia dan global yang positif, seperti neraca perdaganganm inflasi, nilai tukar. Selain itu, laporan keuangan emiten, kebijakan moneter The Fed, aliaran dana asing yang masuk ke pasar modal domestik dan perkembangan kondisi politik di Tanah Air.

Sementara analis Millenium Danatama Asset Management, Desmon Silitonga pernah bilang, inflasi di bulan Ramadhan dan Lebaran menjadi penentu kinerja reksa dana pada kuartal ketiga, disamping suku bunga bank, “Data inflasi yang di rilis Badan Pusat Statistik, kedua faktor ini cukup stabil dan itu sedikit banyak memberikan dampak positif pada kinerja reksa dana,” ujarnya.

Dia memperkirakan, tekanan inflasi pada kuartal III akan lebih tinggi dibanding kuartal sebelumnya karena adanya Ramadan dan Lebaran. Oleh sebab itu, bulan suci Ramadan dan Lebaran sedikit banyak bisa menekan dana kelolaan (asset under management/AUM) reksa dana lantaran investor membutuhkan dana dalam bentuk tunai pada periode ini,”Artinya, penarikan dana bisa terjadi. Meski begitu, ini hanya bersifat sementara,”tuturnya. (bani)